You are on page 1of 51

 Deskripsi singkat

 Tujuan Pembelajaran
 Pokok bahasan dan Sub pokok bahasan
 Metode Pembelajaran
 Media dan Alat Bantu
 Langkah Langkah Pembelajaran
 Uraian Materi
 Referensi
 Lampiran :Latihan Kasus
• Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang menular,
disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis.
• Penularan melalui udara, sumber penularan adalah
pasien TB yang dahaknya mengandung kuman TB.
• Materi Program Penanggulangan TB berisi target dan
strategi nasional penanggulangan TB terutama
elimanasi TB tahun 2030 dan Indonesia bebas TB tahun
2050.
• Perlu penguatan manajemen program TB, secara
komprehensif dan terintegrasi untuk peningkatan akses
yang bermutu,
A. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU):
Setelah menyelesaikan materi ini, peserta latih mampu
melakukan manajemen penanggulangan TB di Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
TUJUAN PEMBELAJARAN (Lanjutan)
B. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Setelah menyelesaikan materi ini, peserta latih mampu:
1. Menjelaskan pemetaan wilayah;

2. Melakukan perencanaan program Penanggulangan


TB;
3. Melakukan penggerakan Program Penanggulangan
TB
4. Melakukan Kegiatan Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi TB
5.Melakukan monitoring program Penanggulangan TB

6.Menjelaskan Indikator Program penanggulangan TB


TB di FKTP

7.Menjelaskan Pemantapan Mutu Laboratorium TB

8.Melakukan Evaluasi Program Penanggulangan TB


A. Pemetaan wilayah :
1. Peta wilayah
2. Data demografi
3. Jumlah kasus TB
4. Jumlah kader TB
5. Akses pelayanan kesehatan dari FKTP di
wilayahnya
B. Perencanaan program Penanggulangan TB :
1. Strategi Penemuan kasus
2. Target
3. Logistik
4. Sarana dan Prasarana
5. Sumber Daya Manusia (SDM)
6. Rencana Kerja (POA)

C. Penggerakan Program penaggulangan TB


1. Jejaring Penyedia Layanan
2. Jejaring Layanan
POKOK BAHASAN DAN
SUB POKOK BAHASAN (LANJUTAN)

D. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi TB


1. Pilar Pilar PPI
2. Pelaksanaan PPI

E. Monitoring Penanggulangan TB :
1.Pencatatan
2.Pelaporan
3.Monitoring
 F.Indikator Program Penanggulangan TB di FKTP:
1.Jenis dan kegunaan Indikator P2 TB
2.Analisis Indikator

 G.Pemantapan Mutu Laboratorium TB :


Mikroskopis dan TCM

 H. Evaluasi Program Penanggulangan TB


1.Curah pendapat

2.CTJ

3.Diskusi Kelpompok

4.Latihan Kasus
1.Komputer
2.LCD
3.Flipchard
4.White Board
5.Spidol
6.Pedoman Latihan Kasus
7.Bahan Tayang
8.Modul MI.3
Pokok Bahasan 1: Pemetaan Wilayah
1. Peta wilayah
 Peta wilayah adalah gambaran situasi epidemiologi TB
di suatu wilayah kerja puskesmas.

 Setiap Puskesmas wajib membuat pemetaan tersebut


per desa/kelurahan/kampung/dusun dalam bentuk peta
buta .
Pokok Bahasan 1: Pemetaan Wilayah (Lanjutan)
2. Data Demografi
Informasi yang bersifat dinamis berupa konfigurasi
kependudukan di suatu wilayah kerja, memuat
karakteristik:
• jumlah penduduk,
• jenis kelamin,
• usia,
• pendidikan, dan
• pekerjaan.
Pokok Bahasan 1: Pemetaan Wilayah (Lanjutan)
3. Jumlah Kasus TB
Hasil kegiatan satu tahun, terdiri dari pasien TB dewasa
dan anak, berisi:
• pasien TB terkonfirmasi bakteriologis,
• pasien TB terdiagnosis secara klinis,
• kasus TB yang diketahui status HIV
• kasus TB dengan komorbid DM/ penyandang DM,
• pasien TB ekstraparu.
URAIAN MATERI (LANJUTAN)

