You are on page 1of 36

Asuhan keperawatan pada

. pasien HIPERTIROID
.

OLEH :
KELOMPOK 3
KASUS II

Ny. R usia 46 tahun datang dengan keluhan utama sesak nafas yang dirasakan secara tiba-tiba sekitar 4-5
jam sebelum masuk rumah sakit. Sesak nafas diawali dengan batuk sebelumnya. Sesak nafas di rasakan
tidak membaik ketika beristirahat. Sebelumnya tidak pernah merasakan hal yang sama. Kebiasaan tidur
dengan satu bantal. Selain itu pasien juga merasa nyeri seperti ditusuk-tusuk pada dada sebelah kanan ketika
dibuat bernafas, tidak menjalar dan dirasakan semakin memberat jika di buat bernafas atau berubah posisi.

Pasien sering merasa berdebar-debar tanpa didahului perasaan yang tidak enak atau sebagianya. Pasien
juga sering berkeringat walau tidak berada dibawa sinar matahari maupun saat bekerja (saat beristirahat).
Jika diminta untuk memilih antara suhu panas dan dingin pasien lebih memilih suhu yang dingin karena
merasa lebih nyaman. Pasien juga mengalami penurunan berat badan sedangkan nafsu makan meningkat
dan pasien sering merasakan perasaan mau makan dan kelaparan. Celana milik pasien dirasakan semakin
longgar. Namun demikian sejak akhir-akhir ini pasien tidak nafsu makan dan makan lebih sedikit. Pasien
juga mengeluhkan merasa sangat mudah lelah walau hanya melakukan aktivitas yang sangat sederhana dan
ringan.
Lanjutan.......
Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampa sakit berat, sesak dan agitasi, berat
badan 45kg dan tinggi badan 150 cm, suhu aksila 38 0c, BMI 19.5 kg/m2,tekanan darah 160/80
mmHg, nadi 122x/menit regular, kuat, pernafasan 30x/menit, suhu aksila 38 0c. Pada daerah leher
di dapatkan pembesaran kelenjar tiroid dengan ukuran 3x2x5cm, tidak nyeri, permukaan rata,
batas tegas, tidak menempel dan jaringan sekitar (dapat digerakan), dan tidak didapatkan
pembesaran kelenjar getah bening di sekitar benjolan. Selain itu, pada pasien ini juga didapatkan
tremor halus.

Dari pemeriksaan hasil laboratorium didapatkan leukositosis (11,600 mg/dL), peningkatan


Total T3(256 ng/dL), T4 (20 ug/dL) dan penurunan hasil TSH (0.018µIU/mL). berdasarkan EKG
tiroid didapatkan struma difusa hipervaskular tiroid bilateral sesuai gambaran Grave’s Disease.
Klarifikasi istilah Penting
Merupakan sindrom yang menggambarkan keadaan dimana terjadi aktivitas psikomotor yang tidak terorganisir dan tidak
Agitasi bertujuan akibat adanya masalah fisik atau mental, yang disertai dengan kegelisahan motorik dan peningkatan sensitivitas
terhadap stimulus lingkungan (Alomedika, 2018)

Suhu Ukuran kuantitatif terhadap temperatur; panas dan dingin, diukur dengan thermometer (KBBI, 2016)

Aksila Istilah medis untuk ketiak

Indeks Jisim Badan (BMI) adalah berat badan seseorang dalam kilogram (kg) dibahagikan ketinggian kuasa dua dalam meter
BMI (kg/m2) dan nilai yang diperolehi digunakan dalam mengklasifikasikan sama ada seseorang itu kekurangan berat badan, berat
badan berlebihan atau obesiti(Antara & Sains, 2016)

