You are on page 1of 39

BLOK 2.

2 NEUROPSIKIATRI
MODUL 1
DIAGNOSIS GANGGUAN KESADARAN
KELOMPOK 6
Aiman Kamila
Aisyah Nita Yasmin
Ari Iqzar
Farid Husaini
Muhammad Naufal Arif
Nadia Alkhalifa
Rayya Trianda
Rosdina Permata Kasih
Siti Safura
Sofwatul Marfiyah
MODUL 1
DIAGNOSIS GANGGUAN KESADARAN

Skenario 1: Sadar Berwaktu


Tn. D, 47 tahun diantar keluarga nya ke IGD Cut Meutia dengan keluhan utama penurunan
kesadaran, Anamnesis dilakukan secara Alloanamnesis. Dua hari Sebelum Masuk Rumah Sakit
(SMRS), pasien mengeluhkan demam dengan suhu yang tidak terlalu tinggi dan terus menerus.
Pasien juga mengeluhkan sesak nafas dan disertai dengan batuk yang tidak berdahak. Dua puluh
empat jam SMRS, pasien kemudian mengeluhkan nyeri kepala berat seperti ditusuk-tusuk
dengan Numeric Pain Scale 5-6 dan berkurang dengan beristirahat. Lima jam SMRS pasien
terbangun, namun 3 jam kemudian pasien kembali mengeluhkan nyeri kepala hebat dengan
Numeric Pain Scale 8-9. Satu jam SMRS pasien kemudian marah-marah pada keluarga tanpa
sebab, gelisah (+) dan berteriak teriak tanpa sebab. Bicara pelo dan wajah merot disangkal. Tiga
puluh menit SMRS pasien berjalan ke kamar mandi dan terjatuh karena lemas dan tak sadarkan
diri. Oleh keluarga pasien dibawa ke RS. Kelemahan anggota gerak (-), kejang (-), muntah (-),
kesemutan/baal (-), BAB dan BAK (+). Pasien mempunyai riwayat hipertensi dikeluarga nya,
merokok (+) dan jarang olahraga.
Bagaimana anda menjelaskan penyakit yang dialami oleh pasien tersebut di atas?
4/28/19 2
Jump 1 : Terminologi

1. NPS(Numeric Pain Scale) : pengukuran intensitas nyeri


2. Bicara pelo : keadaan dimana seseorang mengalami gangguan
bicara misalnya cadel (kurang jelas)

4/28/19 3
Jump 2 & 3 ( Rumusan Masalah & Hipotesa )
1. Mengapa pasien tersebut mengalami penurunan kesadaran ?
Jawab : - adanya gangguan neurologis dan masalah sirkulasi maupun karena bebearpa
penyakit seperti stroke,encephalitis,dll.
- adanya gangguan ARAS (Ascending Reticular Activating System)
2. Apa yang menyebabkan 3 jam SMRS, pasien mengalami sakit kepala hebat?
Jawab : sakit kepala bisa disebabkan karena infeksi,peradangan otak, tumor, dll
• Primer  struktur kepala sensitive
• Sekunder  rasa sakit aktif akibat suatu penyakit
3. Mengapa 2 hari SMRS pasien mengalami demam tidak tinggi,terus-menerus, sesak
napas, dan batuk tidak berdahak ?
Jawab : merokok infeksi dan iritasi pada lumen bronkus menebal, otot polos bronkus
4/28/19
kontraksihipertrofi kelenjar mukus,edema dan inflamasi demam berulang 4
4. Apa yang menyebabkan pasien jatuh dan tidak sadarkan diri?
Jawab : mengalami gangguan kesadaran tingkat koma ataupun semikoma
5. Bagaimana interpretasi dari NPS ?
1-3nyeri ringan
4-6 nyeri sedang
7-10nyeri berat
6. Mengapa Tn. D marah-marah tanpa sebab ?
Jawab : adanya respon tingkah laku terhadap nyeri yang dirasakan sehingga diungkapkan
melalui ekspresi wajah, gerak tubuh,vokalisasi, maupun tingkah laku
7. Apakah gejala pada pasien dapat menyebabkan stroke ?
Jawab : ya, bisa karena riwayat hipertensi pasien dapat merusak pembuluh darah di otak
 stroke
4/28/19 5
8. Apa ada hubungan hipertensi dengan riwayat merokok ?
Jawab : merokok  lonjakan langsung dalam pembuluh darah serta meningkatkan kadar darah
sistolik
Nikotin sisitem saraf melepaskan zat kimia  penyempitan pembuluh darah tekanan darah
meningkat
9. Bagaimana penatalaksanaan stroke ?
Jawab : - Stabilitas pasien
- EKG, Rontgen Thorax
- Anamnesis tegak diagnosis
- Pemeriksaan Fisik  CT Scan kepala atau MRI
- Pemeriksaan Cairan LCS
10. Apa saja tingkat-tingkat kesadaran ?
Jawab : - Kuantitatif  GCS
4/28/19 6
- Kualitatif  Compos mentis, Apatis, Delirium, Somnolen, Soporous, Koma
Jump 4 : Skema
Sistem Saraf Pusat

