You are on page 1of 27

MENJAGA KESEHATAN

REPRODUKSI KELUARGA

dr. Amroelloh
08126957237
Gambaran Umum
 Akad/janji nikah yang diucapkan atas nama
Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan awal
dari kesepakatan bagi calon pengantin untuk
saling memberi ketenangan (sakinah) dengan
mengembangkan hubungan atas dasar saling
cinta dan kasih (mawaddah wa rahmah).
 Kesehatan reproduksi merupakan salah satu
pilar keluarga sakinah yang turut menentukan
kebahagian dan masa depan keluarga.
Tujuan pembelajaran
Peserta mampu memahami
konsep Kesehatan Reproduksi
Keluarga
Peserta memiliki keterampilan
untuk mendiskusikan hal-hal
terkait kesehatan reproduksi
secara terbuka dengan calon
suami/istrinya.
Pokok bahasan
Perbedaan organ, fungsi, masa, dan
dampak reproduksi pada laki-laki dan
perempuan
Hak dan kewajiban reproduksi laki-laki
dan perempuan
Keluarga Berencana
Tuntunan Islam terkait Masa
Reproduksi dan KB
pengertian
Apakah SEHAT itu?
◦ World Health Organization (WHO)
merumuskan dalam cakupan yang
sangat luas, yaitu “keadaan yang
sempurna baik fisik, mental maupun
sosial, tidak hanya terbebas dari
penyakit atau kelemahan/cacat”.
◦ Dalam definisi ini, sehat bukan
sekedar terbebas dari penyakit atau
cacat
Apakah KESEHATAN REPRODUKSI
itu?
Kesehatan reproduksi adalah suatu
keadaan sejahtera fisik,mental,dan
sosial secara utuh tidak semata-
mata bebas dari penyakit atau
kecacatan dalam suatu yang
berkaitan dengan system
reproduksi, fungsi dan prosesnya
(WHO).
Perbedaan organ, fungsi, masa, dan dampak reproduksi pada laki-laki dan
perempuan

Reproduk Organ Fungsi Masa Dampak


si

LAKI-LAKI

PEREMPUA
N
Perbedaan organ, fungsi, masa, dan dampak reproduksi pada laki-laki dan
perempuan

Reproduksi Organ Fungsi Masa Dampak


Laki- Laki - Penis - Mimpi - 5’
- Sperma Basah
- 
- Kantong - Hubunga - 15’ - 
Sperma n Seksual
Perempuan - Vagina - Menstrua - 1 Minggu - 
- Sel telur si - 15 Menit
- Indung - Hubunga
-  +
telur n Seksual - 9 bulan 
- Rahim - Hamil - 1 Hari -  +
- Payudara - Melahirka - 1 - 60
n Hari

- Nifas - 2 Tahun -  +
- Menyusui 
-  +

-  +

Hak dan kewajiban reproduksi laki-laki dan perempuan

Diskusi beberapa hal berikut secara berkelompok


a. Manakah diantara laki-laki dan perempuan yang pada
umumnya lebih berdaulat atas tubuhnya? Mengapa?
b. Siapakah yang umumnya memegang kendali atas
terjadinya hubungan seksual suami dan istri?
Bagaimana seharusnya? Mengapa?
c. Pada kenyataannya, apakah suami dan istri
merencanakan kapan akan hamil, berapa jumlah
anak, dan jarak antar kehamilan? Mengapa?
d. Jika melihat perbedaan organ, fungsi, masa dan
Dampak reproduksi antara laki-laki dan perempuan,
Siapakah yang paling penting untuk ditanya berapa
kali akan hamil (jumlah anak), dan kapan akan hamil
(jarak antar anak)? Mengapa?
Bagaimana cara suami istri
berhubungan seksual tetapi tidak
menyebabkan kehamilan?