Tekanan Darah adalah jumlah tenaga darah yang ditekan terhadap dinding Arteri (pembuluh nadi) saat Jantung memompakan
darah ke seluruh tubuh manusia. Tekanan darah sistolik bagi kebanyakan kaum dewasa yang sehat adalah antara 90 dan 120
Tekanan darah milimeter air raksa (mmHg). Tekanan darah diastolik normal adalah antara 60 dan 80 mmHg (Wade, 2016). (Kusyati, Santi, &
Hapsari, 2018)
Klarifikasi istilah Penting
Suatu gelombang yang teraba pada arteri bila darah di pompa keluar jantung. Denyut ini
Nadi: mudah diraba di suatu tempat dimana ada arteri melintas (Sandi, 2016). (Yuana, Slamet, Kes,
Vai, & Pd, 2018)

Respirasi Proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik (substrat) menjadi CO2,
H2O dan energi.(Purba, Zuhran, & Supriyanto, 2016)

Leukosit : Komponen aktif sistem pertahanan tubuh yang dibentuk sebagian di dalam sumsum tulang
dan sebagian lagi di dalam organ limfoid.(Saputro, Sutrisna, Santosa, & Fathul, 2016)

hormon utama yang dihasilkan oleh kelenjar gondok (kelenjar Tiroid) yang mempengaruhi
Tiroksin (T4 metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh, mengatur metabolisme karbohidrat,
mengatur penggunaan oksigen dan karbondioksida serta mempengaruhi perkembangan tubuh
dan mental. (Rihaa, Isyanas, 2016)

Tekanan darah Triodothyronine (T3): Hormon tiroid yang berasal dari asam amino
Klarifikasi istilah Penting
Tiroid Merupakan produk dari aksis hipotalamus hipofise- tiroid yang menghubungkan
stimulating signal hormonal dan neural untuk memenuhi kebutuhan hormon tiroid pada
hormone (TSH) kondisi sakit, kelaparan atau kedinginan. (Hendrick Chandra, 2016)

EKG Merupakan alat perekam sinyal jantung manusia dengan output sinyal pada
monitor atau kertas grafik. (Aisuwarya, 2018)

Tiroid: Suatu organ yang berbentuk kupu-kupu, terletak di depan trakea tepatnya pada
cincin trakea kedua dan ketiga. (Chandra & Rahman, 2016)

Pembesaran kelenjar yang merata, bagian kanan dan kiri kelenjar sama-sama
Struma diffusa membesar. (kemkes, n.d.2015)

