You are on page 1of 49

Skenario 1

Ruang 15
Gangguan Ginekologis
Ruang 15

Tamyra T. Timbuleng 13011101101


Nizra Ayu Sarah 13011101168
Rahdian Husa 13011101204
Dwika T. Takaendengan 13011101058
Victorson L. Zega 13011101131
Gricia E. Tamansa 13011101026
Ruang 15

Eca Dara Y. Pasaribu 13011101231


Matthew N. Ruslim 13011101251
Marcella TT Tulong 13011101230
Kezia Priskila Oroh 13011101056
Ni Made Putri Jayalaksmi 13011101185
Ade Marianatha BR Sitepu 13011101125
Skenario

Rina adalah seorang gadis remaja berumur 23 tahun. Hari


ini ia tidak ke sekolah karena sementara mengalami haid
dan merasa nyeri pada perut bagian bawah. Awalnya
nyeri dibagian perut kemudian menjalar ke bagian
pinggang. Ia juga merasa mual, muntah dan sakit kepala.
Menurut ibunya Rina juga cepat marah dan mudah
tersinggung. Ratna menarche usia 13 tahun.
Kata Sulit

• Menarche  Pembentukan atau permulaan fungsi menstruasi


Petanda akhirnya masa pubertas, masa peralihan dari masa
anak menuju dewasa.

Poppy Kumala [et. Al]. Kamus Saku Kedokteran Dorland. 25th ed. Jakarta: EGC; 1998
Kata Kunci

• Gadis 23 tahun
• Nyeri perut bawah
• Haid
• Menarche usia 13 tahun
• Mual, muntah, sakit kepala
• Cepat marah, mudah tersinggung
Anamnesis

• Identitas Pasien
• Keluhan Utama
• Riwayat Penyakit Sekarang
Umur menarche
Keteraturan Siklus
Onset, durasi, tipe nyeri
Banyak Haid
Gejala penyerta

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22073/4/Chapter%20II.pdf
Anamnesis

• Riwayat Penyakit Dahulu


• Riwayat Penyakit Keluarga
• Riwayat Pengobatan

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22073/4/Chapter%20II.pdf
Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum • Tekanan Darah


• Kesan sakit • Nadi
• Kesadaran • Nafas
• Suhu
• Kulit
• Kepala
• Wajah

Hendy Hendarto. Gangguan Haid/perdarahan uterus abnormal, Ilmu Kandungan. 3 rd ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011
Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Abdomen (pasien belum berhubungan seks):


• Inspeksi
• Auskultasi
• Palpasi
• Perkusi

Hendy Hendarto. Gangguan Haid/perdarahan uterus abnormal, Ilmu Kandungan. 3 rd ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011
Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Ginekologis:
Hal –hal yang harus diperhatikan sebelum pemeriksaan dilakukan :
• Letak litotomi
• Letak miring
• Letak sims

Hendy Hendarto. Gangguan Haid/perdarahan uterus abnormal, Ilmu Kandungan. 3 rd ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011
Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Ginekologis:
Hal –hal yang harus diperhatikan sebelum pemeriksaan dilakukan :
• Letak litotomi
• Letak miring
• Letak sims

Hendy Hendarto. Gangguan Haid/perdarahan uterus abnormal, Ilmu Kandungan. 3 rd ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011
Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Ginekologis:
Hal –hal yang harus diperhatikan sebelum pemeriksaan dilakukan :
• Letak litotomi
• Letak miring
• Letak sims

Hendy Hendarto. Gangguan Haid/perdarahan uterus abnormal, Ilmu Kandungan. 3 rd ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011
Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan organ genitalia eksterna


• Perabaan vulva dan perineum  Pemeriksaan dapat dimulai
dengan perabaan glandula bartholini dengan jari-jari dari luar
yang kemudian diteruskan dengan perabaan antara dua jari di
dalam vagina dan ibu jari diluar.

Hendy Hendarto. Gangguan Haid/perdarahan uterus abnormal, Ilmu Kandungan. 3 rd ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011
Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan organ genitalia interna


• Pemeriksaan dengan speculum
• Pemeriksaan bimanual
• Perabaan vagina dan dasar panggul
• Perabaan Serviks
• Perabaan Korpus uteri
• Perabaan parametrium dan adneksum

Hendy Hendarto. Gangguan Haid/perdarahan uterus abnormal, Ilmu Kandungan. 3 rd ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011
Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Khusus
• Pemeriksaan Laboratorium Biasa
• Pemeriksaan Getah Vulva dan Vagina
• Pemeriksaan Sitologi Vagina
• Percobaan Schiller
• Kolposkopi
• Eksisi Percobaan dan Konisasi
• Biopsy endometrium