Trauma Radang

Stroke Gangguan Ensefalopati


Vaskular

Kesadaran,koma, Dan
Mati Batang Otak

4/28/19 7
Jump 5 : Learning Objective
1. Kesadaran, Koma,dan Mati Batang Otak
2. Trauma Sistem Saraf Pusat
3. Radang Sistem Saraf Pusat
4. Stroke dan Tatalaksananya(Gangguan Vaskularnya)
5. Ensefalopati

4/28/19 8
1. Kesadaran,koma,dan Mati Batang Otak
Proses Kesadaran
• Interaksi yang sangat kompleks dan terus-menerus
secara efektif antara hemisfer otak, formatio
retikularis serta semua rangsang sensorik yang masuk
• Jaras kesadaran berlangsung secara multi sinaptik dan
akan menggalakkan inti (neuron di formatio
retikularis) untuk selanjutnya mengirimkan impuls ke
seluruh korteks secara difus dan bilateral
4/28/19 9
ARAS (Ascending Reticular Activating System)
• Merupakan suatu rangkaian sistem dari serabut-serabut aferen
dalam formatio retikularis (dari kaudal berasal dari medula
spinalis menuju rostral yaitu diensefalon melalui brain stem)

ARAS

cerebellum
pons

Medula spinalis

4/28/19 10
Tingkat kesadaran
1. Sadar (compos mentis): respon yang baik/penuh
terhadap rangsangan dari dalam maupun dari luar
2. Somnolen: keadaan mengantuk, kesadaran dapat
pulih penuh bila dirangsang
3. Stupor (sopor):kantuk yang dalam, dapat
dibangunkan dengan rangsang yang kuat, namun
kesadarannya segera menurun lagi
4. Koma: tidak sadar sepenuhnya dan tidak berreaksi
terhadap rangsang internal maupun external
4/28/19 11
Gangguan kesadaran

Dapat dibagi menjadi 2, yaitu:


1.Gangguan pada ARAS dan kedua hemisfer cerebri
(somnolen, stupor, coma)
2.Gangguan pada pusat kognitif, dimana gangguan ini
lebih mempengaruhi fungsi mental, ekspresi,
psikologis, melibatkan sensasi, emosi dan proses
berpikir (confusion, delirium, ilusi, halusinasi)
4/28/19 12
KOMA

• Efek langsung pada batang otak : stroke


batang otak, trauma
• Efek kompresi pada batang otak : tumor,
abses, perdarahan intraserebral, subdural
maupun epidural

4/28/19 13
Patofisiologi Koma
Korteks Serebri
Gangguan
Sistem aktivasi
Atau Retikuler ascending
lesi Serabut penghubung

Perubahan kesadaran global


4/28/19 14
Penyebab koma
Intrakranial
1. Traumatik: epidural hemorrhage, subdural, intracranial
hemorrhage
2. Infeksi: subdural empyema, brain abscess, meningitis
bakterial dan fungal, viral encephalitis
3. Neoplasma: primer, metasstase
4. Vaskular: infark, intracerebral hemorrhage

4/28/19 15
Penyebab koma
Metabolik
1. Gangguan asam-basa dan elektrolit: hyper/hyponatremia,
hyper/hypokalemia, hypermagnesia, hyperkalsemia
2. Penyakit endokrin: DM, hyperosmolar ninketotik, chusing’s
syndrome
3. Koma hepatikum
4. Koma uremikum
5. Ensefalopati anoksia: obstruksi jalan nafas, cardiac arrest, pulmonary
disfunction
6. Defisiensi vitamin: thiamine, niasin
7. Racun dan Intoksikasi: alkohol, heroin, barbiturat, organic solvent
4/28/19 16
Penatalaksanaan
Setiap pasien koma dikelola menurut pedoman:
• Airways : bebaskan jalan nafas  cek saturasi oksigen
• Breathing : beri bantuan nafas
• Circulation : menjaga tekanan darah
• Hentikan kejang jika terjadi kejang
• Periksa keseimbangan cairan pasang kateter
• Pemasangan pipa NGT (nasogastric tube)

