You are on page 1of 35

Universitas Negeri Malang

Januari 2015

Aspek Hukum Jasa Konstruksi


Oleh : Kelompok 2
Kegiatan-Kegiatan Umum Administrasi
Jasa Konstruksi

ANGGOTA KELOMPOK 2

Ahmad Andi
Lutfi L. Rizki Diah Ayu Vianti Nurfajar
(120521428957) (120521403369) (120521428980)

Moderator Pemateri Pemateri


Pengantar

Kegiatan-kegiatan administrasi proyek


konstruksi secara keseluruhan adalah
mobilisasi dan pelaksanaan, penagihan
termijn dan pembayaran, perubahan
pekerjaan, pembebanan di belakang (back
charges), kontrak jangka pendek, klaim-
klaim, dan akhirnya penutupan kontrak
(gilbreath, 1992).
Mobilisasi dan Pelaksanaan

Masa-masa awal administrasi proyek konstruksi sangat


menentukan tingkat keberhasilan atau kegagalan suatu
proyek. Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah (1)
memulai hubungan baik,
(2) penataan arsip kontrak yang
lengkap, terlindungi dan mudah
ditemukan.

Sekali kontrak konstruksi diberikan,


2 mobilisasi fisik dimulai. Penyedia
jasa mulai mengumpulkan tenaga
Kerja, material dan peralatan yang diperlukan untuk memulai
pekerjaan di lapangan dan pengguna jasa pada gilirannya
memobilisasi personil, system-sistem dan pengawasan yang
diperlukan untuk mengelola unjuk kerja penyedia jasa.
Kegiatan-Kegiatan Utama

Sekali petugas kontrak (manajer kontrak) atau administrator


kontrak ditetapkan dan diberi salinan dokumen kontrak, harus
dibiasakan untuk mematuhi isi kontrak tersebut.

Sejak tugasnya adalah


menjamin pemenuhan
kontrak secara
komersial, maka harus
dipahami dengan baik
kebutuhan kedua belah
pihak, pengguna jasa
dan penyedia jasa.
Kegiatan-Kegiatan Utama

Sekali manajer kontrak terbiasa dengan kontrak-kontrak dan


sebelum penyedia jasa memulai pekerjaan pokok, maka
terdapat 3 (tiga) tugas awal yang harus diselesaikan, yaitu:

1. Satu set dokumen awal yang


diajukan penyedia jasa harus
diterima, diperiksa, dan diarsipkan.

2. Sebuah rapat awal antara manajer


kontrak dengan wakil penyedia jasa
dilapangan perlu diselenggarakan.

3. System dan fasilitas untuk memelihara


catatan kontrak, dan memimpin transaksi
kontrak terkait, harus dibentuk.
Pengawasan Pengajuan Dokumen-
Dokumen Penyedia Jasa

Untuk menyiapkan penerimaan dan peninjauan pengajuan


dokumen-dokumen penyedia jasa, manajer kontrak harus
mengevaluasi kontrak atau ringkasannya, dan membuat daftar apa
yang sudah diterima dan kapan diterima.

Pengajuan dokumen-dokumen yang khas dibutuhkan dalam banyak


kontrak konstruksi termasuk hal-hal berikut:
1. bukti penutupan asuransi (sertifikat 5. Sertifikat bahan (seperti: stainless
asuransi). steel, galvanies).
2. Prosedur pembuatan dan pemasangan 6. Pabrikasi, pengiriman dan jadwal
(cra pengikatan, proses pengelasan, pelaksanaan.
jadwal pengcoran, metode pemadatan 7. Prosedur kartu peralatan.
tanah, dan sebagainya) 8. Manual-manual untuk pengoprasian,
3. Pengawasan jaminan mutu atau pemeliharaan peralatan dan intruksi-
program dokumentasi. intruksi.
4. Gambar-gambar kerja. 9. Format jaminan-jaminan pengikatan.
10. Contoh-contoh barang (ubin, penutup
dinding, cat, dan sebagainya)
Kebutuhan-Kebutuhan Khusus
Asuransi

Kejadian ekstrim bisa terjadi dimana penyedia jasa


bekerja tanpa lindungan asuransi atau dalam
lindungan asuransi dengan nilai pertanggungan
yang tidak mencukupi, perhatian khusus mengenai
verifikasi pertanggungan ini harus diselesaikan.
Manajer kontrak harus meyakini bahwa sertifikat
asuransi (polis asuransi) diajukan setiap penyedia
jasa sebelum pekerjaan dimulai dan diperiksa
terhadap kebutuhan kontrak.
Rapat-Rapat dan
Perundingan-Perundingan

a. Pertemuan adalah pusat komunikasi


dari setiap organisasi.

