You are on page 1of 17

Gizi dalam Kesehatan Masyarakat

Terkait erat dengan ”gizi kesehatan masyarakat” adalah ”kesehatan gizi


masyarakat,” yang mengacu pada cabang populasi terfokus kesehatan
masyarakat yang memantau diet, status gizi dan kesehatan, dan program
pangan dan gizi, dan memberikan peran kepemimpinan dalam
menerapkan prinsip-prinsip public health untuk kegiatan yang mengarah
pada promosi kesehatan dan pencegahan penyakit melalui pengembangan
kebijakan dan perubahan lingkungan.

Peranan Ilmu Gizi dalam Kesehatan Masyarakat


• Mengidentifikasi hubungan gizi dan kesehatan, daur hidup,
komposisi tubuh, zat-zat gizi (sumber & RDA), konsep penyusunan
menu dan biokimia gizi (Nutrition).
• Mengidentifikasi zat gizi dalam makanan secara kualitatif maupun
kuantitatif (Nutrition Practice).
• Mengidentifikasi berbagai masalah gizi di masyarakat dan faktor
penyebab masalah gizi serta mengatasinya (Community Nutrition).
Definisi K3
Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah terjadinya
kec. kerja, kebakaran, peledakan, PAK & pencemaran lingk. kerja.
Mengapa K3 Penting ?
1. Merupakan kebutuhan dan hak tenaga kerja dalam perlindungan K3 untuk
mewujudkan kesejahteraan
2. Untuk mengurangi kerugian akibat kecelakaan kerja oleh manajemen
3. Merupakan persyaratan perdagangan global
4. Menciptakan tempat kerja yang sehat, aman dan produktif
5. Telah menjadi komitmen global

Manfaat Bagi Masyarakat:


6. Menumbuhkembangkan pengetahuan, pengertian, kesadaran dan kepedulian
mengenai K3
7. Menjadi perilaku dalam hidup masyarakat dan mulai di tanamkan pada keluarga
8. Masyarakat hidup sehat dan disiplin.

Bagi Tenaga Kerja:


9. Meningkatkan kepedulian dan pengetahuan mengenai K3
10. Meningkatkan kinerja tenaga kerja dan bekerja setelah yakin akan jaminan
perlindungan K3
11. Meningkatkan kesadaran berperilaku K3 dan disiplin.
Bagi Perusahaan:
1. Mengetahui pemenuhan perusahaan terhadap peraturan perundangan dibidang K3
2. Mendapatkan bahan umpan balik bagi tinjauan manajemen dalam rangka
meningkatkan kinerja SMK3
3. Mengetahui efektifitas, efisiensi dan kesesuaian serta kekurangan dari penerapan
SMK3
Peranan K3 dalam Kesehatan Masyarakat :
1. Agar dalam menangani korban kecelakaan kerja lebih cepat
2. untuk mencegah kecelakaan dan sakit pada pekerja di tempat mereka bekerja
3. Menunjukkan cara yang lebih baik untuk selamat menghilangkan kondisi kelalaian
4. Memperbaiki kesadaran terhadap setiap masyarakat dalam kesehatan keselamatan
kerja
5. Mengurangi kerugian bagi pekerja dan pengusaha
Promosi Ksehatan adalah Suatu proses untuk untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu untuk
mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental dan sosial

Tujuan Promosi Kesehatan


Meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang
agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi – tingginya, sebagai
investasi sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi.

strategi promosi kesehatan secara global terdiri dari 3 hal yaitu :


1. Advokasi (Advocacy) adalah pendekatan kepada para pembuat keputusan atau
penentu kebijakan di berbagai sektor dan tingkat sehingga para pejabat tersebut mau
mendukung program kesehatan yang kita inginkan.
2. Dukungan Sosial (Social Support)
Dukungan dari masyarakat antara lain berasal dari unsur informal (tokoh agama dan
tokoh adat) yang mempunyai pengaruh di masyarakat serta unsur formal seperti
petugas kesehatan dan pejabat pemerintah
3. Pemberdayaan Masyarakat (Empowerment)
Pemberdayaan adalah strategi promosi kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat
secara langsung. Tujuan utama pemberdayaan adalah mewujudkan kemampuan
masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (visi
promosi kesehatan).
Sasaran Promosi Kesehatan
1. Sasaran Primer (primary target)
Sasaran umumnya adalah masyarakat yang dapat dikelompokkan menjadi, kepala keluarga
untuk masalah kesehatan umu, Ibu hamil dan menyusui anak untuk masalah KIA
2. Sasaran sekunder dalam promosi kesehatan adalah tokoh-tokoh masyarakat, tokoh
agama, tokoh adat, serta orang-orang yang memiliki kaitan serta berpengaruh penting
dalam kegiatan promosi kesehatan
3. Sasaran Tersier (tertiary target)
sasaran tersier dalam promosi kesehatan adalah pembuat keputusan (decission maker)
atau penentu kebijakan (policy maker).

