You are on page 1of 48

PYODERMA

Muhammad Reza Nasution 1740312223Intan


Ekaverta 1740312424

Perseptor: dr. Mounica Muchlis

FOME PUSKESMAS LAPAI


2019
Bab I Pendahuluan
Latar Pioderma adalah infeksi pada kulit yang terjadi
Belakan dibawah stratum korneum sampai dermis atau
pada folikel rambut.
g
Click icon to add picture

Pioderma Superfisialis
Pioderma Profunda
Pioderma sering dialami anak-anak, karena daya
tahan kulit terhadap invasi kuman pathogen belum
sesempurna orang dewasa

Morbiditas pioderma pada pasien dewasa akibat


higienis yang kurang dijaga atau terdapat penyakit
sistemik yang berhubungan dengan daya tahan
tubuh
Penyakit infeksi kulit bakterial merupakan masalah
kesehatan masyarakat, dimana infeksi bakterial
kulit yang paling sering ditemui adalah pioderma
Pendahuluan

01 Tujuan Penulisan
definisi, etiologi, epidemiologi, patogenesis, gejala
klinis, pemeriksaan, diagnosis, diagnosis banding,
tata laksana, dan prognosis pyoderma

02 Metode Penulisan
Tinjauan kepustakaan merujuk kepada
berbagai literatur seperti textbook dan
jurnal
Bab II Tinjauan Pustaka
Pengertian Pyoderma

Pioderma adalah PS adalah infeksi pada kulit yang


terjadi dibawah stratum korneum sampai dermis
atau pada folikel rambut. Pada anak-anak PS pada
kulit dan aneksa yang sering dijumpai antara
lain impetigo, folikulitis, furunkulosis dan karbunkel.
Epidemiologi

Prevalensi pioderma di beberapa


negara seperti di Brazil, Ethiopia,
Taiwan, dkk = 0.2 – 35 %

• Dewasa 1.4%
• merupakan 10 penyakit
terbanyak di Indonesia
• Tidak ada ras tertentu
• dapat menyerang laki atau
perempuan
Faktor Risiko
Penyakit lain
dikulit

Hygiene buruk Iklim lembab

Penurunan
daya tahun Kebiasaan
tubuh buruk
Patofisiologi

Ketidakutuhan kulit

Tempat masuknya bakteri

Gejala atau tanda inflamasi


Etiologi
Insert the title of your subtitle Here

Stafilokokus Streptokokus
aureus grup A
Pioderma Superfisialis

Impetigo Nonbulosa Impetigo Bulosa

Lesi awal pada impetigo nonbulosa Bula pada awalnya mengandung cairan
adalah vesikel atau pustul bersifat kuning bening yang selanjutnya berubah
sementara yang dengan cepat menjadi kuning pekat dan terlihat keruh.
berkembang menjadi plak berkrusta Bula ini sifatnya superfisial, dan dalam
berwarna madu yang bisa satu atau dua hari, bula akan ruptur
berukuran hingga berdiameter yang kadang-kadang
lebih besar dari 2 cm. membentuk krusta tipis berwarna coklat
muda hingga kuning
keemasan.
Pioderma Superfisialis

Folikulitis Furunkel

Furunkel ialah radang folikel rambut


Lesi berupa pustul kecil seperti kubah dan sekitarnya. Furunkel dimulai
pada lubang muara rambut, sehingga dengan nodul kecil kemerahan,
pada pustulnya sering disertai rambut keras dan sakit, kemudian dalam
di tengahnya dan kulit di sekitarnya
beberapa hari bertambah
tampak kemerahan, tidak mengganggu
pertumbuhan rambut dan rambut tidak
besar terjadi fluktuasi,
mudah dicabut. pustul dan nekrosis di bagian
tengahnya.
Pioderma Superfisialis

Ektima

Ektima ialah ulkus superfisial dengan krusta di atasnya yang


Disebabkan infeksi oleh infeksi streptokokus.

Ektima biasanya terjadi pada impetigo yang dibiarkan tidak diobati


sehingga menjadi lebih dalam melewati epidermis, membentuk ulkus
dangkal yang berkrusta.

