You are on page 1of 17

PENYUSUTAN

Disusun Oleh :
One Fajar Febriant142160064
Winda Dwi Susant 142160068
Ika Wulandari 142160069
Muhammad Khairil Azmi 142160071
Menurut PSAK No. 17 (2004.17.1)

“Penyusutan adalah alokasi jumlah suatu aktva yang


dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang
diestmasi”.

PENGERTIAN
PENYUSUTA
N Menurut Akuntansi Perpajakan terapan

“Proses alokasi sebagian harga perolehan aktva menjadi


biaya (costallocaton), sehingga biaya tersebut
mengurangi laba usaha”.
KEBIJAKAN PAJAK UNTUK PENYUSUTAN

Keadilan pajak (tax equity)

Kebijakan ekonomi

Administrasi
KARAKTERISTIK ASET YANG DAPAT
DISUSUTKAN
Pihak yang berhak
melakukan penyusutan
Digunakan dalam Your Picture Here
1. Pihak yang menggunakan
untuk kegiatan usaha
kegiatan usaha 2. Pemilik

Nilainya menurun Saat dilakukan


secara bertahap penyusutan
Umumnya saat digunakan

Dasar untuk melakukan


Aset berwujud dan penyusutan
asset tidak
1. Harga perolehan
berwujud 2. Harga penggantan
3. Revaluasi
PENYUSUTAN BERDASARKAN PERATURAN PERPAJAKAN
SAAT MULAINYA PENYUSUTAN

Undang-undang Pajak Penghasilan secara khusus dan eksplisit menetapkan saat


dimulainya penyusutan fiskal adalah pada bulan perolehan. Pengecualian dari ketentuan
ini hanya dapat terjadi karena hal-hal berikut:

Harta / aset yang masih dalam proses


pengerjaan

Harta / aset dalam usaha sewa guna usaha

Wajib Pajak yang mengajukan permohonan


kepada Dirjen Pajak
HARTA BERWUJUD KELOMPOK BUKAN BANGUNAN MENURUT
MASA MANFAAT

PENYUSUTAN Kelompok Bukan Bangunan Masa manfaat


Kelompok 1 4 Tahun
BERDASARKAN Kelompok 2 8 Tahun
PERATURAN Kelompok 3 16 Tahun
Kelompok 4 20 Tahun
PERPAJAKAN

PENGELOMPOKAN HARTA BERWUJUD HARTA BERWUJUD KELOMPOK BANGUNAN MENURUT MASA


MANFAAT
Kelompok Bangunan Masa manfaat

Bangunan Permanen 20 tahun

Bangunan Tidak Permanen 10 tahun


METODE PENYUSUTAN FISKAL

Mulai tahun 1995 diperkenankan memilih metode penyusutan


fiskal untuk aset tetap berwujud bukan bangunan, yaitu
metode saldo menurun ganda atau metode garis lurus.
PENYUSUTAN
TARIF PENYUSUTAN UNTUK ASET TETAP BUKAN BANGUNAN
BERDASARKA
Tarif Penyusutan
N PERATURAN Kelompok Bukan
Bangunan Metode Garis Lurus Metode Saldo Menurun
PERPAJAKAN Kelompok 1 25,00 % 50,00%
Kelompok 2 12,50 % 25,00%
METODE DAN TARIF
PENYUSUTAN FISKAL Kelompok 3 6,25 % 12,50%
Kelompok 4 5,00 % 10,00%

TARIF PENYUSUTAN UNTUK ASET TETAP BERUPA BANGUNAN

Kelompok Bangunan Tarif Penyusutan (Metode Garis Lurus )


Bangunan Permanen 5%
Bangunan Tidak Permanen 10%
PENYUSUTAN BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

“ Aset tetap dan akuntansi penyusutan diatur dalam Standar


Akuntansi Keuangan (SAK) didalam Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 16 tentang Aset Tetap dan

Aset Lain-lain , PSAK Nomor 17 tentang Akuntansi Penyusutan.

Your Picture Here


BIAYA PEROLEHAN
Jumlah kas/setara kas yang dibayarkan untuk
PENYUSUTAN memperoleh aset

BERDASARKAN MASA MANFAAT


Periode aset yang diharapkan digunakan perusahaan
STANDAR atau jumlah produksi yang diharapkan dari aset
AKUNTANSI
SAAT DIMULAINYA PENYUSUTAN
KEUANGAN Umumnya pada tahun pengeluaran atau pada tahun
aset selesai dikerjakan

DASAR PENYUSUTAN
Biaya perolehan awal, atau apabila dilakukan
revaluasi maka nilai setelah revaluasi

PENGUNGKAPAN
Perlu untuk mengungkapkan jumlah yang dapat
disusutkan yang dialokasikan dalam suatu periode
dan akumulasi penyusutan pada akhir periode
PENYUSUTAN BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
METODE PENYUSUTAN

Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan


waktu penggunaan kriteria lainnya
• Metode garis lurus • Metode jam jasa • Metode berdasarkan
• Metode pembebanan • Metode jumlah unit jenis dan kelompok
yang menurun produksi • Metode anuitas
(Metode jumlah • Metode persediaan
angka tahun dan
metode saldo
menurun ganda)
PERENCANAAN PAJAK UNTUK
PENYUSUTAN
PT. Abdi membeli asset tetap berupa mesin, dengan harga perolehan Rp 1.000.00.000. Mesin
tersebut dlam asset tetap kelompok 1 dan umur ekonomis aset empat tahun.

