You are on page 1of 22

KONSEP KEBUTUHAN NUTRISI PADA HERPES

SIMPLEKS

NUTRISI MERUPAKAN PROSES PEMASUKAN


DAN PENGELOLAAN MAKANAN OLEH TUBUH YANG
BERTUJUAN MENGHASILKAN ENERGI DAN
DIGUNAKAN DALAM AKTIVITAS TUBUH(A.LIMUL)

NUTRISI ADALAH SUBSTANSI ORGANIC YANG


DIBUTUHKAN ORGANISME UNTUK FUNGSI NORMAL
DARI SYSTEM TUBUH ,PERTUMBUHAN ,DAN
PEMELIHARAAN KESEHATAN(WIKIPEDIA
INDONESIA,2008)
Etiologi..
Kekurangan nutrisi
1. Efek dari pengobatan
2.Mual/ muntah
3..Gangguan intake makanan
4.Radiasi/ kemoterapi
5..Penyakit kronis
6..Meningkatkan kebutuhan kalori dan kesulitan
7.Dalam mencerma kalori akibat penyakit infeksi atau kanker
8.Disfagia karena adanya kelainan persarafan
9.Penurunan absorsi nutrisi akibat penyakit / intoleransi laktosa
10.Nafsu makan menurun
( Wartonah,2006 dan Alimul,2006,hlm.67)
Next.
Kelebihan Nutrisi
1. Kelebihan intake
2. Gaya hidup
3. Psikologi untuk konsumsi tinggi kalori
4. Penurunan laju metabolic
5. Latihan /aktivitas yang tidak adekuat
( Wartonah,2006 dan Potter,2005 )
DEFINISI

KONSEP Herpes simpleks(HSV) adalah suatu


penyakit virus menular dengan
MEDIS afinitas pada kulit,selaput lendir,dan
system pusat(Sylvia.A.Price).
Herpes simpleks merupakan suatu
virus DNA, hanya menjangkiti
manusia saja dan tersebar hampir
merata di dunia (Ardnt, 1984).
Manifestasi klinis
1. Infeksi primer
(a). Tipe 1: di daerah pinggang keatas,terutama daerah mulut dan hidung
(b). Tipe 2: di daerah pinggang kebawah terutama di daerah genital
(c). Infeksi primer berlangsung 3 minggu
(d). Menular melaluikontak kulit
(e). Demam,malaise,anoreksia
(f). Pembengkakan kelenjar getah bening regional
2.Fase Laten
Fase ini tidak di temukan gejala klinis,tetapi VHS dapat ditemukan dalam keadaan tidak aktif pada ganglion dorsalis.
3. Infeksi rekurens
(a). Trauma fisik(demam,infeksi,kurang tidur,berhubungan seksual)
(b). Trauma psikis( gangguan emosional,menstruasi)
(c). Berlangsung 7-10 hari
(d). Rasa panas,gatal dan nyeri
(e). Dapat timbul pada tempat yang sama
(Djuanda Adhi,2010)
Etiologi
Penyebab Berdasarkan struktur antigeniknya dikenal 2 tipe virus herpes simpleks:
1. Virus Herpes Simpleks Tipe I (HSV I)
Penyakit kulit/selaput lendir yang ditimbulkan biasanya disebut herpes simpleks saja, atau
dengan nama lain herpes labialis, herpesfebrilis. Biasanya penderita terinfeksi virus ini
pada usia kanak-kanak melalui udara dan sebagian kecil melalui kontak langsung seperti
ciuman, sentuhan atau memakai baju/handuk mandi bersama. Lesi umumnya dijumpai
pada tubuh bagian atas termasuk mata dengan rongga mulut, hidung dan pipi; selain itu,
dapat juga dijumpai di daerah genitalia, yang penularannya lewat koitusoro genital (oral
sex).
2. Virus Herpes Simpleks Tipe II (HSV II)
Penyakit ditularkan melalui hubungan seksual, tetapi dapat juga terjadi tanpa koitus,
misalnya dapat terjadi pada dokter gigi dan tenaga medik. Lokalisasi lesi umumnya adalah
bagian tubuh di bawah pusar, terutama daerah genitalia lesi ekstra-genital dapat pula terjadi
akibat hubungan seksualorogenital.
Sebagian besar orang yang terkena
penyakit herpes terlambat mengetahui
jika dirinya terinfeksi bahkan tidak

klasifikasi sadar dapat menyebarkannya.