Pokok Bahasan 1: Pemetaan Wilayah (Lanjutan)


4. Jumlah Kader TB
• Kader TB adalah komunitas yang berasal dari
masyarakat dalam wilayah kerja puskesmas.
• Diberdayakan setelah mendapat pelatihan tentang,
penyakit TB, dilakukan oleh Puskemas, UKBM, LSM
(Aisyiyah, PPTI, LKNU, dan lain-lain).
• Tugas kader: perpanjangan tangan petugas puskesmas
dalam menemukan terduga TB, dan menjadi Pengawas
Menelan Obat (PMO).
Pokok Bahasan 1: Pemetaan Wilayah (Lanjutan)
5. Akses Pelayanan Kesehatan dari FKTP di Wilayah
nya
 Jarak tempuh: jarak yang akan ditempuh dalam
melaksanakan aktif masive ,investigasi
kontak,pelacakan pasien mangkir baik pada saat
terduga maupun sedang menjalani pengobatan TB
Pokok Bahasan 2: Perencanaan program Penanggulangan
TB
1.Strategi Penemuan Kasus

a.Penemuan pasif intensif dan aktif masive

b.Kerja sama mulisektoral dengan dikoordiner oleh Camat.

c.Kerja sama lintas Program dibawah koordinasi kepala


puskesmas
d.Penguatan Monitoring dan evaluasi :

 Penemuan kasus > 90 % ,angka keberhasilan pengobatan >


90 %

 Dari total penemuan kasus dilakukan investigasi kontak >


90%
2.Target

• Keberhasilan program penanggulangan


TB ditandai dengan tercapainya sasaran
yang telah direncanakan berdasarkan
evidence based data (data epidemiologi).

• Target, ditentukan dengan metode


modeling secara nasional,

• Dinas kesehatan kab kota akan merinci


target per puskesmas berdasarkan
populasi penduduk diwilayah kerja nya
Pokok Bahasan 2: Melakukan perencanaan
program Penanggulangan TB (Lanjutan)
3. Logistik
 OAT dan Non OAT bagi pasien TB SO dan TB RO

 OAT untuk pencegahan TB dan IPT TB HIV

 Larutan Tuberkuline

 Sarana dan alat laboratorium

 Format Pencatatan Pelaporan


Keterangan :
• OAT untuk TB sensitif obat disediakan dalam bentuk
paket Kombinasi Dosis Tetap (KDT).

• Pada awal pengobatan, setiap pasien disiapkan satu


paket OAT. Pada kondisi dimana berat pasien berubah,
paduan obat boleh dikemas ulang.

• OAT untuk TB resistan obat disediakan dalam bentuk


obat lepas sesuai dengan paduan obat yang ditentukan .
Menggunakan rumus sebagai berikut:
• OAT yang dibutuhkan = (Kb x Pp) + Bs – (Ss + Sp)

Keterangan:
• Kb = Perkiraan kebutuhan OAT perbulan (dalam satuan
paket)
Menghitung Kb adalah rata rata konsumsi perbulan
tahun lalu, atau
target yang akan dicapai pada tahun perencanaan.
• Pp = Periode perencanaan (dalam satuan bulan), mulai
saatperencanaan sampai OAT diterima
• Bs = Buffer stok (dalam satuan paket) = ...% x (Kb x Pp)

• Ss = Stok sekarang (dalam satuan paket)

• Sp = Stok dalam pesanan yang sudah pasti (dalam


Paket)
 Perhitungan kebutuhan obat pasien TB RO (MDR)
dihitung oleh kabupaten/kota.
Perhitungan Kebutuhan Obat PP INH Pada Anak