4/28/19 17
Mati Batang Otak
Mati batang otak adalah hilangnya seluruh fungsi otak, termasuk fungsi batang otak
secara irreversible.
Ada tiga tanda utama manifestasi kematian batang otak:
• Koma dalam: (tidak adanya respon motoric serebral terhadap rangsang nyeri di
seluruh ekstremitas dan penekanan di supraorbital).
• Hilangnya seluruh reflex batang otak
• Apnea
Seorang pasien yang telah ditetapkan mengalami kematian batang otak berarti
secara klinis dan legal-formal telah meninggal dunia. Hal ini dituangkan dalam
pernyataan IDI tentang Mati dalam SK PB IDI No.336/PB IDI/a.4 tertanggal 15 Maret
1988 yang dinyatakan bahwa seorang dikatakan mati, bila fungsi pernafasan dan
jantung telah berhenti secara pasti atau Irreversible atau terbukti telah terjadi kematian
4/28/19 18
2. Trauma Sistem Saraf Pusat

Trauma Kapitis : Cedera Kepala (Head Injury)


Trauma Medula Spinalis

4/28/19 19
Trauma Kapitis
Penyebab :
1. Benturan
• Statis
• Dinamis
2. Penetrasi
• Luka tusuk
• Luka tembak
3. Efek samping tindakan persalinan

4/28/19 20
Patofisiologi

A. Efek segera pada kepala


1. Kerusakan struktur kepala
• Kulit  robek
• Batok  fraktur
- Depresi
- Kominute
- Linear
- Diastasis
• Duramater  robek
• Otak  memar, perdarahan
4/28/19 21
2. Terhadap tekanan intrakranial
Peninggian TIK sesaat, Tergantung beratnya benturan
 Tekanan < 1000 mm
 Tekanan 1000-2000 mm
 Tekanan > 2000 mm
3. Efek gaya
• Kerusakan akson
• Polar Injury
• Robeknya vena
4/28/19 22
B. Sekuele Dini Intra Kranial
Perobahan dinamis krn adanya hematom
C. Sekuele Dini Sistemik

Kerusakan otak

Perobahan struktur

Perobahan dinamis

Perobahan metabolisme

4/28/19
Hilangnya fungsi 23
D. Sekuele Intra Kranial Lanjut
Berupa komplikasi :
 Hipertensi intra kranial
 Spasme pemb. darah
 Deregulasi serebro vaskuler
 Infeksi intra kranial
 Epilepsi
E. Sekuele Sistemik Lanjut
 Perubahan tek.darah
 Perobahan keseimbangan cairan

4/28/19
Perdarahan GIT 24
KLASIFIKASI

Kontusio Serebri

Epidural Hematom

Subdural Hematom

4/28/19 25
TRAUMA MEDULA SPINALIS
Pedoman :
1. Berat lesi MS tidak berhubungan erat dengan derajat
deformasi tulang. Tapi ditentukan oleh beratnya
ganguan fungsi sistem saraf
2. Tindakan ditempat kejadian (kecelakaan) dan metode
transportasi berpengaruh besar terhadap prognosa
3. Trauma MS harus dicurigai pada setiap kecelakaan.
pada penderita yang menurun kesadarannya
4/28/19 26
Tingkatan Lesi MS
• Konkusio : gejala ringan dan membaik dalam 6 jam
dan sembuh dalam 28-48 jam
• Kontusio :
– Lesi kompresive sirkuler dgn tekanan 400 mmHg
– Terjadi edema setelah 1 jam
– Ggn fungsi maksimal setelah 4 jam
• Perdarahan :  kompresif masif
4/28/19 27
Prinsip Perawatan
1. Immobilisasi vertebra
• Mencegah “displacement” agar lesi tidak lebih berat
• Terutama dalam 24 jam
• Fiksasi eksterna atau operative (dekompresi)
2. Pemberian Obat-obatan
• Memperbaiki mikrosirkulasi
• Anti oedema

4/28/19 28
3. Radang Sistem Saraf Pusat
Meningitis
Meningitis  Radang pada selaput otak
Rute infeksi:
1. Kontak langsung
2. Hematogen
3. Perkontinuitatum  perluasan langsung dari infeksi sinus paranasalis, mastoid,
absess otak
4. Thrombophlebitis
5. Liquor ( lumbal punksi)

Penyebab : bakteri, virus, jamur, spirokhaeta, parasit, ricketsia


4/28/19 29
Ensefalitis
Ensefalitis  Radang pada jaringan parenkim otak
Patogenesis :
Virus masuk kedalam tubuh manusia  sistem limfatik aliran darah 
organ
Ensefalitis dapat diklasifikasikan menjadi :
1. Ensefalitis virus akut
2. Ensefalitis batang otak
3. Ensefalitis fokal kronik