Ektima biasanya terdapat pada ekstremitas bawah.


Pewarnaan Gram

Kultur dan
resistensi
Pemeriksaan
Penunjang Pemeriksaan darah
TATALAKSANA

Non medikamentosa

1. Mandi 2 kali sehari dengan sabun


2. Mengatasi/identifikasi faktir predisposisi dan keadaan komorbid,
misalnya infeksi parasit, dermatitis atopi, edema, obesitas,
dan insufisiensi vena.
TATALAKSANA

Medikamentosa

Prinsip : pasien berobat jalan, kecuali pada erisipelas, selulitis dan


flegmon derajat berat dianjurkan rawat inap.
TATALAKSANA
Topikal

-Bila banyak pus atau krusta: kompres terbuka dengan permanganas


kalikus 1/5000, asam salisilat 0,1%, rivanol 1%, larutan povidon iodin
1%, dilakukan 3 kali sehari masing-masing ½-1 jam selama keadaan
akut.
-Bila tidak tertutup pus atau krusta: salep/krim asam fusidat 2%,
mupirosin 2%. Dioleskan 2-3 kali sehari, selama 7-10 hari.
TATALAKSANA
Sistemik:

Lini pertama:
-Kloksasilin/dikloksasilin: dewasa 4 x 250-500 mg/hari per oral; anak-
anak 25-50 mg/KgBB/hari terbagi dalam 4 dosis
-Amoksisilin dan asam klavulanat: dewasa 3 x 250-500mg/hari; anak-
anak 25-50 mg/KgBB/hari terbagi dalam 3 dosis
-Sefaleksin: 25-50mg/KgBB/hari terbagi dalam 4 dosis

Lini kedua:
-Azitromisin 1x500mg/hari(hari 1), dilanjutkan 1x250mg (hari 2-5)
-Klindamisin 15mg/KgBB/hari terbagi 3 dosis
-Eritromisin: dewasa 4x250-500mg/hari;anak-anak 20-50mg/KgBB/ hari
terbagi 4 dosis
TATALAKSANA
Tindakan

Apabila lesi abses besar, nyeri, disertai fluktuasi, dilakukan insisi dan
drainase.
TATALAKSANA
Edukasi
Membatasi penularan: edukasi terhadap pasien dan keluarganya
agar menjaga higiene perorangan yang baik.

Prognosis
Impetigo dapat sembuh tanpa pengobatan dalam 2 minggu tanpa
sekuele. Ektima dapat menetap selama beberapa minggu dan
dapat terjadi komplikasi skar. Rekurensi abses dan furunkel
pada anak sebesar 18-28%.
Quo ad vitam : bonam
Quo ad sanactionam : bonam
Quo ad functionam :bonam
Bab III Laporan Kasus
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. N

Umur : 53 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Pekerjaan : IRT

Alamat : Jalan Shinta Asoka Blok K No 15

Status : Sudah menikah

Agama : Islam

Suku : Minang

Negara Asal : Indonesia

Tanggal Pemeriksaan : 16 Mei 2019


ANAMNESIS
Keluhan utama

Timbul bisul berisi nanah


yang terasa nyeri di leher
atas sejak 3 hari yang
lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang
• Awalnya timbul benjolan kecil sebesar pentul, seperti jerawat, yan
g terasa nyeri, berwarna kemerahan di leher atas sejak 3 hari yan
g lalu
• Benjolan dirasakan semakin membesar hingga sebesar kelereng
kecil, membentuk bisul berisi nanah kekuningan, lalu pecah 1 hari
yang lalu, keluar nanah dan darah.
• Demam ada, sejak 2 hari yang lalu, hilang timbul, tidak tinggi, tida
k menggigil.
• Riwayat menggaruk-garuk bisul ada.
• Riwayat jarang mencuci tangan ada.
• Riwayat batuk pilek tidak ada.
Riwayat pengobatan dan Penya
kit
Dahulu