Merupakan penyakit autoimun yang mengenai kelenjar tiroid. (Subekti &


Grave’s disease Pramono, 2018)
Kata Kunci

1
Pembesaran kelenjar tiroid

2
Pembesaran kelenjar tiroid

Peningkatan hormon tiroksin (T4) dan triodotrioin (T3) 3

Berdasarkan EKG tiroid didapatkan struma difusa 4


hipervaskular tiroid bilateral sesuai gambaran Grave’s
Disease.
Dipsnea

CHF HIPERTYROID Tiroiditis


Definisi : Gagal jantung kongestif (CHF) Definisi: hipertyroidisme adalah suatu Definisi : tiroiditis adalah
adalah suatu keadaan patofisiologis berupa keadaan atau gambaran klinis akibat produksi peradangan (pembekakan) tiroid.
kelainan fungsi jantung sehingga jantung hormone tiroid yang berlebihan oleh kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil di leher
tidak mampu memompa darah untuk tiroid yang terlalu aktif. Karena tiroid yang berperan penting dalam
memenuhi kebutuhan metabolisme jaingan memproduksi hormone tiroksin dan iodium, mengendalikan metabolisme.
dan/ kemampuannya hanya ada kalau maka iodium radioaktif dalam dosis kecil peradangan dapat mengakibatkan
disertai peninggian volume diastolik dapat digunakan untuk mengobatinya meningkatnya tiroid
secara abnormal. (Di, Icu, & Sjahranie, (mengurangi intersitas fungsinya) (hipertiroidisme) atau berkurangnya
2019) Manifestasi klinis: aktifitas tiroid ( hipotiroidisme).
Manifestasi klinis: Peningkatan frekuensi denyut jantung
Paroksismal nocturnal dispnea Peningkatan tonus otot, tremor, iritabilatas, Etiologi :
Distensia vena leher peningkatan kepekaan terhadap 1) tiroiditis subakut
Ronki paru katekolamin
Peningkatan laju metabolisme basal, 2) tiroiditis akut supuratif
Kardiomegali
Edema paru akut peningkatan pembentukan panas, intoleran
3) tiroiditis hashimoto
Gallop S3 terhadap panas,keringat berlebihan
Peninggian vena jugularis Penurunan berat, peningkatan rasa lapar 4) tiroiditis limfositik laten
Refluks hepatojugular (nafsu makan baik)
Peningkatan frekuensi buang air besar Manifestasi klinis :
Edema ekstremitas
Gondok (biasanya) yaitu peningkatan ukuran Nyeri dan pembengkakan leher
Batuk malam hari
kelenjar tiroid anterior, demam, disfagia.
Dipnea d’effort
Hepatomegali Gangguan reproduksi
Kehangatan, eritema dan nyeri
Efusi pleura Tidak tahan panas
tekan kelenjar tiroid.
Penurunan kapasitas vital 1/3 dari Cepat lelah
normal Pembesaran kelenjar tiroid. Mata melotot Sesak napas
Takikardia (>120/menit) (exoftalamus)hal ini terjadi sebagai akibat
Penurunan BB ≥ 4,5 kg dalam 5 hari dari penimbunan zat di dalam orbit mata
pengobatan
Tabel ceklis
Table ceklis
Manifestasi CHF HIPERTYROID Tiroiditis
Dispnea   
Suhu ↑   
TD ↑ - 
Nadi ↑  
Respirasi ↑ 
T4 dan T3 ↑ 
TSH ↓ 
Pertanyaan-Pertanyaan Penting
1. Mengapa pada kasus ini klien mengalami sesak napas?
2. Mengapa klien terjadi tremor halus?
3. Mengapa pada klien terjadi pembesaran tiriod?
4. Mengapa pada kasus diatas klien mengalami tekanan darah tinggi?
5. Mengapa klien mengalami peningkatan suhu tubuh?
6. Mengapa pasien dengan kasus diatas mudah lelah?
7. Mengapa klien mengalami penurunn berat badan sedangkan nafsu makan meningkat?
Jawaban Pertanyaan
Penderita hipertiroid sering mengalami keluhan sesak napas. Hal ini dapat di karena penderita
hipertiroid terjadi hipermetabolisme sehingga tubuh membutuhkan oksigen dalam jumlah yang
besar, hal ini dapat menyebakan pompa jantung meningkat kemudian yang terjadi adalah takikardi
dan lama kelamaan jantung akan kelelahan , sirkulasi darah dalam tubuh menurun , selain itu 1
kapasitas vital pada penderita hipertiroid akan menurun di sertai dengan gangguan sirkulasi dan
ventilasi paru. akhirnya tubuh kekurangan oksigen dan terjadi metabolisme anaerob yang dimana
terjadi peningkatan CO2 dalam tubuh , dan akhirnya pasien mengalami sesak. (Manurung rostinah,
2017)

pada klien terjadi tremor halus, hal ini dikarenakan Pada pasien hipertiroid terjadi
2
Hipermetabolisme yang dapat merangsang efek pada kepekaan saraf yang mengandung tonus otot,
sebagai akibat dari hipertiroidisme ini menyebabkan terjadinya tremor otot yang halus dengan
frekuensi 10-15 x/detik, sehingga penderita mengalami gemetar tangan yang abnormal. (Adhyaksa,
B. 2018).
3