Tujuan dari pertemuan yaitu untuk


merumuskan keputusan-
keputusan lokal/setempat,
sehubungan dengan desain proyek,
konstruksi, atau administrasi.
Contoh-Contoh Rapat :
1)Rapat-rapat konsep desain proyek (lokal).
2)Rapat-rapat presentasi proyek (untuk klien potensial). Rapat-rapat
“pertama” proyek (kick-off meeting) (tim proyek lokal).
3)Rapat-rapat organisasi manajer proyek atau rapat koordinasi proyek.
4)Rapat-rapat mengenai biaya produksi.
5)Rapat-rapat desain proyek (koordinasi teknik)
Rapat-Rapat dan
Perundingan-Perundingan

Lanjutan...

7)Rapat-rapat kemampuan konstruksi (pertemuan


desain/konstruksi).
8)Rapat-rapat perencanaan dan penjadualan untuk pembebanan
proyek.
9)Rapat-rapat value engginering.
10)Rapat-rapat pra perundingan (persiapan lokal).
Rapat-Rapat dan
Perundingan-Perundingan

b. Setelah proyek memasuki masa


konstruksi.

Rapat-rapat di sini bertujuan untuk


komunikasi, koordinasi, menyelesaikan
kesulitan atau merundingkan harga
atau ketentuan lain, misalnya:
1) Konferensi sebelum tender (informasi)
2) Konferensi sebelum mulai bekerja (komunikasi dan koordinasi)
3) Permintaan penggantian material/produk
4) Perubahan pekerjaan dan pekerjaan tambah (perundingan)
5) Pekerjaan bawah tanah yang tidak terlihat (perundingan)
6) Perbaikan pekerjaan yang diperlukan (perundingan)
7) Perubahan jadual (koordinas, negosiasi)
Rapat-Rapat dan
Perundingan-Perundingan

Lanjutan...

8) Pencegah kesulitan konstruksi


9)Protes dan sengketa (negosiasi)
10)Kesulitan yang disebabkan oleh konflik antara rencana dan
spesifikasi.
11)Pengawasan biaya, value engineering yang diajukan penyedia
jasa.
12)Rapat mengenai daftar pekerjaan cacat.
13)Penerimaan proyek dan perpindahan tanggung jawab.
Rapat dengan Penyedia Jasa

Agenda Rapat dapat terdiri dari:

a.Otorita kontraktual
Siapa dari pihak pengguna jasa dan
penyedia jasa yang berhak berbicara
mengenai masalah komersial dan teknis
tertentu.

b. Hubungan dan korespondensi secara


kontraktual
Sistem penomoran untuk surat-surat dan
dokumen-dokumen lain, alamat-alamat,
sebutan-sebutan dan sebagainya.
Rapat dengan Penyedia Jasa

Lanjutan...

c. Pengajuan-pengajuan dokumen
Manajer kontrak dapat memberikan ringkasan atau
check list agar penyedia jasa memahami ketentuan-
ketentuan kontrak, asalkan penyedia jasa mengerti
mereka tidak mengambil atau mengubah
ketentuan-ketentuan kontrak.

d. Proses Perubahan Pekerjaan


Proses perubahan pekerjaan termasuk antara lain:
pemberitahuan-pemberitahuan, perhitungan-
prhitungan perubahan pekerjaan, perintah
perubahan dan sebagainya.
Rapat dengan Penyedia Jasa

Lanjutan...

e. Pembayaran Termin
Bagaimana prestasi pekerjaan akan diukur dan cara
pembayarannya. Formulir pembayaran termin induk harus
diberikan kepada penyedia jasa.

f. Pengakhiran Kontrak
Semua istilah terkait atau kebiasaan-kebiasaan yang berkaitan
dengan pengakhiran kontrak seperti uang retensi, hutang barang-
barang yang disediakan pengguna jasa dan hak tanggungan.

g. Prosedur Pembebanan di belakang


Bagaimana pemberitahuan dilakukan, kewajiban-kewajiban
pengguna jasa dan penyedia jasa untuk memelihara catatan-
catatan biaya dan seterusnya.
Menyusun Catatan-Catatan
Kontrak

Keperluan akan catatan-catatan kontrak yang tepat, dan


mudah dicari kembali merupakan hal yang tidak dapat
ditawar-tawar. Walaupun sistem pengarsipan kontrak
terlihat seperti tanggung jawab pegawai tata usaha, hal
tersebut terlalu penting hanya untuk diserahkan kepada
seorang pegawai tata usaha.