Hendy Hendarto. Gangguan Haid/perdarahan uterus abnormal, Ilmu Kandungan. 3 rd ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011
Pemeriksaan Penunjang

• USG
• HSG
• Pemeriksaan kadar hormon
• Urinalisis
• Β-hCG serum
• Pemeriksaan Infertilitas dan Endokrinologi
• Pemeriksaan sistoskopi dan rektoskopi
• Pemeriksaan kuldosentesis
• Laparaskopi

Hendy Hendarto. Gangguan Haid/perdarahan uterus abnormal, Ilmu Kandungan. 3 rd ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011
Diagnosis

Dismenorea Primer
• Dismenorea adalah nyeri saat haid, biasanya dengan rasa kram dan
terpusat di abdomen bawah
• Dismenorea primer adalah nyeri haid tanpa ditemukan keadaan
patologi pada panggul
• Dismenorea primer berhubungan dengan siklus ovulasi dan
disebabkan oleh kontraksi miometrium sehingga terjadi iskemia
akibat adanya prostaglandin yang diproduksi oleh endometrium

Hendy Hendarto. Gangguan Haid/perdarahan uterus abnormal, Ilmu Kandungan. 3 rd ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011
Diagnosis

Dismenorea Primer
• Dismenorea primer sering pada usia muda/remaja dengan keluhan
seperti kram dan lokasinya ditengah bawah rahim.
• Dismenorea primer disertai dengan keluhan mual, muntah, diare,
nyeri kepala, dan pada pemeriksaan ginekologi tidak ditemukan
kelainan.
• Biasanya nyeri muncul sebelum keluarnya haid dan meningkat
pada hari pertama dan kedua.

Hendy Hendarto. Gangguan Haid/perdarahan uterus abnormal, Ilmu Kandungan. 3 rd ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011
Diagnosis Banding

Dismenorea Sekunder
• Dismenorea sekunder adalah nyeri haid yang berhubungan dengan
berbagai keadaan patologis di organ genitalia
Endometriosis
Adenomiosis
Mioma uteri
Stenosis Serviks
Penyakit Radang Panggul
Irritable bowel syndrome
Hendy Hendarto. Gangguan Haid/perdarahan uterus abnormal, Ilmu Kandungan. 3 rd ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011
Diagnosis Banding

Dismenorea Sekunder
• Dismenorea sekunder dipikirkan bila pada anamnesis dan
pemeriksaan curiga ada patologi panggul atau kelainan bawaan
atau tidak respons dengan obat dismenorea primer
• Pemeriksaan Lanjutan yang dapat dilakukan misalnya USG, infus
salin sonografi, atau laparoskopi dapat dipertimbangkan bila
curiga adanya endometriosis

Hendy Hendarto. Gangguan Haid/perdarahan uterus abnormal, Ilmu Kandungan. 3 rd ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011
Anatomi
dr. Joel Laihad Sp.OG (K-Onk). Bahan Ajar Kuliah Modul Gangguan Ginekologis. Departemen Obstetri dan Ginekologi FK UNSRAT; 2015
Histologi
Histologi
Histologi
Fisiologi
Produksi
estrogen oleh
folikel
ovarium

Lauralee Sherwood. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem: Sistem reproduksi. 6th ed. Jakarta: EGC;2011
FSH
Kadar tertentu
Inhibin B

Androgen Sel Teka Kontrol umpan balik


FSH, LH
Aktivin Estrogen

200 pg/ml

LH
Ovulasi

Luteinsasi tdk
Pg Intrafolikuler OMI
sempurna

Peningkatan Sedikit
Plasminogen Plasmin “Pecah”
Progesteron
Samsulhadi. Ilmu Kandungan: Haid dan Siklusnya. 3rd ed. Jakarta: PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Etiologi

Dismenorea Primer:
Prostaglandin F2α
• Psikogenik
• Hormonal
Dismenorea Sekunder:
• Leiomyoma
• PID
• Abses Tuba Ovari

Karim Anton Calis, Devra K Dang, Mert Erogul, Sophia N Kalantaridou. Dysmenorrhea. [internet]. Available from: www.medscape.com
Etiologi

Dismenorea Sekunder:
• Ovarian cyst rupture/hemorrhage
• Endometriosis
• Adenomyosis
• IUD
• Premenstrual dysphoric disorder

Karim Anton Calis, Devra K Dang, Mert Erogul, Sophia N Kalantaridou. Dysmenorrhea. [internet]. Available from: www.medscape.com
Epidemiologi

