You are on page 1of 16

Gangguan Psikosomatik

pada Pria Dewasa

Lisa Melani
102016083
Skenario

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, karyawan baru, datang


ke puskesmas dengan keluhan sesak napas yang sering
timbul saat ia seang menghadapi tugas pekerjaan baru
dan dirasakannya berat
Rumusan masalah:
 Laki-laki 25 tahun datang dengan keluhan sesak napas ketika
mendapat tugas pekerjaan baru dan dirasanya berat
Mind Map
 Anamnesis
 PF
 PP
 WD
 DD
 Etiologi
 Epidemiologi
 Patofisiologi
 Gejala Klinis
 Komplikasi
 Penatalaksanaan
 Pencegahan
 Prognosis
Anamnesis

Laki-laki 25 tahun
Karyawan baru
Sesak napas muncul ketika ada tugas pekerjaan baru dan
dirasanya berat
Pemeriksaan Fisik

Tanda-tanda asma bronkial +


Working Diagnosis

Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan


pemeriksaan penunjang, laki-laki tersebut didiagnosis
mengalami gangguan psikosomatik.
Dipastikan karena gejala fisik tersebut muncul karena ia
mendapat tugas baru dan dirasanya berat
Differential Diagnosis

Gangguan Somatoform
 Ada gejala fisik seperti nyeri, mual, dan pening. Tetapi saat dilakukan
pemeriksaan tidak ditemukan kelainan.
Gangguan Cemas
 Khawatir, cemas yang berat dan lama yang disertai gejala somatik
yang berakibat gangguan dalam kehidupan sehari hari dan fisiknya
Etiologi

Idiopatik
Studi mengatakan karena aktivitas impul saraf yang tinggi
dari otak yang dikirimkan ke bagian tubuh lainnya >
adrenalin ke dalam darah > cemas
Faktor:
 Genetik
 Kondisi biologis yang tidak normal
 Stress influence
 Lingkungan keluarga
Depkes RI 1984 Epidemiologi
 puskesmas Tambora Jakarta Selatan jumlah pasien yang berobat
ke Puskesmas, 28,73% (pasien dewasa) menderita gangguan
kesehatan jiwa yang sering muncul sebagai gangguan kesehatan
fisik/jasmani.
Klinik Ochsner di New Orleans
 menerbitkan laporan bahwa dari 500 pasien yang dirawat di klinik
mereka 74 persennya menderita penyakit karena gangguan
mental/emosi.
Departemen Medis Universitas Yale
 melaporkan bahwa 76 % dari pasien yang datang ke klinik mereka
terbukti menderita penyakit karenafikiran dan perasaan negatif
yang mempengaruhi emosi mereka.
Patofisiologi

Disfungsi pada organ tubuh yang disebabkan aktivitas


dari sistem saraf dan internal glands secretion.
Gejala psikosomatik muncul sebagai penyerta keadaan
fisiologis dan emosional penderitanya.
Pada saat marah, TD, nadi, napas meningkat
Saat marah sudah selesai, ketiganya menurun
Selanjutnya dia akan lebih khawatir kepada gejala fisik
ketimbang keadaan emosinya yang justru menyebabkan
gejala tersebut
Gejala Klinis

Sakit perut atau nyeri ulu hati


Sakit punggung belakang
Sakit gigi
Sakit kepala dan migrain
Bernapas dengan cepat
Jantung berdebar-debar
Gemetar dan berkeringat
Komplikasi

kesehatan yang buruk


masalah dengan orang sekitar
masalah dengan lingkungan kerja
gangguan cemas, depresi
pikiran untuk bunuh diri
masalah keuangan
masalah pada kehidupan sehari hari
Penatalaksanaan

Psikoterapi, misalnya dengan terapi CBT


Mengonsumsi antidepresan atau obat penghilang rasa
sakit non-narkotika
Latihan relaksasi
Teknik distraksi atau pengalihan
Akupunktur
Hipnoterapi
Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS)
Fisioterapi
Pencegahan

Kontrol ke psikiater jika ada masalah pada kecemasan


dan mengalami depresi
Mengenali penyebab utama
Prognosis

Prognosis gangguan psikosomatik dapat baik jika


mendapat penanganan sejak dini dan secara tepat
Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan


bahwa gangguan psikosomatik adalah salah satu penyakit
kejiwaan yang serius. Dikatakan serius karena dapat
mempengaruhi keadaan fisik penderitanya. Perlu
penanganan yang tepat dan cepat agar penyakit ini
nantinya tidak mengganggu keadaan fisik serta
menimbulkan komplikasi-komplikasinya.