 Perkiraan jumlah INH yang dibutuhkan = perkiraan


anak < 5 tahun yang
terinfeksi (b) x 180 hari (6 bulan) x 1 tablet

Keterangan:
Rumus perkiraan jumlah anak < 5 tahun (a) = 30-
40% x jumlah pasien TB dewasa BTA (+) x 1 anak
Rumus perkiraan jumlah anak < 5 tahun yang
terinfeksi (b) = 90% x perkiraan jumlah anak < 5
tahun (a)
 S
4.SARANA DAN PRASARANA
Dalam memberikan tatalaksana TB yang baik diperlukan:
 Sistem ventilasi

 Ruangan sesuai standar PPI

 Sistem pembuangan limbah/K3

 Tempat mendahak (sputum booth)

 Cuci tangan (hands rub) dengan antiseptik.


5.SUMBER DAYA MANUSIA
• Setiap FKTP yang melakukan tatalaksana TB harus
mempunyai tenaga terlatih TB sbb:
– Dokter
– Paramedis (perawat/ bidan)
– Petugas laboratorium
• Kompetensi pelaksana dapat ditingkatkan melalui:
pelatihan, on the job training (OJT), workshop, studi
banding, dan lain-lain.
• Peningkatan kompetensi petugas dapat dibiayai dari
berbagai sumber : BOK,APBD,APPKD,LSM dll.
A. Jenis dan Jadual kegiatan:
1.Diluar gedung dengan melakukan aktif masif dengan
sasaran sebagai berikut :
a. Kontak dengan pasien TB terkonfirmasi bakteriologis
b. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)
c. Penyandang DM
d. Gizi buruk
e. Daerah kumuh
f. Populasi padat (pengungsi, imigran, lapas)
g. Daerah perbatasan
2. Didalam Gedung melakukan Pasif intensif , promotif aktif,
program TB terintegrasi dengan HIV, PTM, PAL, MTBS yang
sifatnya rutin.

3. Membuat jadwal kegiatan:


a. Di dalam gedung
b. Di luar gedung (kunjungan ke desa)
4. Penanggung jawab

5. Sumber dana

6. Evaluasi dengan menggunakan indikator program

7. Rencana Tindak Lanjut* (lihat di Modul)


URAIAN MATERI (LANJUTAN)

Pokok bahasan 3: Penggerakan Program


Penanggulangan TB
Penggerakan P2TB dilakukan bekerja sama dengan:

 Lintas program di puskesmas dilakukan dengan


pendekatan UKP antara lain DPM,klinik swasta,Lab
swasta,apotik swasta dengan penanggung jawab kepala
Puskesmas

 Dengan pendekatan UKM antara lain Kader Kesehatan


Posyandu PosTB Desa Posbindu.
 .
 Lintas sektor dilakukan dengan melibatkan
Kades/Lurah/Kepala Kampung,LSM,dll dengan
penanggung jawab Camat berkoordinasi dengan kepala
Puskesmas
 Dalam Rangka Penggerakan P2TB di FKTP
diperlukan jejaring Penyedia Layanan dan Jejaring
Layanan.

 Penyedia layanan adalah semua institusi atau


fasilitas kesehatan yang bisa memberikan
pelayanan penanggulangan penyakit TB
meliputi : Jejaring Kasus,Laboratorium, Logistik
,Pencatatan dan Pelaporan serta jejaring
Pembinaan.
Pokok Bahasan 4:
 Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
TB di FasyankesPilar-pilar PPI
1.Di dalam melaksanakan PPI terdapat
4 pilar yaitu:
Pilar pertama: Pengendalian manajerial
Pilar kedua: Pengendalian administratif
Pilar ketiga: Pengendalian lingkungan
Pilar keempat:Alat Pelindung Diri
2.Pelaksanaan PPI :Strategi penerapan PPI
adalah sebagai berikut:
a. Upaya menerapkan PHBS dan peningkatan

daya tubuh

b. Implementasi kebijakan pelaksanaan PPI TB di


FKTP
c. .
c.Tersedianya SPO tentang: alur semua pasien
batuk, alur pelaporan, dan surveilans.