• Dismenore primer  60-75% perempuan muda


• ¾ : dismenore intensitas ringan atau sedang
• ¼ : dismenore intensitas berat; terkadang sebabkan penderita
tidak berdaya dalam menahan nyeri
• Populasi Remaja (berusia 12-17 tahun) di Amerika Serikat, Klein,
dan Litt
• Prevalensi dismenore 59,7%
• Nyeri berat 12%, Nyeri sedang 37%, Nyeri ringan 49%

1. http:\dismenore\A_R_E_Health & Rejuvenation Research Center – The Cayce Health Database.mht


2. Ahmad Suparto,dkk. Pengaruh senam Dismenore terhadap tingkat Nyeri Haid pada Menarche Remaja Putri
Epidemiologi

• Angka kejadian dismenorea di Indonesia  64,2%


54,89% dismenore primer
9,36% dismenore sekunder

1. http:\dismenore\A_R_E_Health & Rejuvenation Research Center – The Cayce Health Database.mht


2. Ahmad Suparto,dkk. Pengaruh senam Dismenore terhadap tingkat Nyeri Haid pada Menarche Remaja Putri
Epidemiologi

Hasil penelitian yang dilakukan pada 4 sekolah menengah pertama


di Jakarta:
• 76,6% siswi tidak mau masuk sekolah karena nyeri haid
• Nyeri berlokasi di perut bagian bawah 89,7%
• Bagian dalam paha 5,3%
• Pada bokong 4,4%

1. http:\dismenore\A_R_E_Health & Rejuvenation Research Center – The Cayce Health Database.mht


2. Ahmad Suparto,dkk. Pengaruh senam Dismenore terhadap tingkat Nyeri Haid pada Menarche Remaja Putri
Faktor risiko

• Usia muda
• Nuliparitas
• Menarche pada usia lebih awal (<12 tahun)
• Lama menstruasi lebih dari normal ( >7 hari)
• Merokok
• Obesitas
• Adanya riwayat keluarga

Karim Anton Calis, Devra K Dang, Mert Erogul, Sophia N Kalantaridou. Dysmenorrhea. [internet]. Available from: www.medscape.com
Patofisilogi
[Internet] Available from: https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/v1/ch018/framesets/001f.html
[Internet] Available from: https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/v1/ch018/framesets/001f.html
[Internet] Available from: https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/v1/ch018/framesets/001f.html
Sintesis Prostaglandin

[Internet] Available from: https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/v1/ch018/framesets/001f.html


Manifestasi Klinis

Dismenore Primer Dismenore Sekunder


• Usia lebih muda • Usia lebih tua
• Timbul setelah terjadinya siklus • Cenderung timbul setelah dua
haid yang teratur tahun siklus haid teratur
• Nyeri sering terasa seperti • Nyeri sering terasa terus-menerus
kejang uterus dan spastik dan tumpul
• Nyeri timbul medahului haid dan • Nyeri bisa dimulai saat haid
meningkat pada hari pertama ataupun sebelum haid dan
atau kedua haid meningkat bersamaan dengan
keluarnya darah
Manifestasi Klinis

Dismenore Primer Dismenore Sekunder


• Tidak dijumpai keadaan • Berhubungan dengan kelainan
patologik pelvik pelvik
• Hanya terjadi pada siklus haid • Tidak berhubungan dengan
yang ovulatorik sering adanya ovulasi
memberikan respons terhadap • Seringkali memerlukan tindakan
pengobatan medikamentosa operatif
• Sering disertai nausea, muntah,
diare
Kapita Selekta Kedokteran. 4th edition. Jakarta: Media Aesculapius; 2014
Penatalaksanaan

1. Farmakologis
• NSAID: Ibu Profen dan Asam Mefenamat
• Pil Kontrasepsi
Penatalaksanaan

2. Non-Farmakologis
• Istirahat.
• Olahraga.
• Yoga.
• Orgasme.
• Kompres hangat.
• Ditraksi, massage dan relaksasi.
• Ramuan rempah (jahe)
3. Pembedahan
Komplikasi & Prognosis

• Penggunaan NSAID  jarang menimbulkan komplikasi dan 


prognosis baik
• Dismenorea sekunder  bervariasi  bila diagnosis dan
penatalaksanaan cepat tepat  Prognosis baik
• Dismenorea  mengganggu aktifitas sehari-hari  Kerugian
ekonomi

Karim Anton Calis, Devra K Dang, Mert Erogul, Sophia N Kalantaridou. Dysmenorrhea. [internet]. Available from: www.medscape.com
TERIMA KASIH
Ruang 15
Gangguan Ginekologis