1. Pada hipertiroid, konsentrasi TSH (Tyroid Stimulating Hormon) plasma menurun, karenan ada
sesuatu yang menyerupai TSH. Biasanya bahan-bahan ini adalah antibody immunoglobulin
yang disebut TSI (Thyroid Stimulating Immunoglobulin), yang berikatan dengan reseptor
membran yang sama dengan reseptor yang mengikat TSH. Bahan-bahan tersebut
merangsang aktivasi CAMP dalam sel, dengan hasil akhirnya adalah hipertiroidisme. Karena
itu pada pasien hipertiroid konsentrasi TSH menurun, sedangkan konsentrasi TSI meningkat.
Bahan ini mempunyai efek perangsangan yang panjang pada kelenjar tiroid, yakni selama 12
jam, berbeda dengan efek TSH yang hanya berlangsung satu jam. Tingginya sekresi hormone
tiroid yang disebabkan oleh TSI selanjutnya juga menekan pembentukan TSH oleh kelenjar
hipofisis anterior. Pada hipertiroidisme, kelenjar tiroid dipaksa mensekresikan hormone
hingga diluar batas, sehingga untuk memenuhi pesanan tersebut, sel-sel kelenjar tiroid
membesar. (Adhyaksa, B. 2018).
4.Pada pasien hipertiroid terjadi peningkatan tekanan darah hal ini disebabkan karena
pasien dengan hipertiroid terjadi hipermetabolisme sehingga tubuh membutuhkan 4
oksigen dalam jumlah yang besar dan merangsang saraf simpatis untuk meningkatkan
pompa jantung sehingga jantung bekerja lebih keras dan menyebabkan takikardi atau
tekanan darah tinggi . (Adhyaksa, B. 2018).

5. Pada pasien hipertiroid sekresi hormon tiroid meningkat , hormon tiroid berfungsi
mengatur metabolisme tubuh dan kalor, sehingga apabila terjadi peningkatan
metabolisme maka kalor dalam tubuh akan meningkat sehingga pada pasien
5
hipertiroid mengalami peningkatan suhu tubuh. Gejala klinis pasien yang sering
berkeringat dan suka hawa dingin termasuk akibat dari sifat hormone tiroid yang
kalorigenik, akibat peningkatan laju metabolisme tubuh yang diatas normal.
(Adhyaksa, B. 2018).
6. pada pasien hipertiroid mudah merasa lelah disebabkan karena terjadi peningkatkan calsitoni,
calcitonin adalah hormon polipeptida linear sepanjang asam amino yang dihasilkan oleh kelenjar
6 tiroid. Calcitonin bereaksi untuk mengurangi kalsium dalam darah . Hormon ini menghambat
degradasi tulang . Sehingga menyebabkan penurunan calsium dalam darah , dan otot dan tulang
kekurangan kalsium yang dimana hal tersebut dapat menyebabkan pasien mengalami kelelahan
otot dan akhirnya pasien mudah lelah .

7. pasien dengan hipertiroid mengalami penurunan berat badan sedangkan pasien sering makan ,
hal tersebut disebabkan karena terjadi peningkatan metabolisme, yang merangsang peningkatan
7 peristaltik usus sehingga makan yang masuk kedalam tubuh langsung di keluarkan dan penyerapan
nutrisi tidak efektif , sehingga pasien sering buang air besar , dan terjadi penurunan berat badan.
Analisa dan Sintesis Alami
Berdasarkan hasil analisa pada tabel diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
diagnosis utamanya adalah Hipertiroid. Setelah diagnosis utama telah diketahui,
maka melihat beberapa manifestasi yang ada, dapat diangkat beberapa
diagnosa keperawatan yang dapat membantu klien dalam mengatasi masalah
berdasarkan skenario diatas.
Informasi Tambahan