Riwayat Pengobatan
Pasien belum pernah mengobati keluhannya ini.
Riwayat Penyakit Dahulu :
Pasien tidak pernah menderita menderita penyakit seperti
ini sebelumnya.
Riwayat penyakit keluarga riway
at
Atopi/alergi
• Tidak ada anggota keluarga yang
menderita kutil seperti pasien
• Riwayat alergi makanan tidak ada
• Riwayat alergi obat tidak ada
• Riwayat atopi tidak ada
PEMERIKSAAN FISIK
Status generalis
Keadaan umum : Tidak tampak sakit

Kesadaran : CMC

Tekanan Darah : 110/80 mmHg

Nadi : 82x/menit

Nafas : 18 x/menit

Suhu : 37,2 o C
Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera
tidak ikterik

Pemeriksaan thorak : dalam batas normal

Pemeriksaan paru : dalam batas normal

Pemeriksaan jantung : dalam batas normal

Pemeriksaan abdomen: dalam batas normal


Status dermatologikus
Lokasi : Leher bagian atas.

Distribusi : Regional

Bentuk : bulat

Susunan : Tidak khas

Ukuran : Lentikular

Batas : Tidak tegas

Efloresensi : Ekskoriasi berisi pus kekuningan


FOTO KLINIS
DIAGNOSA KERJA

Pioderma (Furunkel)
Diagnosa Banding
Impetigo Bulosa

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan rutin
Tidak diperlukan
Pemeriksaan anjuran
Pemeriksaan mikroskopis
dengan pewarnaan gram
PENATALAKSANAAN
Umum

• Edukasi kepada pasien untuk


menjaga kebersihan kulit
• Edukasi pasien untuk makan
makanan bergizi dan tinggi
protein
Khusus

• Cefixime 200 mg 2x1


Prognosis
Quo ad sanam : bonam

Quo ad vitam : bonam


Quo ad fungsionam:
bonam
Quo ad kosmetika :
bonam
Bab IV Diskusi
Seorang perempuan berusia 53 tahun datang ke Puskesmas Alai
pada tanggal 16 Mei 2019

Keluhan Utama: Timbul bisul berisi nanah yang terasa nyeri di leher
atas sejak 3 hari yang lalu

Awalnya timbul benjolan kecil sebesar pentul, seperti jerawat, yang


terasa nyeri, berwarna kemerahan di leher atas sejak 3 hari yang lalu.
Benjolan dirasakan semakin membesar hingga sebesar kelereng kecil,
membentuk bisul berisi nanah kekuningan, lalu pecah 1 hari yang lalu,
keluar nanah dan darah.

Demam ada, sejak 2 hari yang lalu, hilang timbul, tidak tinggi, tidak
menggigil. Pasien sering menggaruk-garuk bisul dan jarang mencuci
tangan

Dari pemeriksaan fisik didapatkan ekskoriasi berisi pus kekuningan.


Pasien didiagnosis pioderma berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan
fisik. Pioderma merupakan penyakit-penyakit infeksi kulit yang
disebabkan oleh bakteri, terutama stafilokokus aureus dan streptokokus.

Penyakit ini terdiri atas beberapa bentuk klinis. Pada pasien ini, jenis
pioderma yang dikenai adalah furunkel, dimana infeksi kulit meliputi
seluruh rambut dan jaringan subkutaneus disekitarnya.

Furunkel berawal dari benjolan keras kemerahan yang kemudian


berfluktuasi dan tengahnya menjadi putih atau kuning. Furunkel terasa
nyeri dan apabila pecah dapat mengeluarkan nanah dan darah. Hal ini
sama dengan keluhan pasien yang didapatkan dari anamnesis.
Pasien ditatalaksana dengan diberikan
terapi umum dan khusus.Terapi umum
pada pasien berupa edukasi agar
pasien menjaga kebersihan kulit dan
makan makanan tinggi protein.Terapi
khusus yaitu dengan terapi antibiotik,
cefixime 200 mg 2 kali sehari selama 5
hari.
Prognosis dari pasien ini
secara keseluruhan adalah
baik, jika pasien mau dan
mampu mengubah kebiasan
untuk lebih menjaga higiene
dan patuh dalam
menjalankan pengobatan.
Thank you