Вы находитесь на странице: 1из 20

Bode Plot

“The plot can be used to interpret how the input affects the output in
both magnitude and phase over frequency”

Kok bisa?
Bode Plot

 Magnitude
 Phase

Required: Transfer function, which probably include:


 Constant terms K
 Poles and Zeros at the origin
 Poles and Zeros not at the origin
 Complex Poles and Zeros
Bode Plot – Magnitude & Phase

1. Determine the Transfer Function of the system:

𝐾(𝑠 + 𝑧1 )
𝐻 𝑠 =
𝑠(𝑠 + 𝑝1 )
2. Rewrite it by factoring both the numerator and
denominator into the standard form
𝑠
𝐾𝑧1 (𝑧1 + 1)
𝐻 𝑠 = × 𝑠
𝑠𝑝1 ( + 1)
𝑝1
Bode Plot – Magnitude & Phase

3. Replace s with j𝜔 . Then find the Magnitude of the Transfer Function.

j𝜔
𝐾𝑧1 ( 𝑧 + 1)
𝐻 j𝜔 = × 1
j𝜔𝑝1 (j𝜔 + 1)
𝑝1
4. Find magnitude of modified-transfer function above 𝐻(j𝜔) as
2
𝜔
+1
𝐾𝑧1 𝑧1
𝐻(j𝜔) = ×
𝜔𝑝1 2
𝜔
+1
𝑝1
Bode Plot – Magnitude (only)

5. Convert to decibel 𝐻(j𝜔) 𝑑𝐵


𝐻(j𝜔) 𝑑𝐵 = 20 log 𝐻 j𝜔
𝜔 2
𝐾𝑧1 𝑧1
+1
= 20 log ×
𝜔𝑝1 𝜔 2
+1
𝑝1

𝜔 2 𝜔 2
= 20 log 𝐾𝑧1 − 20 log 𝜔𝑝1 + 20 log + 1 − 20 log +1
𝑧1 𝑝1

6. Gambar persamaan!
Bode Plot - Magnitude

Pendekatan Bode:
 Konstanta K menghasilkan garis lurus dengan nilai sebesar 20 log(K)
 Zero pada origin menghasilkan garis dengan slope + 20 dB tiap decade (1
decade 10 kali semula) pada 𝜔 = 1 𝑟𝑎𝑑/𝑠
 Pole pada origin menghasilkan garis dengan slope – 20 dB tiap decade, pada
𝜔 = 1 rad/s
 Zero di selain origin meghasilkan garis dengan slope + 20 dB tiap decade pada
𝜔 = 𝑧𝑖 dengan 𝑧𝑖 adalah zero yang bersangkutan
 pole di selain origin meghasilkan garis dengan slope - 20 dB tiap decade pada
𝜔 = 𝑝𝑖 dengan 𝑝𝑖 adalah pole yang bersangkutan
DICOBA YA….
Bode Plot – Phase (only)
Bode Plot – Phase (only)
Bode Plot – Phase (only)
EXAMPLE 2
DICOBA YA….