d.Berfungsinya tim DOTS sebagai tim PPI.

e.Aplikasi program PPI secara komprehensif


e.Mengusulkan perbaikan dan menyempurnakan
desain ,manfaat sesuai PPI TB
f.Pemeliharaan sarana dan prasaran terkait PPI
TB.
g.Diseminasi informasi bagi semua tenaga terkait
pelayanan pasien TB.

a. .


h.Melakukan kajian di unit terkait penularan TB.
i.Melaksanakan promosi pelibatan masyarakat
terkait PPI TB
a. Melaksanakan Strategi TemPO.

b. Penyuluhan pasien mengenai etika batuk

c. Menyediakan tempat mendahak (sputum booth)


Melakukan kajian di unit terkait penularan TB.
i.Melaksanakan promosi pelibatan masyarakat
terkait PPI TB
a. Melaksanakan Strategi TemPO.

b. Penyuluhan pasien mengenai etika batuk

c. Menyediakan tempat mendahak (sputum booth


Pokok Bahasan 5 Monitoring P2 TB
 Monitoring adalah kegiatan yang dilakukan
secara periodik,setiap bulan .
 Tujuan:untuk melihat capaian/cakupan program
penanggulangan TB di FKTP.
 Hasil monitoring sebagai informasi bag pimpinan
untuk melakukan upaya perbaikan agar target
yang telah ditetapakan dapat tercapai .

 U
 Pokok Bahasan 6: Indikator P2TB
 1.Jenis Indikator.
Cakupan penemuan semua kasus TB (case
detection rate/CDR)
Angka notifikasi semua kasus TB (case
notification rate/CNR) yang ditemukan per
100.000 penduduk
Angka keberhasilan pengobatan pasien TB
semua kasus
2.Analisis Indikator

 Indikator harus dianalisis oleh FKTP secara


rutin ,bulanan,tahunan.

 Untuk menghitung Indikator menggunakan


rumus untuk lebih jelas lihat di modul
POKOK BAHASAN DAN
SUB POKOK BAHASAN (LANJUTAN)

F. Pemantapan Mutu Laboratorium TB


 Tujuan : Menjamin kualitas pemeriksaan MikroskopisTB dan
TCM

 Peserta : semua Faskes mikroskopis TB dan TCM termasuk


FKRTL

 Dilakukan rutin 4 kali setahun ( per triwulan) untuk


mikroskopis dan 1 Tahun sekali /2000 pemeriksaan untuk
TCM
 Formulir yang digunakan TB.12/ E TB .12 dan Form
kaliberasi .

 Alur uji silang lihat slide berikutnya


Alur uji silang mikroskopis TB sesuai gambar ::
G.Evaluasi Program penanggulangan TB :
 Tujuan : Menilai pencapaian tujuan dan
indikator
 Waktu pelaksanaan : satu kali dalam 6- 12
bulan
 Hasil evaluasi menjadi laporan tahunan di
FKTP/Puskesmas.
Langkah melaksanakan evaluasi program
penanggulangan TB adalah
1. Mengumpulkan data yang diperlukan untuk
menghitung indikator
2. Menghitung 3 indikator yang ditetapkan
3. Membandingkan capaian dengan target yang
ditetapkan
4. Menyajikan data dalam bentuk laporan
5. Melakukan analisis dari capaian (penyebab)
6. Menentukan rencana tindak lanjut

1) Permenkes TB nomor 67, tahun 2016
2) Strategi Nasional Penanggulangan TB, tahun 2016-
2019
3) RAN Sistem Informasi TB, tahun 2016-2019
4) Manual SIT
5) Manual e-TB Manager.