You are on page 1of 27

dr.

Chenny,SpS
DEFINISI KOMA
PLUM

Gangguan kesadaran yang maksimal ,


didefinisikan sebagai “unarousable unresponsiveness”

Keadaan tidak sadar total terhadap diri sendiri dan


lingkungan meskipun distimulasi dengan kuat
 Ensefalopati merupakan sebuah sindrom dari
disfungsi umum serebral yang dirangsang oleh
stres sistemik dan bisa memiliki gejala klinis
yang beragam mulai dari disfungsi ringan hingga
delirium, agitasi, sampai koma dalam dengan
postur deserebrasi
1. Lesi supratentorial
 Hemoragik: ICH, SDH, EDH
 Infark serebral : emboli, trombus
 Tumor : primer, sekunder, abses serebral

2. Lesi infratentorial
 Haemorrhage serebellar, pontine
 Infark serebellar, brainstem
 Tumor dan abses sereberal

3. Proses difus dan multifokal


 termasuk anoksia,
 metabolik (hipo/hiper glikemia, CHF, hepatic failure,
kelainan elektrolit, keracunan (0bat-obatan, alkohol)
 infeksi, cedera kepala, pasca bangkitan epilepsi.
Approximate mortality

Drug Overdose 5-10%

Metabolic 50%

Head Trauma 50%

Anoxia 90%

Lesi intrakranial (stroke, neoplasma,infeksi) 80%

Status Epilepticus 3-30%


KESADARAN MEMILIKI
2 KOMPONEN

WAKEFULNESS
AWARENESS
/AROUSAL
(AWAS)
(WASPADA)
Formasio Kedua
retikularis Hemisfer SADAR
(ARAS) serebral

Kedua
Formasio
Hemisfer GANGGUAN
retikularis
serebral KESADARAN
terganggu
terganggu
< 12-15
• Hipoksia, iskemia global, ml/mnt/100gr • Diamnya
hipoglikemia, hiper-& hipo elektroserebri
osmolar, asidosis, alkalosis,
hipokalemia, • Penurunan • Berhentinya
hiperamonemia, aliran darah / fungsi-fungsi
hipercalcemia,hipercarbia, metabolisme sinapsip &
intoksikasi obat,defisiensi serebri metabolik
vitamin berat neuron

Aktivitas metabolik sel-sel KOMA


saraf pada korteks serebri &
nuklei sentral otak terganggu
ALIRAN DARAH NEURON TIDAK
< 8-10 mL/min/ BISA BERTAHAN
100 GR HIDUP
DIABETES

Lactic asidosis & Glukose plasma


KETOASIDOSIS
Dehidrasi meningkat

Hiperosmolar
Edema serebri
Plasma

KOMA

MORTALITAS 25%
KOMA

Gerakan rotasi
hemisfer serebri
Vibrasi di tengkorak dengan aksisnya
 dikirim ke otak  pada batang otak
kelumpuhan seketika atas
pada fungsi saraf
TIK meningkat
tiba-tiba
> Gejala klinik koma tergantung pada penyakit penyebab yang
mendasarinya.
> Gejala tersebut dapat disertai

demam, kejang, muntah, timbunan lendir di tenggorok, retensi


atau inkontinensia urin, hipertensi, hipotensi, takhikardi,
bradikardi, takhipnea, dispnea, edema, ikterus, sianosis, pucat,
dan sebagainya.
Membedakan secara cepat faktor penyebab
apakah kerusakan struktural / metabolik

NEUROLOGIC
ANAMNESIS GENERAL EXAM
EXAM
• History • Vital sign • Kesadaran
• Onset • Trauma? • Pola pernapasan
• Recent complaints • Illness? • n. Cranialis
• Recent Injury • St. Motorik
• Prior Illness • St. Sensorik
• Medications • St. otonom

Kesadaran dapat dinilai dalam 2 kategori:


 Kualitatif : compos mentis, somnolen, sopor dan koma
 Kuantitatif : SKG dan FOUR score
SKOR FOUR NILAI SKG
RESPON MATA RESPON BUKA MATA
- BUKA MATA, BOLA MATA BERGERAK DAN BERKEDIP SESUAI 4 - SPONTAN
INSTRUKSI 3 - TERHADAP PERINTAH / PEMBICARAAN
- BUKA MATA, NAMUN BOLA MATA TIDAK MENGIKUTI ARAH GERAKAN 2 - TERHADAP RANGSANG NYERI
JARI 1 - TIDAK MEMBUKA MATA
- MATA TERTUTUP, NAMUN MEMBUKA SAAT TERDENGAR SUARA 0
KERAS
- MATA TERTUTUP, NAMUN MEMBUKA SAAT ADA RANGSANGAN
NYERI
- MATA TETAP TERTUTUP WALAUPUN ADA RANGSANGAN NYERI
RESPON MOTORIK RESPON MOTORIK
6 - SESUAI PERINTAH
- IBU JARI TANGAN NAIK, TANGAN MENGGENGGAM DAN PEACE SIGN 5 - LOKALISASI NYERI
SESUAI INSTRUKSI 4 - REAKSI MENGHINDAR
- MELOKALISASI NYERI 3 - RIGIDITAS DEKORTIKASI
- REAKSI FLEKSI TERHADAP NYERI 2 - RIGIDITAS DESEREBRASI
- EXTENSOR POSTURING 1 - TIDAK BERESPON
- TIDAK ADA RESPON TERHADAP NYERI ATAU GENERALIZED 0
MYOCLONIC STATUS EPILEPTICUS
REFLEKS BATANG OTAK RESPON VERBAL
5 - DAPAT BICARA, DISORIENTASI (-)
- TERDAPAT REFLEKS PUPIL DAN KORNEA 4 - DAPAT BICARA, DISORIENTASI (+)
- SATU PUPIL LEBAR DAN FIXED 3 - BERKATA-KATA TIDAK JELAS
- TIDAK ADA REFLEKS PUPIL ATAU REFLEKS KORNEA 2 - BERSUARA TIDAK JELAS
- TIDAK ADA REFLEKS PUPIL DAN REFLEKS KORNEA 1 - TIDAK BERSUARA
- TIDAK ADA REFLEKS PUPIL, KORNEA DAN BATUK 0
PERNAPASAN
- TIDAK DIINTUBASI DAN POLA PERNAPASAN TERATUR 4
- TIDAK DIINTUBASI DAN POLA PERNAPASAN CHEYNE-STOKES 3
- TIDAK DIINTUBASI DAN POLA PERNAPASAN TIDAK TERATUR 2
- BERNAPAS DI ATAS VENTILATOR RATE 1
- BERNAPAS SETARA VENTILATOR RATE ATAU APNOE 0
PERUBAHAN PUPIL PADA LESI DI OTAK AKIBAT KOMA
Investigasi
 Glukosa, tes fungsi hati, ginjal, analisa gas darah, hematologi
dan koagulasi.
 EKG, Ro foto thoraks
 CT Scan (+/- kontras)
 Lainnya: screening infeksi, alkohol darah, toksikologi, lumbal
punksi (jarang), EEG, MRI
PROGNOSIS
Prognosis penderita koma sulit ditentukan karena banyaknya faktor
yang terlibat. Hal itu tergantung pada :
 penyakit yang mendasari,
 derajat koma,
 kecepatan dan ketepatan penanganan,
 kelengkapan peralatan dan sebagainya.

Pada umumnya dapat dikatakan bahwa pemulihan koma akibat


metabolik dan toksik jauh lebih baik daripada koma anoksik.
Koma akibat cedera kepala berada di antaranya.
Apabila tidak terdapat respon pupil, kornea dan okulovestibuler dalam
beberapa jam awitan koma, hampir pasti tidak akan terjadi
pemulihan yang sempurna.