Berdasarkan Klinisnya Secara klinis pemeriksaan klinis


struma toksik dapat dibedakan menjadi sebagai Struma non toksik
berikut : disebabkan oleh kekurangan yodium yang kronik.
Struma Toksik Struma ini disebut sebagai simple goiter, struma
Struma diffusa toksik (tiroktosikosis) endemik, atau goiter koloid yang sering ditemukan
merupakan hipermetabolisme karena jaringan tubuh di daerah yang air minumya kurang sekali
dipengaruhi oleh hormon tiroid yang berlebihan mengandung yodium dan goitrogen yang
dalam darah. Penyebab tersering adalah penyakit menghambat sintesa hormon oleh zat kimia.
Grave (gondok eksoftalmik/exophtalmic goiter), Apabila dalam pemeriksaan kelenjar tiroid teraba
bentuk tiroktosikosis yang paling banyak ditemukan suatu nodul, maka pembesaran ini disebut struma
diantara hipertiroidisme . nodusa.
Konsep medis

Hipertiroid atau hipertiroidisme adalah suatu keadaan atau


Definisi gambaran klinis akibat produksi hormon tiroid yang berlebihan
oleh kelenjer tiroid yang terlalu aktif.

Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid,


hipofisis, atau hipotalamus.
Etiologi
• Penyakit Graves
• Minum obat Hormon Tiroid berlebihan
• Toxic Nodular Goiter
• Konsumsi Yodium Berlebihan
Manifestasi
Klinis

◦ Peningkatan frekuensi denyut jantung


◦ Peningkatan tonus otot, tremor, iritabilitas, peningkatan kepekaan terhadap katekolamin
◦ Peningkatan laju metabolisme basal, peningkatan pembentukan panas, intoleran terhadap panas, keringat berlebihan
◦ Penurunan berat, peningkatan rasa lapar (nafsu makan baik)
◦ Peningkatan frekuensi buang air besar
◦ Gondok (biasanya), yaitu peningkatan ukuran kelenjar tiroid
◦ Gangguan reproduksi
◦ Tidak tahan panas
◦ Cepat letih
◦ Pembesaran kelenjar tiroid
◦ Mata melotot (exoptalmus) Hal ini terjadi sebagai akibat dari penimbunan zat di dalam orbit mata.

(Nurarif, 2015).
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium
Serum T3, terjadi peningkatan (N: 70 – 250 mg/dl
Serum T4, terjadi peningkatan (N: 4 – 12 mg/dl atau 51 – 154 SI unit)
Tirotropin reseptor antibodi (TSH-RAb), terjadi peningkatan pada penyakit graves
TRH Stimulating test, menurun atau tidak ada respon TSH

Test penunjang lainnya


CT Scan tiroid, mengetahui posisi, ukuran dan fungsi kelenjar tiroid.
USG, untuk mengetahui ukuran dan komposisi dari kelenjar tiroid apakah massa atau nodule
EKG, untuk menilai kerja jantung, mengetahui adanya takhikardi, atrial fibrilasi dan perubahan gelombang
(Mary Baradero, 2009)
Komplikasi

 Demam, kegelisahan, perubahan suasana hati, kebingungan


 Kelemahan dan pengisutan otot yang luar biasa
 Perubahan kesadaran (bahkan sampai terjadi koma)
 Pembesaran hati disertai penyakit kuning yang ringan
Penatalaksanaan

Obat anti tiroid


◦ terdapat 2 kelas obat golongan tionamid, yaitu tiourasil dan imidazol. Tiourasil dipasarkan dengan nama
propiltiourasil (PTU) dan imidazol dipasarkan dengan nama metimazol dan karbimazol.