Ruang Lingkup Promosi Kesehatan


1. Kebijakan pembangunan berwawasan kesehatan
2. lingkungan Mengembangkan jaringan kemitraan dan yang mendukung
3. Reorientasi pelayanan kesehatan
4. Meningkatkan keterampilan individu
5. Memperkuat kegiatan masyarakat
Program/ Jenis-Jenis Kegiatan Promosi Kesehatan
1. Progam Pendidikan Kesehatan
2. Pelayanan Kesehatan Preventif
3. Kegiatan Berbasis Masyarakat
4. Pengembangan Organisasi
5. Kebijakan Publik Yang Sehat
Jenis kesehatan promosi kesehatan meliputi:
1. Pemberdayaan masyarakat
2. Pemgembangan kemitraan
3. Upaya advokasi
4. Pembinaan suasana
5. Pemgembangan SDM
6. Pemgembangan IPTEK
7. Pengembangan media dan sarana
8. Pengembangan infrastruktur
Pengertian sehat menurut WHO ( 1992 ) adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik,
mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

definisi kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan
sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta
proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari pentyakit dan kecatatan.

Empat Komponen Prioritas Kespro


1. Kesehatan ibu dan bayi baru lahir
2. Keluarga berencana
3. Kesehatan reproduksi remaja
4. Pencegahan dan penanganan infeksi saluran reproduksi, termasuk HIV/AIDS

Tujuan
a) Meningkatnya kemandirian wanita dalam memutuskan peran dan fungsi
reproduksinya
b) Meningkatnya hak dan tanggung jawab sosial wanita dalam menentukan kapan
hamil, jumlah dan jarak kehamilan ;
c) Meningkatnya peran dan tanggung jawab sosial pria terhadap akibat dari perilaku
seksual
d) Dukungan yang menunjang wanita untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan
proses reproduksi
Sedangkan sasaran program kesehatan reproduksi, antara lain adalah :
1. Penurunan angka prevalensi anemia pada wanita ( usia 15-49 tahun )
2. Penurunan angka kematian ibu hingga 59%; semua wanita hamil mendapatkan akses
pelayanan prenatal, persalinan oleh tenaga terlatih dan kasus kehamilan resiko tinggi
serta kegawatdaruratan kebidanan, dirujuk ke fasilitas kesehatan
3. Peningkatan jumlah wanita yang bebas dari kecacatan/gangguan sepanjang hidupnya
sebesar 15% diseluruh lapisan masyarakat
4. Penurunan proporsi bayi berat lahir rendah ( <2,5 kg ),

Ruang lingkup kesehatan reproduksi meliputi :


1) Kesehatan ibu dan bayi baru lahir
2) Keluarga berencana
3) Pencegahan dan penanggulangan infeksi saluran reproduksi
4) Pencegahan dan penanggulangan kompikasi aborsi
5) Kesehatan reproduksi remaja
6) Pencegahan dan penanganan infertilitas
7) Kanker pada usia lanjut dan osteoporosis
8) Berbagai aspek kesehatan reproduksi
Definisi Biostatistik
Suatu disiplin ilmu yang mempelajari prosedur pengumpulan data, penyajian, analisa serta
menyimpulkan data agar memberikan informasi yang tepat dalam bidang kesehatan .
Tujuan statistik adalah untuk menjawab permasalahan dan membuktikan suatu dugaan
yang belum terbukti. Disamping itu tujuan statistik adalah meringkas data sehingga
data tersebut menghasilkan informasi.
Manfaat Biostatistik : Membantu para pengelola dan pelaksana program kesehatan
khususnya dalam mengambil keputusan yang selanjutnya dipakai untuk dasar
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi berbagai kegiatan yang dilakukan.

