You are on page 1of 38

Universitas Jenderal Soedirman

Purwokerto

FISIKA DASAR

Oleh :
Mukhtar Effendi
Listrik Dinamik
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Gejala kelistrikan pertama kali diamati oleh Benjamin


Franklin pada tahun 1752.
Pada tahun 1800, Alesandro Volta (17451827) menemukan
baterai listrik, yaitu alat yang mampu menghasilkan aliran
muatan listrik ajeg (steady).
Universitas Jenderal Soedirman

Listrik Dinamik
Purwokerto

Baterai sederhana ini terdiri dari dua lempeng logam


berlainan yang disebut elektroda. Elektroda ini dicelupkan
ke dalam larutan asam yang disebut sebagai larutan
elektrolit.
Susunan semacam ini disebut dengan sel listrik, dan
beberapa sel listrik yang terhubung secara bersama
disebut dengan baterai.
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Arus Listrik
Untuk menghasilkan arus listrik dalam
sebuah rangkaian listrik diperlukan beda
potensial listrik, seperti baterai.
Arus listrik yang terjadi pada susunan baterai
merupakan aliran muatan listrik yang
melewati penghantar per satuan waktu
pada sebarang titik.
Berdasar percobaan Volta, arus rata-rata I
didefinisikan sebagai:
Q
I 
t
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Electric Current

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 5


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Rapat Arus

Rapat arus rata-rata pada sebuah


penghantar yang melewati permukaan S
dituliskan sebagai I
J 
A
 Jika pada selang waktu t jumlah muatan yang melewati permukaan S sepanjang
volume v A adalah :

Q = envA t

Q envA t
I    envA
t t
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Microscopic Model of Current

cross-sectional area A
length x

Volume is A x
n represents the number of
mobile charge carriers per
unit volume

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 7


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

The 12-gauge copper wire in a typical residential building


has a cross-sectional area of 3.31 x 10-6 m2. If it carries a
current of 10.0 A, what is the drift speed of the electrons?
Assume that each copper atom contributes one free
electron to the current. The density of copper is 8.95 g/cm3.

molar mass of copper is 63.5 g/mol


1 mol of any substance contains Avogadro’s number of atoms
(6.02 x 1023)

Knowing the density of copper, we can calculate the volume


occupied by 63.5 g (=1 mol) of copper:

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 8


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 9


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto
Hukum Ohm

George Simon Ohm (1787-1854) yang menetapkan


secara eksperimen bahwa arus listrik dalam
kawat logam (penghantar) sebanding dengan
beda potensial yang terpasang pada ujung-ujung
kawat logam tersebut, yaitu ;
I V
 Jumlah arus yang mengalir dalam kabel tidak hanya bergantung pada tegangan, tapi juga pada
resistansi kabel, R.

 Semakin besar resistansi kabel, semakin kecil arus yang mengalir. Jika dinyatakan dalam bentuk
persamaan matematis, hukum Ohm dapat ditulis sebagai :

V
I 
R
Hukum Ohm
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Persamaan ini berlaku untuk kabel atau penghantar


yang resistansinya, R tetap. Penghantar seperti
ini dikatakan bersifat ohmic. Jika R tidak konstan
dan nilainya bergantung pada tegangan, maka
dikatakan kabel atau penghantar tersebut
bersifat non-ohmic dan tidak tunduk pada hukum
Ohm.
Resistivitas (Hukum Ohm)
► Dari percobaan telah diketahui bahwa resistansi kabel, R, sebanding dengan
panjang penghantar/kabel, L, dan berbanding terbalik dengan luas penampang
lintang kabel, A.

► dengan
menyatakan tetapan kesebandingan yang disebut
resistivitas dan  bergantung pada jenis bahan
yang digunakan untuk kabel.
L
R  
A
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Resistance

the four colors on the circled resistors are red (=2), black (=0),
orange (= 103), and gold (=5%),
resistance value is 20 x 103 = 20 k with a tolerance value of
5% = 1 k .
Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 13
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Calculate the resistance of an aluminum cylinder that


has a length of 10.0 cm and a cross-sectional area of
2.00 x 10-4 m2. Repeat the calculation for a cylinder of the
same dimensions and made of glass having a resistivity of
3.0 x 1010  m.