Pembedahan
Terapi yodium radioaktif
Prognosis
Prognosis grave disease umumnya baik bila diobati dengan adekuat dan tepat. Prognosis buruk
berhubungan dengan hipertiroidisme yang tidak terobati dan kegagalan terapi . Umumnya
penderita hipertiroid memberi respons yang baik dengan pengobatan, walaupun ada
kemungkinan terjadi kekambuhan
Konsep Keperawatan

Pengkajian
Identitas klien
Nama : Ny.R
Usia : 46 thn
Jenis kelamin: P (Perempuan)
Pekerjaan : Tidak dapat kaji
 
a. Identifikasi kebutuhan dasar yang mengalami gangguan

Kategori dan Subkategori Masalah Normal


Fisiologis Respirasi Takipnea Frekuensi napas: 16-24x/menit
Frekuensi napas: 30x/menit
Sirkulasi Nadi: 122x/menit Nadi: 60-100x/menit
TD: 160/80mmHg TD: 120/80mmHg
Atrial fibrilasi Suhu:36,5-37,°C
Suhu: 38˚C

Nutrisi dan Cairan Berat badan menurun BMI=18,5-22,9kg/m2


BB : 45kg
TB: 150 cm. Jadi pasien memiliki BMI=19,5 kg/m2
yang berarti “Berat Badan sedang”

Eliminasi Berkeringat berlebih Defekasi normal 1-3 hari sekali.


Hiperdefekasi
Aktivitas & Istirahat Terjadi gangguan tidur akibat sesak napas. Tidur minimal 8 jam /hari
Neurosensori Pasien mengalami tremor halus Saat pengkajian klien
dalam keadaan sadar dan
tidak ada gangguan
neurosensori dan tremor.

Reproduksi & Seksualitas Tidak dikaji Durasi haid: 3-7 hari


Siklus haid: 21-37 hari

Psikologis Nyeri & Kenyamanan Pasien mengeluh nyeri seperti ditusuk-tusuk Kelelahan jika beraktivitas
pada dada sebelah kanan ketika dibuat berlebih.
bernafas, tidak menjalar dan dirasakan
semakin memberat jika di buat bernafas atau
berubah posisi.
Pasien mengeluh Kelelahan bahkan pada saat
beraktivitas sangat sederhana dan ringan.

Pertumbuhan & Tidak dapat dikaji, namun biasanya pada Evaluasi penglihatan,
Perkembangan pasien hipertiroid memiliki gejala glinis pendengaran, normal
kelainan mata exofthalamus
Perilaku Kebersihan Diri Tidak dapat dikaji, Klien mengatakan beraktivitas secara mandiri dan mandi 2
Namun biasanya pad pasien -3 x hari dengan menggunakan sabun dan shampo
dengan hipertiroid apabila menggosok gigi 2x / hari dengan menggunakan pasta gigi.

mengalami tremor yang kuat


akan sulit untuk memenuhi
kebersihan diri.
Penyuluhan dan Tidak dapat dikaji Klien mengatakan bahwa pendidikan kesehatan
Pembelajaran yang didapatkan dari orang tua dan keluarga

Rasional Interaksi Social Tidak dapat dikaji Klien orangnya ceria, mudah bergaul dan klien
dengan keluarga-nya sangat baik, klien
memecahkan masalahnya sendiri.
Lingkungan Keamanan Dan Proteksi Tidak dapat dikaji Pencahayaan dan sirkulasi dirumah cukup, memiliki
jendela dan ventilasi di setiap ruangan
Pemeriksaan Laboratorium

Kelainan yang
No Tes Definisi/Nilai Normal
ditemukan
T4
1. 4,5 - 11,5 mg/dl 20 mg/dl
T3
2. 70 - 200 mg/dl 256 mg/dl
TSH
3. 0,02 - 5,0 μU/ml 0,018 μU/ml
Leukosit
4. 3.500 – 10,500 mg/dl 11,600 mg/dl
Diagnosa keperawatan
1. Ketidakefektifan Pola Napas berhubungan dengan takipnea akibat
hipermetabolisme sehingga kebutuhan O2 meningkat.
2. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh akibat
hipermetabolisme
Penyakit graves

Hipersekresi hormone tiroid

Hipertiroidisme

Tiroksin (T4) & triodotironin (T3)