Bahkan untuk proyek-proyek dan kontrak-kontrak yang


paling sederhana sekalipun, jumlha kertas-kertas yang
berhubungan dengan kontrak memerlukan pelaksanaan
dan pengawasan kontraktual yang kadang-kadang
mengejutkan. Tanpa pendekatan yang teratur dan disiplin
yang ketat pada catatan-catatan ini administrasi proyek
konstruksi dan tentu saja pengelolaan proyek itu sendiri
menyiksa semua orang.
Menyusun Catatan-Catatan
Kontrak

Catatan-catatan administrasi
kontrak yang disajikan dalam
butir berikut menunjukan
contoh sistem pengarsipan
kontrak yang dianjurkan
untuk tipe-tipe dokumen,
laporan-laporan dan catatan-
catatan selama masa
pembentukan dan peng-
administrasian kontrak.
Menyusun Catatan-Catatan
Kontrak

Berikut adalah beberapa saran pada sistem


catatan kontrak:

1. Cegah penggandaan dan kelebihan arsip.


Perubahan dan pembaharuan sering diperlukan
dan hal ini dapat menjadi tidak terkendali bila
dokumen terletak pada lebih dari satu tempat.
2. Tunjuk seseorang yang bertanggung jawab
memelihara dan mengamankan arsip.
3. Awasi keluar masuknya data-data
menggunakan kartu masuk/keluar atau cara
lain,karena catatan sering hilang.
4. Pelihara kontrak ditempat lebih dari satu untuk
menjaga terhadap bahaya kehilangan atau
kebakaran.
Menyusun Catatan-Catatan
Kontrak

Lanjutan...

6. Catatan-catatan administrasi kontrak sebagai


berikut:
•Catatan hasil perundingan setelah
penawaran/perundingan.
•Pengusulan dari penyedia jasa yang menang
tender.
•Dokumen-dokumen evaluasi penawaran.
•Catatan-catatan rapat sebelum penawaran
/perundingan
•Addenda.
•Permintaan penawaran-penawaran.
•Lingkup dokumen permulaan.
•Jadwal penyusunan kontrak.
•Rencana kontrak.
Menyusun Catatan-Catatan
Kontrak

Lanjutan...

7. Pelihara 1 (satu) set gambar-gambar kontrak


yang diberikan pada waktu pelulusan pekerjaan.
8. Jauhkan penyedia jasa dari barang-barang
rahasia pengguna jasa. Ini termasuk estimasi
harga, penawaran lain dan dokumen pembelaan
klaim.
9. Cegah godaan untuk memberikan kepada
setiap orang salinan semua dokumen.
10. Pelihara jejak data komputer seteliti mungkin.
Pengunaan sandi sandi pengamanan dan cara
pengawasan lain.
Menyusun Catatan-Catatan
Kontrak

Catatan-catatan kontrak harus ditetapkan bukan saja terhadap


kejadian-kejadian yang diduga tetapi juga kebutuhan-
kebutuhan potensial lainya seperti :
• Untuk menjalin pemenuhan teknis
dan komersial oleh kedua pihak
• Untuk maksud-maksud audit
kontrak
• Untuk mengawasi korespondensi
• Pengawasan perubahan
• Melakukan pembayaran termijn
• Untuk pengawasan mutu
• Melakukan pembayaran akhir
• Pengoperasian fasilitas yang telah
selesai
Contoh Klaim Konstruksi di
Indonesia

1. Sebuah proyek pembangunan Ruko di daerah


BSD (Bumi Serpong Damai) dengan kontrak
lumpsum diberikan kepada Penyedia Jasa A.
Proyek ini harus selesai pada bulan Desember
2006. Pada saat pekerjaan galian untuk pondasi
dilakukan ternyata terjadi bencana banjir yang
mengakibatkan tanah yang sudah di gali kembali
menutup lubang – lubang galian. Sehingga
Penyedia Jasa harus mengulang pekerjaan
tersebut dari awal setelah banjir itu surut.
Contoh Klaim Konstruksi di
Indonesia

Berdasarkan hal tersebut maka Penyedia


Jasa tersebut mengajukan klaim
perpanjangan waktu dan tambahan biaya
sebagai berikut:
1.Klaim Perpanjangan Waktu
a. Tambahan waktu untuk mengulang
pekerjaan galian.
b. Tambahan waktu untuk pekerjaan lain
akibat tertundanya pekerjaan galian
tersebut.
Contoh Klaim Konstruksi di
Indonesia

2. Klaim Tambahan Biaya


a. Tambahan biaya karena waktu pelaksanaan berubah
b. Sewa tambahan alat – alat berat untuk mempercepat
pekerjaan
c. Biaya tambahan untuk operator alat berat