Penularan penyakit herpes melalui
Infeksi herpes simpleks ditularkan dari
orang ke orang melalui hubungan
langsung dengan daerah tubuh yang
terinfeksi. Proses penularan bisa saja
terjadi meski tak ada luka pada
penderita penyakit herpes yang
terbuka.
pathway
komplikasi
Komplikasi yang paling ditakutkan adalah akibat penyakit ini pada bayi yang baru lahir.
Herpes ganitalis pada permulaan kehamilan bisa menimbulkan abortus/malformasi
congenital berupa mikroensefali. Pada bayi yang lahir dari ibu yang menderita herpes
ganitalis pada waktu kehamilan dapat ditemukan kelainan berupa hepatitis, infeksi berat,
ensefalitis, keratokonjungtivitis, erupsi kulit berupa vasikel herpetiformis, dan bahkan bisa
lahir mati. Pada orang tua, hepatitis karena HSV jarang ditemukan, sedangkan meningitis
dan ensefalitis pernah dilaporkan. Pada orang tua, hepatitis karena HSV jarang ditemukan,
sedangkan meningitis dan ensefalitis pernah dilaporkan. Pada orang tua herpetika biasanya
disebabkan oleh HSV-2 sedangkan ensefalitis oleh HSV-1. Disamping itu juga ditemukan
hipersesivitas terhadap virus, sehingga timbul reaksi pada kulit berupa eritema eksudativum
multiforme. Dapat juga timbul ketakutan dan depresi terutama bila terjadi salah penanganan
pada penderita.
penatalaksanaan
Pada lesi yang dini dapat digunakan obat topical berupa salap/krim yang
mengandung preparat idoksuridin (stoxil, viruguent, viruguent-P) atau prepart
asiklovir (zovirax). Pengobatan oral preparat asiklovir dengan dosis 5* 200 mg per
hari selama 5 hari memepersingkat kelangsungan penyakit dan memperpanjang masa
rekuren. Pemberian parenteral asiklovir atau preparat adeine arabinosid (vitarabin)
dengan tujuan penyakit yang lebih berat atau terjadi komplikasi pada organ dalam.
Untuk terapi sistemik digunakan asiklovir,valasiklovir,atau famssiklovir. Jika pasien
mengalami rekuren enam kali dalam setahun,pertimbangkan untuk menggunakan
asiklovir 400 mg atau valasiklovir 1000 mg oral setiap hari selama satu tahun. Untuk
obat oles digunakan lotion zinc oxide atau calamine.
Pada wanita hamil diberi vaksin HSV sedangkan pada bayi yang terinfeksi HSV
disuntikan asiklovir intraven.
Pengkajian
a. Biodata
Dapat terjadi pada semua orang di semua umur; sering terjadi pada remaja dan dewasa muda, jenis
kelamin; dapat terjadi pada pria dan wanita, pekerjaan: beresiko tinggi pada penjajak seks komersial
b.Keluhan utama
Gejala yang sering menyebabkan penderita datang ke tempat pelayanankesehatan adalah nyeri
pada lesi yang timbul.
c.Riwayat penyakit sekarang
1). Kembangkan pola PQRST pada setiap keluhan klien.
2). Pada beberapa kasus,timbul lesi/vesikel perkelompok pada penderita yang mengalami
demam ataupenyakit yang disertai peningkatan suhu tubuh atau pada penderita
yangmengalami trauma fisik maupun psikis.
3). Penderita merasakan nyeri yang hebat, terutama pada aera kulit yang mengalami
peradangan berat dan vesikulasi hebat.
Next..
d. Riwayat penyakit dahulu
Sering diderita kembali oleh klien yang pernah mengalami penyakit herpes simplek atau memiliki
riwayat penyakit seperti ini.
e. Riwayat penyakit keluarga
Ada anggota keluarga atau teman dekat yang terinfeksi virus ini.
f. Kebutuhan psikososial
Klien dengan penyakit kulit, terutama yang lesinya berada pada bagian mukaatau yang dapat
dilihat oleh orang, biasanya mengalami gangguan konsep diri. Hal itu meliputi perubahan citra
tubuh, ideal diri tubuh, ideal diri, harga diri,penampilan peran, atau identitas diri.
Reaksi yang mungkin timbul adalah:
1). Menolak untuk menyentuh atau melihat salah satu bagian tubuh.
2). Menarik diri dari kontak sosial.
3). Kemampuan untuk mengurus diri berkurang.
Next…
g.Kebiasaan sehari-hari
Dengan adanya nyeri, kebiasaan sehari-hari klien juga dapat mengalami
gangguan, terutama untuk istirahat/tidur dan aktivitas. Terjadi gangguan BAB
dan BAK pada herpes simpleks genitalis. Penyakit ini sering diderita olehklien
yang mempunyai kebiasaan menggunakan alat-alat pribadi secara bersama-
sama atau klien yang mempunyai kebiasaan melakukan hubungan seksual
dengan berganti ganti pasangan.
h.Pemeriksaan fisik
Keadaan umum klien bergantung pada luas, lokasi timbulnya lesi, dandaya
tahan tubuh klien. Pada kondisi awal/saat proses peradangan,dapat terjadi
peningkatan suhu tubuh atau demam dan perubahan tanda-tanda vital yang
lain.
• Nyeri b.d. kerusakan integritas kulit
dan inflamasi jaringan
• Gangguan citra tubuh b.d
Diagnosa perubahan penampilan, skunder
keperawatan akibat penyakit herpes simpleks
• Risiko penularan infeksi b.d
pemajanan melalui kontak (kontak
langsung, tidak langsung)
Intervensi keperawatan
1. Nyeri berhubungan dengan kerusakan integritas kulit dan proses inflamasi
Kriteria hasil :
1. Klien mengungkapkan nyeri berkurang
2. Menunjukkan mekanisme koping spesifik untuk nyeri dan metode untuk
mengontrol nyeri secara benar