Kebutuhan O2
Hipermetabolisme Produksi panas

Aktivitas sistem saraf simpatis Tubuh mudah merasa panas

Pompa jantung
DX. GANGGUAN RASA NYAMAN

Takikardi

Jantung lelah

DX. KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAPAS


Sirkulasi darah

Suplai darah ke jaringan Metabolisme anaerob Peningkatan CO2


Data subjektif dan objektif Analisa data Masalah

Data subjektif : Penyebab hipertiroid Ketidakefektifan pola napas


• Pasien mengeluh sesak napas
• Pesien mengeluh berdebar-debar Hipersekresi hormon
• Sesak napas di rasakan tidak membaik ketika
beristirahat. Tiroksin (T4) &
• pasien mengeluh nyeri seperti ditusuk-tusuk triodotironin (T3)
pada dada sebelah kanan ketika dibuat meningkat
bernafas, tidak menjalar dan dirasakan
semakin memberat jika di buat bernafas atau Hipertiroidisme
berubah posisi.
• Pasien juga mengeluhkan merasa sangat Hipermetabolisme
mudah lelah walau hanya melakukan
aktivitas yang sangat sederhana dan ringan Kebutuhan O2 meningkat
Data subjektif dan objektif Analisa data Masalah

Data objektif aktivitas saraf simpatis meningkat Ketidakefektifan


• Tremor halus pola napas
pompa jantung meningkat
• sesak dan agitasi,
• tekanan darah 160/80 mmHg, takikardi
• nadi 122x/menit regular,
• pernafasan 30x/menit, jantung lelah
• T3(256 ng/dL),
• T4 (20 ug/dL) sirkulasi darah menurun
• TSH (0.018µIU/mL).
• Berdasarkan EKG tiroid didapatkan struma suplai darah dalam jaringan menurun
difusa hipervaskular tiroid bilateral sesuai
metabolisme anaerob
gambaran Grave’s Disease.
• Pada daerah leher di dapatkan pembesaran peningkatan CO2 dalam tubuh
kelenjar tiroid dengan ukuran 3x2x5cm, tidak
nyeri, permukaan rata, batas tegas, tidak Sesak napas
menempel dan jaringan sekitar (dapat
digerakan), dan tidak didapatkan pembesaran Ketidakefektifan pola napas
kelenjar getah bening di sekitar benjolan.
Data subjektif dan objektif Analisa data Masalah

Data subjektif : Penyebab hipertiroid Gangguan rasa nyaman


 Pasien mengatakan Jika diminta untuk
memilih antara suhu panas dan dingin pasien Hipersekresi hormon
lebih memilih suhu yang dingin karena
merasa lebih nyaman Tiroksin (T4) & triodotironin
Data objektif : (T3) meningkat
 suhu aksila 380c.
 leukositosis (11,600 mg/dL), Hipertiroidisme
 T3(256 ng/dL),
 T4 (20 ug/dL)
 TSH (0.018µIU/mL).
Data subjektif dan objektif Analisa data Masalah

• Berdasarkan EKG tiroid didapatkan struma difusa Hipermetabolisme Gangguan rasa


hipervaskular tiroid bilateral sesuai gambaran nyaman
Grave’s Disease.
• Pada daerah leher di dapatkan pembesaran kelenjar Peningkatan produksi panas
tiroid dengan ukuran 3x2x5cm, tidak nyeri,
permukaan rata, batas tegas, tidak menempel dan
jaringan sekitar (dapat digerakan), dan tidak Tubuh mudah merasa panas
didapatkan pembesaran kelenjar getah bening di
sekitar benjolan.
Gangguan rasa nyaman
Intervensi keperawatan
Diagnosa : Ketidakefektifan Pola Napas NIC
NOC Manajemen jalan napas
1. Status Pernafasan Manajemen energy
2. Tingkat Nyeri Monitor cairan
3. Tingkat kelelahan Manajemen pengobatan
Intervensi keperawatan
Diagnosa : ganguuan rasa nyaman NIC
NOC Manajemen Lingkungan: Kenyaman
Status Kenyamanan
TERIMA KASIH