Вы находитесь на странице: 1из 26

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

PADA HEPATITIS VIRUS

M. Hasbi Trijati
NPM 110170040

Dosen Pembimbing:
dr. Nurbaiti Sp. PA., M.Kes

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG DJATI
2011
Pendahuluan
Tujuan Instruksional
Setelah mengikuti presentasi ini, diharapkan teman2 mahasiswa
dapat memahami pemeriksaan laboratorium pada hepatitis virus

Relevansi singkat
Melalui presentasi ini, dapat dijelaskan tujuan dan manfaat
pemeriksaan laboratorium pada hepatitis virus

Deskripsi singkat
Presentasi ini menjelaskan tentang definisi virus hepatitis,
klasifikasi virus hepatitis dan pemeriksaan laboratorium.
Definisi
 Virus hepatitis adalah virus yang dapat
menyebabkan infeksi pada hati
BEBERAPA KELAINAN HEPATITIS
VIRUS
EBV, CMV, Herpes
Hepatitis
Virus

Virus Virus
Hepatitis Hepatitis
A TT
Virus Virus
Virus Hepatitis Hepatitis
Hepatitis D G
B
Virus Virus
Hepatitis Hepatitis
C E

Pemeriksaan
Laboratorium
Petanda
Hepatitis
Antigen-Antibodi
Biokimiawi
Serologik
Kronik
Petanda Biokimiawi pada
Hepatitis
 Pemeriksaan enzim dpt dibagi menjadi
beberapa bagian:
1) Enzim yg berhbngan dgn kerusakan sel,
yaitu SGOT, SGPT, GLDH, dan LDH
2) Enzim yg berhbngan dgn penanda
kolestasis, sprti gamma GT dan
fosfatase alkali
3) Enzim yg berhbngan dgn kapasitas sel
hati, mis kolinesterase
A. Hepatitis Akut
- Bilirubin urin (+)
- Bilirubin mulai minggu 1, mencapai puncak
pada minggu 2 normal minggu ke 6-7
- Aktivitas enzim transaminase selalu
meningkat pada hepatitis akut walau belum
terjadi ikterik.
- Pemeriksaan gamma GT pnting utk menilai
kesembuhan krn paling terakhir kembali ke
normal
CHE = Cholinesterase
AP = Alkalifosfatase
µGT = µ Glutamil Transferase
GPT = Glutamat Piruvat Transaminase
GOT = Glutamat Oksaloasetat Transaminase
GLDH = Glutamat Dehidrogenase
B. Hepatitis Kronik
• Hepatitis B dan C merupakan penyebab
hepatitis kronik yang paling sering, bisa
hepatitis kronik aktif (HKA) atau hepatitis
kronik persisten (HKP).
• HKA keruskan hepatoselularnya lebih
berat dari HKP
• SGPT, SGOT HKA lebih tinggi dari HKP
• Gamma GT HKA lebih tinggi dari HKP
B. Hepatitis Kronik

CHE = Chlolinesterase
AP = Alkalifosfatase
µGT = µ Glutamil Transferase
GPT = Glutamat Piruvat Transaminase
GOT = Glutamat Oksaloasetat Transaminase
GLDH = Glutamat Dehidrogenase
Hepatitis Kronik dihubungkan dengan infeksi HVB dan
HVC
Petanda Serologik pada Hepatitis

A. Petanda serologik pada hepatitis A


Virus sangat jarang ditemukan dalam
serum, tapi dalam feses viremia ditemukan
sampai 2 minggu setelah timbul gejala,
sedangkan antibodi terhadap virus hepatitis
A (anti-HAV) selalu ditemukan dalam serum
sampai waktu yang sangat lama
 Ig M anti HAV dapat dideteksi selama fase
akut dan 3-6 bulan setelahnya
Pola Perubahan Petanda Serologik pada
Hepatitis A
B. Petanda Serologik pada Hepatitis B

• Pola serokonversi pada infeksi hepatitis B


lebih kompleks.
• HBsAg adalah petanda pertama yang
muncul setelah terjadinya infeksi dan dapat
ditemukan dalam serum sejak masa
inkubasi.
Pola Perubahan Petanda Serologik pada
Hepatitis B
Interpretasi penanda serologi HBV pada pasien dengan hepatitis

HBsAg Anti-HBs Anti-HBc Interpretasi

Positif Negatif Negatif Infeksi HBV akut awal

Positif (±) Positif Infeksi HBV, akut maupun kronik.