Rencana keperawatan :
1. Pantau bintik- bintik kemerahan pada pasien
2. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman
3. Kolaborasi pemberian analgetik ( asam mefenamat)
4. Kolaborasi pemberian asiklovir
Next..
Rasional :
• Dengan memantau bintik – bintik kemerahan pada pasien, maka perawat dapat
mengetahui tingkat perkembangan kesembuhan pasien.
• Dengan menciptakan lingkungam yang tenang dan nyaman, maka pasien akan
dapat beristirahat dengan tenang.
• Dengan melakukan kolaborasi dengan pemberian analgetik ( asam mefenamat)
akan dapat mengurangi tingkat nyeri pasien.
• Dengan melakukan kolaboraaasi dengan pemberian asiklovir, maka akan dapat
menyembuhkan penyakit pasien
Next..
2. Gangguan citra tubuh b.d perubahan penampilan, sekunder akibat penyakitherpes simpleks
Kriteria hasil :
1. Klien mengatakan dan menunjukkan penerimaan atas penampilannya
2. Menunjukkan keinginan dan kemampuan untuk melakukan perawatan diri.
3. Melakukan pola-pola penanggulangan yang baru

Rencana keperawatan:
1. Ciptakan hubungan saling percaya antara klien-perawat.
2. Dorong klien untuk menyatakan perasaannya , terutama tentang cara ia merasakan , berpikir, atau
memandang dirinya.
3. Hindari mengkritik
4. Tingkatkan interaksi sosial.
5. Dorong klien untuk melakukan aktivitas
6. Beri kesempatan klien untuk berbagi pengalaman dengan orang lain.
Next..
Rasional :
• Menjamin bahwa pasien tidak akan sendiri dan terlantarkan, menunjukkan rasa
menghargai dan menerima ,membantu meningkatkan rasa percya diri.
• Dapat mengurangi ansietas dan ketidakmampuan pasien untuk menerima realita
• Membantu pasien untuk merasa diterimah pada kondisi yang sekarang
• Memungkinkan agar tidak terjadi rasa frustrasi
• Membantu pasien dan keluarga untuk merasa menerima dengan keadaaan sekarang
tanpa perasaan dihakimi dan meningkatkan perasaaan harga diri dan kontrol
• Memberikan penentraman hati lebih lanjut dan kesempatan bagi pasien untuk
memecahkan masalah
Next..
3. Risiko penularan infeksi b.d pemajanan melalui kontak (kontak langsung,tidak langsung ,
kontak droplet).
Kriteria hasil :
1. Klien menyebutkan perlunya isolasi sampai ia tidak lagi menularkaninfeksi.
2. Klien dapat menjelaskan cara penularan penyakit.

Rencana keperawatan:
1. Jelaskan tentang penyakit herpes simpleks, penyebab, cara penularan, danakibat yang
ditimbulkan.
2. Anjurkan klien untuk menghentikan kagiatan hubungan seksual selamasakit dan jika perlu
menggunakan kondom.
3. Beri penjelasan tentang pentingnya melakukan kegiatan seksual dengan satu orang (satu
sama lain setia) dan pasangan yang tidak terinfeksi(hubungan seks yang sehat)
Next..
Rasional :
• Memberikan pengetahuan dasar di man pasien dapat membuat pilihan
berdasarkan informasi
• Mengurangi penularan penyakit ; meningkatkan kesehatan pada masa
berkurangnya kemampuan sistem imun
• Mengurangi kesalahan konsepsi dan meningkatkan keamanan bagi pasien /
orang lain.
TERIMA KASIH