Вы находитесь на странице: 1из 17

PENCEGAHAN INFEKSI

EVA ARNI NZ GEA, SST, CH.


Pada bayi baru lahir kemungkinan
terjadi infeksi amatlah besar, ini
disebabkan karena bayi belum
memiliki kemampuan yang
sempurna. Maka perlindungan
dari orang lain disekitarnya sangat
diperlukan. Usaha yang dapat
dilakukan meliputi peningkatan
upaya higienis yang maksimal agar
terhindarkan dari kemungkinan
terkena infeksi.
INFEKSI PADA NEONATUS
• Infeski neonatus sering ditemukan pada
bayi berat badan lahir rendah.
• Patogenesis : infeksi neonatus dapat
melalui beberapa cara.
a) Infeksi antenatal
Kuman mencapai janin melalui
peredaran darah ibu ke plasenta. Disini
kuman itu melewati batas plasenta dan
mengadakan perkembangbiakan.
Infeksi ini bisa masuk ke janin melalui
beberapa jalan : Virus (rubella),
Spirokaeta (sifilis) dan Bakteria.
b) Infeksi intranatal
infeksi melalui cara ini lebih sering
terjadi dari pada cara yang lain.
Kuman dari vagina naik dan
masuk ke dalam rongga amnion
setelah ketuban pecah. Ketuban
pecah lama mempunyai peran
penting dalam timbulnya
plasentitis dan amnionitis.
c) Infeksi postnatal
Infeksi ini terjadi sesudah bayi lahir
lengkap dan biasanya merupakan
infeksi yang menyebabkan
kematian terjadi setelah bayi lahir
sebagai akibat penggunaan alat,
atau perawatan yang tidak steril.
Infeksi pada bayi cepat sekali
meluas menjadi infeksi umum,
sehingga gejalanya tidak tampak
lagi.
Jika bayi BBLR selama 72 jam
pertama tidak menunjukkan
gejala-gejala penyakit tertentu,
tiba-tiba tingkah lakunya
berubah, maka mungkin hal ini
disebabkan oleh infeksi, melalui
gejalanya : malas minum,
gelisah, frekuensi pernafasan
meningkat, berat badan tiba-
tiba turun, pergerakan kurang,
diare, dan kejang.
Pencegahan Infeksi Pada Bayi
Sebelum menangani bayi baru lahir, pastikan
penolong persalinan telah melakukan upaya
pencegahan infeksi seperti berikut :
a) Cuci tangan sebelum dan sesudah
bersetuhan dengan bayi
b) Pakai sarung tangan bersih saat menangani
bayi yang belum dimandikan
c) Semua peralatan dan perlengkapan yang
digunakan telah di DTT atau steril.
d) Handuk, pakaian atau kain yang akan
digunakan dalam keadaan bersih.
Dekontaminasi dan cuci setelah digunakan.
CARA PENCEGAHAN INFEKSI PADA
NEONATUS :
1. Cara umum
- Pencegahan infeksi bayi sudah harus
dimulai dalam masa antenatal.
- Pada kelahiran bayi harus diberi
pertolongan secara aseptik. Suasana
kamar bersalin harus sama dengan
kamar operasi.
- Alat yang digunakan untuk resusitasi
harus steril
- Pada ruangan khusus perawatan
bayi baru lahir dengan berbagai
kelainan dan kegawatan, sebelum
dan sesudah melakukan tindakan
perawat harus mencuci tangan.
Mencuci tangan sebaiknya
memakai sabun antiseptik atau
sabun biasa asala cukup lama (1
menit).
- Air susu ibu yang dipompa
sebelum diberikan kepada bayi
harus dilakukan secara bersih,
setiap bayi harus mempunyai
tempat sendiri untuk pakaian,
obat-obatan dll.
2. Cara Khusus
Pemberian antibiotika hanya
dibolehkan untuk tujuan dan
indikasi yang jelas. Misalnya
pada
 Ketuban pecah lama (>24 jam)
 Air ketuban keruh
 Infeksi umum pada ibu
 Partus lama dengan banyak
tindakan intravaginal
 Resusitasi yang berat
Tindakan pencegahan infeksi
Cara mengurangi resiko infeksi pada
bayi sesudah lahir, petugas harus
melakukan tindakan sebagai berikut:
Gunakan sarung tangan dan
celemek plastik sewaktu memegang
bayi baru lahir sampai dengan kulit
bayi bersih dari darah dan
mekonium dan cairan.
Bersihkan darah dan cairan tubuh
bayi lainnya dengan menggunakan
kapas yang direndam air hangat
kemudian keringkan
Bersihkan daerah bokong dan daerah
anus bayi setiap setelah mengganti
popok
Gunakan sarung tangan sewaktu
merawat tali pusat
Ajari ibu merawat payudara dan
bagaimana cara mengurangi trauma
pada payudara dan puting tidak
mengalami mastitis.
Pencegahan Infeksi Pada Mata

1. Pencegahan infeksi dengan


menggunakan salep tetrasiklin 1%.
Salep antibiotik tersebut harus
diberikan dalam waktu 1 jam setelah
kelahiran. Upaya profiklaksis ini tidak
efektif jika diberikan lebih dari 1 jam
setelah kelahiran.
2. Berikan salep mata dalam 1 garis lurus
mulai dari bagian mata yang paling
dekat dengan hidung bayi menuju
keluar mata. Pada saat pemberian,
ujung salep mata tidak boleh
menyentuh mata bayi dan jangan
menghapus salep mata dari mata bayi
dan anjurkan keluarga untuk tidak
menghapus obat tersebut.