4/28/19 30
Myelitis
Myelitis Radang pada medula spinalis
Gejala :
• Gangguan sensorik
• Gangguann motorik
• Gangguan miksi dan defekasi
Abses Otak
Abses Otak  Radang supuratif lokal jaringan otak
Penyebab : Infeksi bakteri atau jamur yang masuk kedalam jaringan otak
Gejala : Pusing hebat, mual muntah, demam tinggi, menggigil, kejang kejang dan
4/28/19
penurunan kemampuan merasakan sensasi, menggerakkan otot, atau bericara 31
Stroke dan Tatalaksananya (Gangguan Vaskularnya )

Stroke adalah kerusakan jaringan otak yang disebabkan karena


berkurangnya atau terhentinya suplai darah secara tiba-tiba sehingga
jaringan otak mati dan tidak berfungsi.
Klasifikasinya :
• Stroke Iskemik
Karena terjadi arteriosklerosis / darah terlalu kental -> pembuluh
darah otak tersumbat (karena lepasnya bekuan darah dari lokasi lain)
• Stroke Hemoragik
Karena pecahnya pembuluh darah akibat dinding pembuluh atau
anomali2 bawaan pada usia muda
Penyebab
• Pada kasus stroke remaja (faktor genetika / keturunan)
• Pembuluh darah rapuh, mudah pecah, kelainan
• Sistem darah (hemofilia, thalassemia)
• Malas olah raga & bergerak
• Banyak minum alkoholSering makan makanan dengan kadar kolesterol jahat
(Low Density Lipoprotein) yang tinggi. Misal : junk food, fast food
• Merokok
• Pengunaan narkotika & zat aditif
• Kurang istirahat
• Stress berkepanjangan
Gejala
• Separuh badan terasa tebal, kesemutan, panas seperti terbakar
• Mulut mencong ke kiri / kanan
• Lidah mencong jika dijulurkan
• Bicara pelo / tidak jelas
• Sulit berkata-kata
• Sulit berjalan / berjalan dengan langkah kecilKelompak mata sulit dibuka
• Gerakan tidak terkoordinasi
• Mendadak lumpuh setengah badan (kiri / kanan)
• Mendadak pingsan atau koma
Pengobatan
1. Penyembuhan dengan obat-obatan di RS, kontrol ketat agar
kolesterol jahat turun / tidak naik. Dilarang makan yang memicu
terjadnya serangan stroke (misal : garam, junk food) yang memicu
hipertensi
2. Fisioterapi. Latihan otot untuk mengembalikan fungsi otot & fungsi
komunikasi.
Bila fisioterapi tidak dijalani maka terjadi kelumpuhan permanen
pada anggota tubuh yang mengalami kelumpuhan. Kesembuhan
penderita stroke : bervariasi tergantung kedisiplinan penderita & terapi
5. ENSEFALOPATI
Ensefalopati adalah kelainan atau penyakit otak. Istilah
ini mengacu pada berbagai disfungsi otak. Cakupan
ensefalopati juga sangat luas, bisa berupa kerusakan
otak yang bersifat sementara, kambuhan, atau bahkan
permanen.

4/28/19 36
Istilah ensefalopati biasanya diikuti oleh kata lain yang menunjukkan penyebab
dari kelainan otak tersebut. Beberapa jenis ensefalopati berdasarkan penyebabnya:
• Ensefalopati hepatik, yaitu ensefalopati akibat kelainan fungsi hati
• Ensefalopati uremik, yaitu ensefalopati akibat gangguan fungsi ginjal
• Ensefalopati hipoksia, yaitu ensefalopati akibat kekurangan oksigen pada otak
• Ensefalopati wernicke, yaitu ensefalopati akibat kekurangan zat tiamin (vitamin
B1), biasanya pada orang yang keracunan alkohol
• Ensefalopati salmonela, yaitu ensefalopati yang diakibatkan bakteri Salmonella
penyebab sakit tipus.

4/28/19 37
Karena otak adalah pusat persarafan seluruh tubuh, penyakit atau kelainan
pada otak memiliki gejala berupa gangguan saraf.
Gejala tersebut antara lain:
• Pingsan, penurunan kesadaran
• Penurunan fungsi pengetahuan (kognitif)
• Perubahan kepribadian
• Kejang
• Perubahan pola pernapasan
• Gangguan penglihatan
• Kelemahan anggota gerak tubuh.
4/28/19 38
4/28/19 39