You are on page 1of 10

MYIASIS

PADA
MANUSIA
DISUSUN OLEH
FAKULTAS KEDOKTERAN WIDYA MANDALA
BEKERJA SAMA DENGAN
UNIT PKRS
RUMIKTAL DR. RAMELAN
SURABAYA
2019
DEFINISI
 Investasi larva lalat yang menyerang jaringan tubuh.
 Selama penyerangan, larva ini juga memakan jaringan-jaringan sel.
 Penyerangan belatung ini disebabkan oleh belatung ordo Dipter sub-
ordo Cyclorrapha yang berasal dari perkembangbiakan lalat botflies,
bowflies, dan fleshflies.
FAKTOR PENYEBAB
 Faktor utama : adanya LUKA yang bercampur bakteri.
Bakteri pada luka -> menyebabkan bau -> disukai lalat -> lalat bertelur
di area yang terkontaminasi.
 Faktor lain : memakan makanan yang telah dihinggapi lalat tersebut,
pemakaian underwear dalam waktu lama dan tidak dicuci, melalui
nyamuk (lalat botfly).
GEJALA
 Riwayat berpergian ke daerah endemis (Indonesia termasuk)
 Luka berbentuk seperti kulit yang melepuh berdiameter 1-3
cm dengan lubang di tengah lukanya.
 Ditengah lubang dapat terlihat larva yang bergerak atau
cairan yang keluar dari lubangnya.
 Rasa nyeri, gatal dan perasaan benda bergerak di bawah
kulit.
 Infestasi pada mata akan menyebabkan peradangan.
 Infestasi pada hidung akan menimbulkan rasa bau, hidung
berdarah, hidung buntu.
PENULARAN

 Umumnya dari daerah endemik ke non endemik (5-12


minggu sebelumnya).
 Tergantung jenis lalat (obligat/fakultatif)
 Lalat dapat terbang mengikuti alur perbukitan yang memiliki
iklim hangat dengan kelembaban yang tinggi.
 Melalui angin dan transportasi ternak.
 Cordylobia antropophaga (tumbu fly), meletakkan telur di
tanah atau pakaian. Larva akan membuat terowongan ke
dalam kulit
PENGOBATAN
 Pengobatan Sistemik
 Mengobati infeksi sekunder yang menyertai myiasis (bakteri
 Antibiotik berspektrum luas / sesuai dengan hasil kultur luka myiasis.

 Pengobatan lokal
 Bersihkan luka dengan antiseptik
 Keluarkan larva dari dalam luka dengan pinset, sebelumnya larva dibunuh
dulu menggunakan insektisida seperti (Coumaphos, Diazinon, ivermectin).
 Setelah larvanya habis dicabuti, berikan salep (Diazinon atau Coumaphos)
dalam vaselin dioleskan langsung disekitar borok atau semprotkan gusanex
untuk untuk mencegah infeksi ulang.
 Untuk mencegah infeksi sekunder diberikan antibiotik seperti Penstrep atau
Vet-oxy.
 Untuk mempercepat kesembuhan luka dapat diberikan minyak ikan
PENGENDALIAN

1. Perbaikan Kesehatan Lingkungan


 Perbaikan sanitasi dan kebersihan pribadi
2. Pembasmian larva dan lalat dewasa
 Penyemprotan dengan insektisida
 Dilakukan fogging di luar rumah
TERIMA KASIH