Dengan menggunakan KONTRASEPSI


(KB)
PENGERTIAN KELUARGA
BERENCANA (KB) ?
MENURUT WHO :
Yaitu tindakan yang membantu individu
atau pasangan suami istri untuk :
1. Menghindari kelahiran yang tidak
diinginkan
2. Mendapatkan kelahiran yang diinginkan
3. Mengatur interval di antara kelahiran
4. Mengontrol waktu saat kelahiran dalam
hubungan dengan umur suami dan istri
5. Menentukan jumlah anak dalam
keluarga
mekanisme
Menstruasi
: sel telur -- menempel didinding rahim –
menstruasi

Kehamilan
: sel telur – bertemu sel spermatozoa– menempel
di dinding rahim- konsepsi (kehamilan)

Kontrasepsi
Sel telur ------X--------- sel spermatozoa

Kontrasepsi
Jenis alat kontrasepsi
Bersifat sementara :
◦ Pil KB, Implan/susuk, koyo orto evra, cincin
vagina, suntikan, kontrasepsi spon, IUD,
kondom, sistem kelender
Bersifat jangka panjang
◦ Tubektomi, vasektomi
Bersifat darurat
◦ Efektif 27 jam setelah berhubungan
seksual
Pertimbangan dalam memilih
alat kontrasepsi
Pelupa atau tidak : jangan pil KB
Menyusui/ tidak : gunakan implan
Rencana kehamilan berikutnya. Jika
lama gunakan yang tahan lama
Biaya ; misal IUD mahal tapi tahan
lama
Ada kebutuhan untuk terlindungi dari
resiko IMS ( ex hepatitis)
Tuntunan Islam terkait masa
reproduksi dan KB
JAMAN JAHILIYAH
◦ Tradisi mengasingkan wanita yang sedang menstruasi
karena mendatangkan malapetaka, sebaliknya tetap
melakukan hubungan seksual walau wanita tersebut
menstruasi.
◦ Perempuan menjadi objek hubungan seksual semata oleh
laki-laki, satu laki-laki bisa memiliki jumlah istri tidak
terbatas dan diperbolehkan berhubungan seksual dgn
budak perempuan semaunya, istri dan budak tsb tidak
boleh dengan laki-laki lain
◦ Perempuan hamil dan melahirkan dalam kondisi yang
mengenaskan karena teknologi yang belum berkembang.
Bayi perempuan umumnya dikesampingkan
◦ Perempuan bisa mengalami kehamilan terus menerus
secara fisik dan mental lelah dan air susu ibu tidak
sempurna
Tugas
Kelompok 1 : menstruasi
Kelompok 2 : hubungan seksual
Kelompok 3 : kehamilan
Kelompok 4 : melahirkan
Kelompok 5 : pemberian ASI

Bahas pada masa tersebut :