Metode Penyusutan
Tahun
Garis Lurus Saldo Menurun
1
250.000.000 500.000.000
2
250.000.000 250.000.000
3
250.000.000 125.000.000
4
250.000.000 125.000.000

Akum. Penyusutan 1.000.000.000 1.000.000.000


PERENCANAAN PAJAK UNTUK
PENYUSUTAN
Besar beban penyusutan dan nilai tunainya dengan tngkat diskon 20%
Metode Penyusutan
Tahun Garis lurus Saldo Menurun Tingkat diskon
Nominal PV PV Nominal PV PV (20%)
1 250.000.000 208.333.333,30
500.000.000 416.666.666,70 0,833333
2 250.000.000 173.611.111,10
250.000.000 173.611.111,10 0,694444
3 250.000.000 144.675.925,90
125.000.000 72.337.963,00 0,578703
4 250.000.000 120.563.271,60
125.000.000 60.281.635,80 0,482253

1.000.000.000 647.183.641,90 1.000.000.000 722.897.376,60


PERENCANAAN PAJAK UNTUK
PENYUSUTAN
Perbandingan besar penghematan pajak antara metode garis lurus dan metode saldo menurun
dengan tngkat diskonto 20%

Garis lurus (Rp) Saldo Menurun (Rp)


Ket PV PV
Nominal PV (Tingkat diskon Nominal PV (Tingkat diskon
20%) 20%)

Harga perolehan 1.000.000.000 1.000.000.000 500.000.000 416.666.666,70


Biaya penyusutan 1.000.000.000 647.183.641,98 1.000.000.000 722.897.376,54
Pph 30% 300.000.000 194.115.092,59 300.000.000 216.869.212,96

Penghematan pajak = Rp 216.869.212,96 – Rp 194.115.092,59 = Rp 22.714.120,37


2.000 Perusahaan Asing Tak Bayar Pajak Selama 10 Tahun

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro beberapa waktu lalu


menyatakan terkait 2.000 perusahaan asing yang tdak membayar
pajak, Direktorat Jenderal Pajak membenarkan adanya pelanggaran
KAS tersebut. Sebanyak 2.000 perusahaan yang termasuk ke dalam
Penanaman Modal Asing (PMA) ini telah 10 tahun menunggak pajak.

US
Menurut Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi, perusahaan
pengemplang pajak mengaku terus merugi sehingga mereka tdak
berkewajiban untuk membayar pajak. 2.000 perusahaan penanaman
modal asing yang dimaksud adalah tdak membayar pajak
penghasilan badan pasal 25 dan pasal 29 karena merugi terus tapi
perusahaan masih eksis. Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas
Direktorat Jenderal Pajak Mekar Satria Utama menambahkan, ada
indikasi perusahaan asing tersebut menaikkan modal awal mereka
yang menyebabkan biaya penyusutan tnggi.
2.000 Perusahaan Asing Tak Bayar Pajak Selama 10 Tahun

Banyak perusahaan yang pengajuan izinnya saat mendirikan perusahaan pertama


kali mereka meninggikan modal-modalnya. Pada saat habis tax insentf yang
diberikan, sudah terakumulasi pembelian barang modal tnggi dan menyebabkan
biaya-biaya penyusutan tnggi sehingga nant depresiasi meningkat, dan

KAS perusahaan itu mengalami kerugian yang bertambah dan terus-menerus. Selain
itu, banyak perusahaan asing yang bergant nama untuk kembali mendapatkan tax
allowance guna menghindari tagihan pajak badan. Begitu selesai tax allowance,

US mereka bergant nama dan mengajukan kembali untuk mendapatkan tax


allowance. Sehingga kembali lagi bisa menjadi rugi lagi
Untuk mengantsipasi hal tersebut, Direktorat Jenderal Pajak melakukan kordinasi
dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menindaklanjut
perizinan perusahaan asing tersebut.

Sumber : Ardan Adhi Chandra – detkFinance (28 Maret 2016)


Thank you
• 002 kelompok1 : bagaimana penggunaan masing2 metode
penyusutan berpengaruh terhadap perusahaan
• 096 kelompok 6 : kebijakan pajak paling berpengaruh untuk
penyusutan aset pajak
• 039 kelompok 2 : bagaimana penyusutan harta atau aset dalam
perusahaan sewa guna dan apa dasarnya
• 137 kelompok 10 : alasan perlu dilakukan metode penyusutan dan
bagaimana prosedurnya
• 063 kelompok 3: penjelasan penyusutan yang dipercepat dengan
metode memperpendek umur dan bebas
• 090 kelompok 5 : dampak yang terjadi jika setap periode sering
menggant metode penyusutan, ada tdak pengaruhnya terhadap
perusahaan (efisiensi pajak)