KEGUNAAN STATISTIK DALAM BIDANG KESEHATAN


1.Bahan yang dapat digunakan untuk perencanaan bidang kesehatan
2.Untuk melihat dan membandingkan tingkat kesehatan masyarakat
3.Untuk menentukan masalah dan penyebab dari suatu masalah kesehatan
4. Untuk menentukan prioritas program kesehatan
5. Memberikan gambaran keadaan kesehatan masyarakat
6. Untuk menentukan keberhasilan program kesehatan masyarakat
7. Untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan dalam bidang kesehatan
8. Untuk menyebarkan informasi kesehatan dan program-program kesehatan masyarakat.
RUANG LINGKUP
A. Statistik Deskriptif, bertujuan menggambarkan suatu ciri penduduk ,masyarakat,
organisasi pada situasi tertentu berdasarkan data yang diperoleh. Misalnya statistik
kunjungan ke puskesmas.
B. Statistik Inferensial bertujuan menaksir secara umum suatu populasi dengan
menggunakan hasil sampel, termasuk di dalamnya teori penaksiran dan pengujian teori.
Misalnya pengujian penggunaan obat.
Peran Biostatistik Dalam Penelitian Kesehatan
1. Alat untuk menghitung besar sampel
2. Alat untuk menguji validitas dan reabilitas instrument
3. Alat untuk pengolahan data
4. Alat untuk analisis data
5. Alat untuk penyajian data
Fungsi Biostatistik Dalam Ilmu Kesehatan
1. Mengukur derajat kesehatan masyarakat.
2. Memonitor kemajuan status kesehatan di suatu daerah
3. Mengevaluasi program kesehatan.
4. Membandingkan status kesehatan di berbagai daerah
5. Memotivasi tenaga kesehatan dan policy maker (pembuat kebijakan) untuk
menyelesaikan masalah kesehatan.
6. Menentukan prioritas masalah kesehatan.
ADMINISTRASI KESEHATAN
Suatu proses yang menyangkut Perencanaan, Pengorganisasian,
Pengarahan, Pengawasan, Pengkoordinasian, dan Penilaian ,Tata
Cara dan Kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi
Kebutuhan dan Tuntutan thd Kesehatan

Ruang lingkup Administrasi Kesehatan adalah:


1. Mencakup semua fungsi administrasi yaitu: perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran, pengawasan, evaluasi,
penilaian, dll.
2. Mencakup semua pelayanan kesehatan, berdasarkan sifatnya
(promotif/peningkatan kesehatan, preventif/kesehatan pencegahan,
kuratif/pengobatan, rehabilitatif/pemulihan kesehatan) dan berdasarkan
bentuknya (pelayanan perseorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat);
dengan sasaran adalah individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
Manfaat Penerapan Administrasi Kesehatan
1. Dapat dikelola sumber daya organisasi yang relatif terbatas, sehingga ukuran
yang efisiensi dan efektif. Efisiensi secara sederhana dapat dirumuskan:
sumber daya yang terbatas digunakan seminimal mungkin, dengan tingkat
pemanfaatan yang maksimal. Efektif adalah memaksimalkan tujuan dengan
pencapaian yang juga dimaksimalkan.
2. Dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan kesehatan secara tepat dan
sesuai.
3. Terselenggaranya pelayanan kesehatan dengan baik.

Sarana Kerja Administrasi Kesehatan


4. Organisasi sebagai wadah dan proses. Wadah adalah tempat bekerja,
bagan, dan struktur organisasi.
5. Sumber daya, yang meliputi: manusia, metode, material, mesin/peralatan,
uang, pasar atau konsumen.
6. Sistem, diantaranya sistem kesehatan.
UNSUR POKOK
ADMINISTRASI KESEHATAN

Keluaran
Target
Input Proses (OUTPUT Dampak
(Sasaran)
)
UNSUR POKOK
ADMINISTRASI KESEHATAN
1. Masukan (input)
Segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan
administrasi. Dikenal dengan istilah tools of administration.
PROSES
• Adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
• Proses ini dikenal juga dengan nama fungsi administrasi (function of
administration)
• Fungsi administrasi pada umumnya merupakan tanggungjawab pimpinan.
KELUARAN (OUTPUT)
Output administrasi kesehatan adalah pelayanan kesehatan, yang dibedakan
atas pelayanan dokter (medical services) dan pelayanan kesehatan
masyarakat (public health services)
SASARAN
1. Adalah kepada siapa upaya kesehatan tersebut ditujukan.
2. Untuk administrasi kesehatan sasarannya adalah perseorangan, keluarga,
kelompok dan masyarakat.
3. Dapat bersifat langsung (direct target group) ataupun bersifat tidak
langsung (indirect target group)
DAMPAK (IMPACT)
4. Dampak dari administrasi kesehatan adalah makin meningkatnya derajat
kesehatan.
5. Penerapan administrasi kesehatan pada dasarnya tidak bermaksud
mencari keuntungan. Oleh karena itu administrasi kesehatan sebagai
sebuah ilmu dimasukkan kedalam kelompok administrasi publik (public
administrastion) bukan administrasi niaga (business administration)
FUNGSI ADMINISTRASI
1. Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat :
• perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan
(directing), pengawasan (controlling), pengkoordinasian
(coordinating) dan penilaian (evaluation)
2. Freeman:
• perencanaan (planning), penggerakan (actuating), pengkoordinasian
(coordinating), bimbingan (guidance), pembebasan (freedom), dan
pertanggungjawaban (responsibility)
3. George K. Terry:
• Perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),
penggerakan (actuating) dan pengawasan (controlling) yang
disingkat POAC