- 3 hal yang perlu dilakukan suami
- 3 hal yang perlu dilakukan istri
- 3 hal larangan bagi suami
- 3 hal larangan bagi istri
Tabel etika reproduksi
Masa Suami Suami (-) Istri (+) Istri (-)
Reproduksi (+)
Menstruasi
Hubungan Seks
Hamil
Melahirkan
Pemberian ASI
Menstruasi ( al- baqarah/2:222)
 Memandang secara simpatik bahwa menstruasi bisa
menimbulkan rasa sakit (adza), bukan cara pandang
merendahkan,
 Memberikan waktu istirahat pada perempuan untuk
mengatasi rasa sakit ( fa’tazilun nisa’a fil mahidl)
 Melarang hubungan seksual dengan istri selama
menstruasi
 Membolehkan hubungan seksual setelah selesai
menstruasi dengan cara-cara yang diperbolehkan
oleh Allah (dengan cara yang bermartabat : misalnya
dengan kerelaan, sopan dan tidak melalui anus)
 Allah mencintai orang yang bertaubat jika melakukan
keselahan dan orang-orang yang membersihkan diri
setelah kotor.
Hubungan seksual suami istri
al-Baqarah/ 2 : 187 dan 223
 Suami dan istri ibarat pakaian bagi pasangannya,
yang berarti hubungan seksual mesti sama-sama
berfungsi bagi keduanya sebagaimana pakaian,
yaitu saling melindungi dari kuman, rasa dingin, dan
hal buruk lainnya, dan memperindah.
 Istri ibarat ladang bagi suami yang berarti sesuatu
yang sangat berharga, mesti dijaga dari segala
gangguan denga baik, dirawat dengan penuh kasih,
agar bisa melahirkan generasi yang berkualitas
 Bolehkan berhubungan seksual ketika malam hari
bulan ramadhan dan larangan berhubungan seksual
saat I’tikaf di mesjid
 Perintah cara-cara baik dalam berhubungan seksual,
dan peringatan adanya kaitan antara perilaku
Hamil dan Melahirkan (al-
Ahqaf/46:15 dan Luqman/31:14)
 Perintah untuk berbuat baik pada ayah dan
terutama ibu
 Pandangan simpatik yang melihat hamil dan
melahirkan sebagai sesuatu yang
menimbulkan kepayahan (kurhan) dan
keadaan lemah yang berlipat (wahnan ‘ala
wahnin), dan memberi ASI dalam total
waktunya 30 bulan,
 Perintah untuk menjadi anak yang pandai
berterimakasih kepada orangtua terutama
ibu dan menjadi hamba yang pandai
bersyukur kepada Allah
Pemberian ASI (al-Baqarah/2:
233)
 Saran untuk menyempurnakan pemberian ASI hingga genap
dua tahun
 Kewajiban suami untuk memenuhi kebutuhan istrinya terutam
pada masa memberikan ASI
 Baik ayah, ibu, maupun anank tidak dibebani kewajiban
kecuali sesuai kemampuannya,
 Larangan anak dan orang tua (ayah-ibu) saling
menyengsarakan satu sama lain
 Anak bisa disapih sebelum dua tahun atas kerelaan dan
kesepakatan ayah dan ibunya
 Ayah-ibu bisa mewakilkan pemberian ASI pada perempuan lain
dengan bayaran tertentu
 Tuntunan ini diiringi dengan perintah bertaqwa dan peringatan
bahwa Allah selalu menyaksikan, yang bisa dipahami sebagai
pesan bahwa kerjasama suami-istri pada masa pemberian ASI
terkait langsung dengan kualitas ketaqwaan mereka.
Tuntunan Islam tentang
KB
Kontrasepsi tertua ‘Azl, yakni
mengeluarkan air mani di luar
vagina untuk menghindari
kehamilan.
Dalam istilah modern di kenal
sebagai senggama terputus
( coitus interruptus)
Hadist tentang ‘Azl menjadi
dasar para ulama dalam
menentukan hukum
Hadist Menyangkut KB :
 Mahzhab Syafi’I : Boleh (mubah) tetapi
tidak etis karena menfaat sperma tidak
difungsikan. Dibenarkan untuk
melindungi nyawa istri dari resiko
melahirkan, atau menghindari beban
yang berlebihan (katsrah al-haraj) karena
kebanyakan anak atau kesulitan ekonomi.
 Madzhab Maliki : seorang laki-laki tidak
mempunyai hak untuk melakukan ‘Azl
dengan istrinya tanpa ada
persetujuannya.
…Lanjutan Hadist Menyangkut
KB
Madzhab Hanafi : makruh tanpa seizin
istrinya, karena hubungan seksual yang
berakhir dengan ejakulasi adalah
penyebab terjadinya pembuahan, dan
perempuan memiliki hak untuk melahirkan
anak-anaknya. ‘Azl mengakibatkan tidak
terjadi kehamilan dan kelahiran anak.
Madzhab Hambali : ‘Azl tanpa alasan
adalah makruh tetapi tidak haram. ‘Azl
tidak boleh dilakukan tanpa persetujuan
perempuan.
Motif dan sarana kontrasepsi
dapat mempengaruhi status
hukum kontrasepsi.
Misal motif agar bisa berzina
tanpa khawatir hamil berbeda
dengan motif menjamin
keselamatan ibu.
Demikian juga hukum
menggunakan alat kontrasepsi
aman berbeda dengan yang
Tugas
(Pasangan calon suami istri)
Diskusikan :
1. Berapa jumlah anak yang
diinginkan
2. Pada tahun keberapakah
perkawinan masing-masing
anak direncanakan lahir
3. Alat kontrasepsi apa yang akan
dipilih
4. Apa yang akan dilakukan jika
Sekian
TERIMA KASIH