Oleh karena klaim – klaim tersebut didukung data yang


akurat, hampir seluruhnya diterima dan dibayarkan oleh
Pengguna Jasa. Ditambah dengan klaim – klaim lain, seluruh
klaim yang berdasarkan data yang akurat seluruhnya diterima.
Dan akhirnya proyek tersebut selesai tepat waktu yaitu pada
bulan Juni 2007 sesuai dengan kesepakatan yang dibuat.
Contoh Klaim Konstruksi di
Indonesia

2. Pengguna Jasa dari suatu komplek


industri yang sedang dibangun, baru-baru
ini mengirimkan seorang insinyur mesin
mengikuti seminar 3 hari mengenai teknik
pemeriksaan pengelasan. Ketika pulang,
dengan penuh antusias mengenai
inspeksi radiografi untuk mengetahui
cacat pengelasan, dia merubah spesifikasi
untuk proses penanaman pipa uap tepat
setelah Penyedia Jasa melaksanakan
pekerjaan tersebut.
Contoh Klaim Konstruksi di
Indonesia

Karena pemeriksaan dilakukan oleh


perusahaan lain yang disewa Pengguna
Jasa tidak ada perubahan pekerjaan.
Setelah beberapa bulan bekerja, Penyedia
Jasa yang memasang pipa mengajukan
klaim sebesar Rp.2.000.000.000,- sebagai
tambahan kompensasi karena inefisiensi
dan campur tangan disebabkan kenaikan
proses pengawasan.
Contoh Klaim Konstruksi di
Indonesia

Singkatnya klaim tersebut sebagai berikut :


a. Spek asli hanya minta pemeriksaan
pengelasan secara visual namun inspeksi
periodik dengan X-Ray menyebabkan
pengelasan pipa terhenti pada saluran
terbuka karena tukang las takut kena radiasi.
Contoh Klaim Konstruksi di
Indonesia

b. Banyak pengelasan ditolak dan harus


diulang dan jadual bertambah hingga
musim dingin yang mengakibatkan
inefisiensi dalam pengelasan.
c. Tambahan pengelasan karena ditolak
membutuhkan tambahan empat tukang
las. Karena tukang las yang berkualitas
sangat sulit di lokasi pekerjaan, perlu
biaya tambahan untuk mendatangkan dari
luar, melatih atau mengganti tukang las
lainnya.
Contoh Klaim Konstruksi di
Indonesia

3. Sebuah kontrak unit price dimenangkan


oleh Penyedia Jasa listrik untuk
pembangunan pusat listrik.
Gambar berubah mengenai saluran kabel
bawah tanah dan rute/jalannya kabel
yang ditetapkan secara tiba-tiba ketika
tarikan kabel dimulai dalam pabrik.
Contoh Klaim Konstruksi di
Indonesia

Perubahan berdampak pada penambahan


panjang kabel yang ditanam hanya
sebanyak 10% dari perkiraan asli dan
Penyedia Jasa dibayar berdasarkan unit
price untuk penambahan ini.
Contoh Klaim Konstruksi di
Indonesia

Akan tetapi Penyedia Jasa tetap


mengajukan klaim sebagai kompensasi
diatas jumlah tersebut diatas untuk
memperhitungkan :
a. in-efisiensi dalam operasi. Jika kabel
diukur, dipotong, ditarik dan kemudian
dikeluarkan lagi dan dibuang karena revisi
Gambar perubahan ukuran kabel dan
rute.
Contoh Klaim Konstruksi di
Indonesia

b. In-efisiensi dalam pembelian dan


pemotongan kabel, karena Penyedia Jasa
tidak dapat merencanakan penggunaan
kabel sampai kepada panjang potongan
kabel maksimum dari standar gulungan
kabel yang dibeli.
c. Demobilisasi, waktu tunggu, dan
remobilisasi dan angkatan kerja dari satu
tempat ketempat lain dari pabrik karena
perubahan gambar kenyataan.
Sekian...

Terima kasih
Sesi 1 pertanyaan

1. Apa yang dimaksud dengan value


engineering? Dan apa yang dihasilkan
dari rapat value engineering? Ramadini
2. Jelaskan bagaimana pembayaran termin
diukur dan cara pembayarannya? Niswah
3. Data apa saja yang harus diajukan
penyedia jasa agar klaim nya diterima?
Setiawan
Sesi 2

1. Berapa lama tenggang waktu yang wajar


dalam pengembalian dalam pengajuan
dokumen oleh pengguna jasa apabila
terjadi klaim? Maretha
2. Hal hal apa saja yang biasanya dijadikan
acuan value engineering dan apa
bedanya value engineering dg inovasi?
Rizky dwi
3. Audit kontrak seperti apa? Deby p