You are on page 1of 12

Kelompok 1

Nama Anggota :

1. Dony Mandala Saputra


1443050025
2. Siti Hafsah 1443040088
3. Julius Riyanto 1543050003
4. Miseri Kordios Agustin
1543040032
5. Adilah Salamatunnisa
1543050043
6. Nur hikmah 1443050135
7. Muhammad Tamam Hariri
• Swamedikasi (pengobatan mandiri) : kegiatan / tindakan
mengobati diri sendiri dengan obat tanpa resep secara tepat
dan bertanggung jawab (rasional) (Djunarko dan Hendrawati,
2011).
• Menurut WHO (2000), pengobatan mandiri / self medication
meliputi penggunaan obat oleh seseorang untuk mengobati
gangguan atau gejala penyakit atau penggunaan lanjutan
pada penyakit kronis dari obat yang telah diresepkan oleh
dokter.

Pendahuluan
• Batuk adalah mekanisme tubuh berupa dorongan udara yang
kuat dari dalam paru yang berguna untuk membersihkan saluran
pernapasan dari benda asing dan lendir yang berlebihan yang
merupakan stimulus untuk terjadinya batuk (Bowman and Rand,
2010; Djojodibroto, 2009; Djunarko dan Hendrawati, 2011).

Jenis Batuk
Sub dibedakan
Akut Akut menjadi 2
macam:
Kronik

Batuk Non-
Batuk Produktif
Produktif
(dengan dahak)
Batuk, 3 Kelompok: (kering)
• Pilek merupakan infeksi rongga hidung dan saluran napas karena
adanya virus serta suatu gejala berupa gangguan pernapasan
karena terjadi sumbatan hidung, bersin-bersin, dan dihasilkannya
ingus (lendir dari hidung).
• Beberapa hal yang dapat menyebabkan pilek adalah alergi (cuaca
dingin, debu, dan bulu hewan) dan menghirup benda asing atau
yang sifatnya iritan, seperti asap dan debu (Tietze, 2004;
Djunarko dan Hendrawati, 2011).
Tenggorok
an sakit &
Gatal
Pengeluara
Nyeri otot n udara
serta Sakit secara kuat
kepala dari saluran
pernapasan
Gejala-
gejala
Batuk dan
Pilek Sakit otot
perut bila
Kelelahan batuk
terus-
menerus
Hidung
meler /
tersumbat,
(Sutanto, 2011). Bersin
• Pemilihan obat batuk menurut Djunarko dan Hendrawati (2011),
didasarkan pada jenis batuk yang dialami

Batuk
Berdahak?
Kering?
Obat-obat Obat-obat
golongan mukolitik golongan Antitusif
(pengencer dahak) (Penekan batuk)

Ekspektoran
(membantu
mengeluarkan
dahak)
• Penatalaksanaan batuk yang paling baik ialah pemberian obat spesifik
terhadap etiologinya, 3 bentuk penatalaksanaan batuk :

Tanpa pemberian obat Pengobatan Spesifik Pengobatan Simptomatik

• Sering minum air putih • Asma diobati dengan • Diberikan baik kepada
(untuk mengencerkan bronkodilator atau dengan
kortikosteroid. penderita yang tidak
dahak, mengurangi • Postnasaldrip karena sinusitis dapat ditentukan
iritasi / rasa gatal diobati dengan antibiotik penyebab batuknya
• Hidari paparan debu • obat semprot hidung dan • maupun kepada
minuman / makanan kombinasi antihis-tamin -
yang merangsang dekongestan; penderita yang
tenggorokan, udara • postnasal drip karena alergi batuknya
malam yang dingin ataurinitis nonalergi merupakan gangguan,
ditanggulangi dengan
menghindari lingkungan yang
tidak berfungsi baik
mempunyai faktor pencetus dan potensial dapat
dan kombinasi antihistamin menimbulkan
dekongestan. komplikasi
• Pemilihan obat pilek yang dapat diberikan untuk swamedikasi (Terapi
Farmakologi) (Djunarko dan Hendrawati, 2011).

Pseudoefedrin /
Antihistamin Fenilefrin Oksimetazolin
Fenilpropanolamin
• Anti alergi • Mengecilkan • Menyempitkan • menghilangkan
pembuluh darah pembuluh darah sumbatan pada
di sekitar hidung di hidung hidung dengan
(melegakan diberikan
hidung langsung dengan
tersumbat) cara diteteskan
pada hidung
• Cara awal untuk megatasi gejala Common cold / ISPA non spesifik / flu biasa

• Minum banyak air putih


Pengobatan
• Mengkonsumsi Herbal
makanan kuah sup ayam • Sediaan lozenge zink
• Perbanyak istirahat • Herbal Sambiloto • Vitamin C
• Atur suhu dan (imunitas)
kelembapan udara di • Herbal Echinacea
ruangan purpurea
• Berkumur dan minum • Bawang putih
air garam (meredakan hidung
tersumbat
Terapi
Terapi non- • Herbal teh hijau dan teh
hitam (memudahkan alternatif lain
farmakologi proses bernafas)
Daftar Pustaka
• Djojodibroto, D., 2009, Respirologi, EGC, Jakarta, pp. 53.
• Djunarko, I.and Hendrawati, Y.D., 2011, Swamedikasi yang Baik dan Benar, Citra Aji
Parama, pp. 6-9, 34, 38
• Rahardja, Kirana, 1993, Swamedikasi, ed. pertama, Departemen Kesehatan Republik
Indonesia, Jakarta, pp. 19.
• Sutanto, Teguh, 2011, Cara Cerdas Memilih Obat Untuk Anak, Katahati, Yogyakarta, pp.82-
83.
• Tietze, K.J., 2004, Disorder Related to Cold and Allergy dalam Handbook of Non Precription
Drugs, 14th ed., American Pharmaceutical Association, Washington DC, pp. 239-240.
• Tietze, K.J., 2006, Cough dalam Handbook of Non Precription Drugs, 15th ed., American
Pharmaceutical Association, Washington DC, pp. 229-231.
• WHO, 2000, Guidelines for the Regulatory Assessment of Medicinal Products for use in
Self-Medication, http://apps.who.int/medicinedocs/pdf/s2218e/s2218e.pdf, diakses tanggal 30
September 2018