You are on page 1of 8

(Team Etika Keperawatan 2018)

Pola Hubungan Kerja Perawat (Hasyim, dkk, 2012)

Kolaborasi adalah istilah umum yangsering digunakan untuk


menggambarkan suatu hubungan kerja samayang dilakukan pihak
tertentu. Dalam praktek keperawatan, kolaborasi dapat diartikan
hubungan kerja sama antara perawat dengan tim kesehatan lain
untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada pasien.
Perawat dan tim kesehatan bekerja saling ketergantungan dalam
batas-batas lingkup praktek dengan berbagi nilai-nilai dan
pengetahuan serta respek terhadap orang lain yang berkontribusi
terhadap perawatan individu, keluarga dan masyarakat. Suatu
pelayanan dikatakan bermutu apabila memberikan kepuasaan pada
pasien. Kepuasaan pada pasien dalam menerima pelayanan kesehatan
mencakup beberapa dimensi. Salah satunya adalah dimensi
kelancaran komunikasi antara petugas kesehatan dengan pasien. Hal
ini berarti, pelayanan kesehatan bukan hanya berorientasi pada
pengobatan secara medis saja melainkan juga berorientasi pada
komunikasi yang sangat membantu pasien dalam proses
penyembuhan.
Dasar hubungan antaraperawat dengan pasien adalah hubungan yang saling
menguntungkan (mutual huminity). Hubungan yang baikantara perawat dan
pasien terjadi apabila:
1. Terdapat rasa saling percaya antara perawat dan pasien
2. Perawat benar-benar memahami tentang hak-hak pasien dan harus
melindungi hak tersebut, salah satunya hak untuk menjaga privasi pasien
3. Perawat harus sensitive terhadap perubahan-perubahan yang mungkin
terjadi pada pribadi pasien yang disebabkan oleh penyakit yang
dideritanya, antara lain kelemahan fisik dan ketidakberdayaan
4. Perawat harus memahami keberadaan pasien atau klien sehingga
dapatbersikap sabar dan tetap memperhatikan pertimbangan etis dan
moral
5. Dapat bertanggungjawab dan bertanggung gugat atas segala resiko
yang mungkin timbul selama pasien dalam perawatan
6. Perawat sedapat mungkin berusaha untuk menghindari konflik antara
nilai-nilai pribadinya dan nilai pribadi pasien dengan cara membina
hubungan yang baik antara pasien, keluarga dan teman.
Perawat dalam menjalankan tugasnya harus dapat membina
hubunganbaik dengan semua perawat yang berada di lingkungan
kerjanya. Dalammembina hubungan tersebut, sesama perawat
harus terdapat rasa saling menghargai dan tenggang rasa yang
tinggi agar tidak terjebak dalam sikapsaling curiga dan benci.
Perawat dan teman sejawat selalu menunjukkan sikap memupuk
rasa persaudaraan dengan silih asuh, silih asih, silih asah.
1. Silih asuh artinya sesama perawat diharapkan saling membimbing,
menasihati, menghormati, dan mengingatkan bila sejawat
melakukan kesalahan atau kekeliruan.
2. Silih asih artinya setiap perawat dalam menjalankan tugasnya
diharapkan saling menghargai satu sama lain, saling kasih
mengasihi sebagai anggota profesi, saling bertenggang rasa dan
bertoleransi yang tinggi sehingga tidak terpengaruh oleh hasutan
yang dapat membuat sikap saling curiga dan benci.
3. Silih asah artinya perawat yang merasa lebih pandai/tahu dalam
hal
ilmu pengetahuan diharapkan membagi ilmu yang dimilikinya
kepada rekan sesama perawat tanpa pamrih.
Dalam melaksanakan tugasnya, perawat tidak dapat
bekerja sama tanpa berkolaborasi dengan profesi
lain. Profesi lain tersebut diantaranya adalah
dokter, ahli gizi, ahli farmasi, tenaga laboratorium,
tenaga rontgen dan sebagainya. Dalam
menjalankan tugasnya, setiap profesi dituntut
untuk mempertahankan kode etik profesi masing-
masing. Kelancaran tugas masing-masing profesi
tergantung dari ketaatannya dalam menjalankan
dan mempertahankan kode etik profesinya. Bila
setiap profesi telah dapat saling menghargai, maka
hubungan kerjasama akan dapat terjalin dengan
baik, walaupun pada pelaksanaannya sering juga
terjadi konflik-konflik etis.
Terbinanya hubungan kerja yang baik antara perawat
dengan institusi
tempat bekerja, dapat dicapai dengan memperhatikan hal-
hal sebagai
berikut:
1. Menanamkan nilai dalam diri perawat bahwa bekerja
itu tidak sekedar mencari uang, tapi juga perlu hati
yang ikhlas
2. Bekerja juga merupakan ibadah, yang berarti bahwa
hasil yang diperoleh dari pekerjaan yang dilakukan
dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung
jawab akan dapat memenuhi kebutuhan lahir dan
batin.
3. Tidak semua keinginan individu perawat akan
pekerjaan dan tugasnya dapat terealisasi dengan baik
sesuai dengan nilai-nilai yang ia miliki.
4. Upayakan untuk memperkecil terjadinya
konflik nilai dalam melaksanakan tugas
keperawatan dengan menyesuaikan situasi dan
kondisi tempat kerja
5. Menjalin kerjasama dengan baik dan dapat
memberikan kepercayaan kepada pemberi
kebijakan bahwa tugas dan tanggung jawab
keperawatan selalu mengalami perubahan
sesuai IPTEK
sekian