Hitunglah nilai hambatan silinder aluminium yang


panjangnya 10 cm dan tampang lintangnya 2 x 10-4m2.
Hitung pula silinder gelas yang memiliki dimensi yang
sama, yang hambat jenisnya sebesar 3 x 1010  m

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 14


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto
Tabel 1. Resistivitas berbagai jenis bahan
Bahan Resistivitas, , Tetapan suhu, ,
(.m) (Co)1
Penghantar
Perak 1,59 . 108 0,0061
Tembaga 1,68 . 108 0,0068
Aluminium 2,65 . 108 0,00429
Tungsten 5,6 . 108 0,0045
Baja 9,71 . 108 0,00651
Platinum 10,6 . 108 0,003927
Air raksa 98 . 108 0,0009
Isolator
Gelas 109  1012
Karet mentah 1013  1015
Semikonduktor
Karbon (graphite) (360) . 105 0,0005
Germanium (1500) . 103 0,05
Silikon 0,1  60 0,07
Universitas Jenderal Soedirman

Resistansi bergantung suhu


Purwokerto

Resistansi dari beberapa bahan terkadang juga bergantung


pada suhu. Secara umum, resistansi logam meningkat
dengan bertambahnya suhu. Hal ini disebabkan karena jika
suhu tinggi, atom-atom penyusun logam bergerak dengan
cepat dan tersusun dengan bentuk yang lebih teratur. Jika
perubahan suhu tidah terlalu besar, resistansi logam
bertambah secara linier, yaitu:

 t   o (1   T )
dengan  adalah resistansi pada suhu acuan (biasanya 0oC atau 20oC),  adalah
resistansiopada suhu T di atas suhu acuan, dan  adalah tetapan suhu resistivitas.
t
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

the resistance of the aluminum


cylinder

for glass

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 17


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Resistance and Temperature

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 18


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

A resistance thermometer, which measures temperature by measuring


the change in resistance of a conductor, is made from platinum and
has a resistance of 50.0  at 20.0°C. When immersed in a vessel
containing melting indium, its resistance increases to 76.8 . Calculate
the melting point of the indium.
Sebuah termometer mengukur suhu dengan cara mengukur
perubahan hambatan dari sebuah penghantar yang terbuat dari
platinum yang memiliki hambatan 50  pada suhu 20 C.
Pada saat penghantar tersebut dimasukkan ke dalam wadah yang
berisi indium cair, hambatannya meningkat menjadi 76,8 . Hitunglah
titik leleh indium.

the temperature of the melting indium sample, is 157°C.


Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 19
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Daya Listrik

Cepat lambatnya energi listrik diubah menjadi energi bentuk


lain dinyatakan dengan besaran fisika yang disebut daya, P.
Dalam hal ini daya merupakan laju energi yang berubah dari
satu bentuk ke bentuk lainnya:

energi yang diubah Q V


Daya  P  
waktu t
► Muatan yang mengalir tiap detik, Q/t, tidak lain adalah arus listrik, I, sehingga :

2
P V .I
atau
V  V
P  V 
R  R
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Electrical Power

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 21


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

An electric heater is constructed by applying a potential


difference of 120 V to a Nichrome wire that has a total
resistance of 8.00 . Find the current carried by the wire
and the power rating of the heater.

Sebuah pemanas listrik dibuat dengan menggunakan beda


potensial sebesar 120 V pada sebuah kawat Nikrom yang
memiliki hambatan 8 . Hitunglah arus yang mengalir pada
kawat tersebut dan daya yang muncul.

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 22


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Electromotive Force

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 23


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto
Instalasi Listrik

Lampu
Heater/AC
Stop Kontak
Fan
dll
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Pengaman Listrik
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

A battery has an emf of 12.0 V and an internal resistance of


0.05 . Its terminals are connected to a load resistance of
3.00  .
(A) Find the current in the circuit and the terminal voltage
of the battery.

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 26


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

(B) Calculate the power delivered to the load resistor, the


power delivered to the internal resistance of the battery, and
the power delivered by the battery.

the power delivered by the battery is the sum


of these quantities, or 47.1 W.

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 27


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Resistors in Series and Parallel

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 28


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Consider five resistors connected as shown in Figure below.


Find the equivalent resistance between points a and b.

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 29


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

(A) Under steady-state conditions, find the unknown currents


I1, I2, and I3 in the multiloop circuit shown in Figure below.

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 30


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

(B) What is the charge on the capacitor?

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 31


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Charging a Capacitor

Discharging a Capacitor

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 32


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 33


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 34


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 35


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 36


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 37


Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Sebuah kawat penghantar yang hambat jenisnya 


panjangnya l dan luas penampangnya A, dipotong menjadi 3
yang sama panjangnya. Ketiga batang kawat penghantar
tersebut diikat menjadi satu sehingga membentuk suatu
penghantar yang baru. Berapakah hambatan kawat
penghantar yang baru, nyatakan dengan R, jika R adalah
hambatan kawat sebelum dipotong-potong.

Mukhtar Effendi Ilmu Fisika 38