Negatif Positif Positif Menunjukkan infeksi HBV yang lalu


dan kekebalan terhdp hepatitis B

Negatif Negatif Positif Kemungkinannya mencakup: infeksi


HBV dimasa lalu; pembawa HBV
kadar rendah
Negatif Negatif Negatif Agen infeksius lain, cedera toksik
terhadap hati, gangguan imunitas,
penyakit herediter pd hati

Negatif Positif Negatif Respon tipe vaksin


C. Petanda Serologik pada Hepatitis C

 Anti HCV dpt dideteksi pd 60 % pasien


selama fase akut dari penyakit, 35 % sisanya
terdeteksi bbrp minggu atau bln kemudian
 Secara umum, anti HCV akan ttp terdeteksi
utk periode yg pnjng, baik pd pasien yg
mengalami ksmbhan spontan maupun yg
berlanjut menjadi akut
 HCV RNA mrp petanda yg plng awal muncul
pd infeksi akut hepatitis C
Pola perubahan Petanda Serologik pada Hepatitis C
D. Petanda Serologik pada Hepatitis D

Ko-infeksi
Simultan HBV + HDV
Hepatitis D

Hepatitis D

Superinfeksi
Hepatitis D HBV carier + HDV
Petanda serologik pada hepatitis D
 Pasien HBsAg positif dengan :
- Ig M anti HDV dpt muncul sementara
 Koinfeksi HBV/HDV
- HBsAg positif
- IgM anti HBc positif
- anti HDV dan atau HDV RNA
 Superinfeksi HDV
- HBsAg positif
- Ig G anti HBc positif
- anti HDV dan atau HDV RNA
E. Petanda Serologik pada Hepatitis E

• Belum tersedia pemeriksaan komersial


yang disetujui FDA
• Ig M dan Ig G anti HEV baru dapat
dideteksi oleh pemrksaan utk riset
• Ig M anti HEV dpt bertahan slm 6 mnggu
stlh puncak dari penyakit
• Ig G anti HEV dpt tetap terdeteksi slm 20
bln
Pola Perubahan Petanda Serologik pada
Hepatitis E
Interpretasi penanda serologi HAV, HCV, dan HDV pada
pasien hepatitis

Hasil Pemeriksaan Interpretasi

Ig M anti-HAV positif Infeksi HAV akut

Ig G anti-HAV positif Infeksi HAV lama

Anti-HCV positif Infeksi HCV baru atau lama

Anti-HDV positif, HBsAg positif Infeksi HDV

Anti-HDV positif, Ig M anti-HBc positif Koinfeksi HDV dan HBV

Anti-HDV positif, Ig M anti-HBc negatif Superinfeksi HDV pada infeksi HBC


kronik
Kesimpulan dan Saran
 Penyebab hepatitis ada banyak ragamnya,
tetapi yang utama terbanyak adalah kelompok
virus hepatitis yaitu virus hepatitis A, B, C, D, E,
F, G, H dan TT. Pemeriksaan Laboratorium
yang dilakukan untuk mengetahui infeksi virus
hepatitis adalah dengan melakukan uji petanda
biokimiawi dan petanda serologik.
 Diharapkan ada pemahaman lebih mengenai
klasifikasi virus hepatitis dan pemeriksaan
laboratorium untuk dalam pemahaman pada
korelasi klinisnya.