Вы находитесь на странице: 1из 31

Thumbnails

Document Outline

<#page=1>
<#page=2>
<#page=3>
<#page=4>
<#page=5>
<#page=6>
<#page=7>
<#page=8>
<#page=9>
<#page=10>
<#page=11>
<#page=12>
<#page=13>
<#page=14>
<#page=15>
<#page=16>
<#page=17>
<#page=18>
<#page=19>
<#page=20>
<#page=21>
<#page=22>
<#page=23>
<#page=24>
<#page=25>
<#page=26>
<#page=27>
<#page=28>
<#page=29>
<#page=30>
<#page=31>
<#page=32>
<#page=33>
<#page=34>
<#page=35>
<#page=36>
<#page=37>
<#page=38>
<#page=39>
<#page=40>
<#page=41>
<#page=42>
<#page=43>
<#page=44>
<#page=45>
<#page=46>
<#page=47>
<#page=48>
<#page=49>
<#page=50>
<#page=51>
<#page=52>
<#page=53>
<#page=54>
<#page=55>
<#page=56>
<#page=57>
<#page=58>
<#page=59>
<#page=60>
<#page=61>
<#page=62>
<#page=63>
<#page=64>
<#page=65>
<#page=66>
<#page=67>
<#page=68>
<#page=69>
<#page=70>
<#page=71>
<#page=72>
<#page=73>
<#page=74>
<#page=75>
<#page=76>
<#page=77>
<#page=78>
<#page=79>
<#page=80>

<#page=81>

<#page=82>

<#page=83>

<#page=84>

<#page=85>

<#page=86>

<#page=87>

<#page=88>

<#page=89>

<#page=90>

<#page=91>

<#page=92>

<#page=93>

<#page=94>

<#page=95>

<#page=96>

<#page=97>
<#page=98>

<#page=99>

<#page=100>

<#page=101>
<#page=102>
<#page=103>
<#page=104>
<#page=105>
<#page=106>
<#page=107>
<#page=108>
<#page=109>
<#page=110>
<#page=111>
<#page=112>
<#page=113>
<#page=114>
<#page=115>
<#page=116>
<#page=117>
<#page=118>
<#page=119>
<#page=120>
<#page=121>
<#page=122>
<#page=123>
<#page=124>
<#page=125>
<#page=126>
<#page=127>
<#page=128>
<#page=129>
<#page=130>
<#page=131>
<#page=132>
<#page=133>
<#page=134>
<#page=135>
<#page=136>
<#page=137>
<#page=138>
<#page=139>
<#page=140>
<#page=141>
<#page=142>
<#page=143>
<#page=144>
<#page=145>
<#page=146>
<#page=147>
<#page=148>
<#page=149>
<#page=150>
<#page=151>
<#page=152>
<#page=153>
<#page=154>
<#page=155>
<#page=156>
<#page=157>
<#page=158>
<#page=159>
<#page=160>
<#page=161>
<#page=162>
<#page=163>
Find:

Previous

Next

Highlight all

Match case

Toggle Sidebar

Find

Previous

Next

Page:

of 163
Flip
<https://perpus.poltekkesjkt2.ac.id/js/PdfFlipper/index.php?
pdf_name=../../repository//buku%20%20ajar%20paplc-a%20full.pdf>

Presentation Mode

Open Print Download Current View <#page=100&zoom=100,67,695>


Zoom Out

Zoom In

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
71
-
Cadmium: dari indus
tri baja, plastik, baterai, pupuk, pipa,
solder, sambungan metal. Risiko keracunan ginjal.
-
Chlorida: dari alam, limbah air kotor, industri, run off kota, intrusi
air laut. Berlebih korosi metal sistem perpipaan, bau dan rasa.
-
Cyanida: pencemaran ind
ustri, makanan. Efek pada kelenjar
tiroid, dan sistem saraf
-
Fluoride: Inorganic pada industri aluminium, lapisan bumi,
pupuk. Jumlah kecil mencegah karies gigi, berlebih penyakit
gigi, fluorosis
-
Timbal (Lead): industri bateri, solder, metal, pencaira
n minyak,
makanan, sistem perpipaann air, dan alam. Racun
berukumulasi pada tubuh bayi, anak, ibu hamil dan
mengganggu sistem saraf pusat dan periper.
-
Mercury: pada ari permukaan dan air tanah dalam bentuk
inorganic risk kerusakan ginjal; methil masuk k
e sistem saraf.
b). Organic:
-
Benzene: limbah industri minyak dan polusi udara.Konsentasi
tinggi beracun pada sistem pernapasan pusat, sistem
peredaran darah, dan leukemia
-
Monochlorobenzene(MCB): industri pestisida dan industri lain.
Toksisitas renda.
Dosis tinggi oral mempengaruhi kerja liver,
ginjal, dan sistem darah.
-
Acrylamide: koagulan penjernihan air. Cepat diserap usus dan
masuk jaringan tubuh.Racub saraf, mempengaruhi sel, dan
mengganggu sistem repoduksi.
-
Nitrilotriacetic (NTA): detergent
industri cucian. Toksisitas
rendah, tapi dosis tinggi berisiko Ca ginjal.
3). Polutan pestisida
-
Aldrien dan dieldrien: obat membunuh tikus, melindungi kayu,
makanan, dan penanggulangan vektor. Aldrien
-
dieldrin,
persistent. Sangat toksik dan menimbulka
n keracunan sistem
saraf pusat dan liver.
-
DDT: pertanian dan pemberantasan vektor. Dosis rendah
terserap tubuh manusia tersimpan pada jaringan tubuh. Tidak
berefek racun genetik dan mutagen tetapi terbukti
menyebabkan Ca.
-
Permethrin: insektisida
nyamuk dan larva. Persisten 1
-
2 hari
-
minggu. Keracunan rendah
4). Pollutan radioaktif
-
Alam : sinar matahari, bahan radioaktif ada dalam air, makanan, udara,
dan debu. Risiko tergantung dosis >lifetime
-
Manusia: industri tenaga listrik, senjata nuklir
Contoh: Tritium, Strontium,
-
90, iodine
-
131, Cesium 137, dan radium 226
5). Gangguan Estetika
-
Warna: Gangguan estetika; sebab bahan organic, metal (besi, Mn,
Copper, limbah industri)
-
Bau: Gangguan estetika; sebab bahan kimia tetentu; kegiatan b
iologis
dalam air
-
pH : Membatasi korosi dan incrustation; merusak sistem penyediaan air
minum
-
Rasa:

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
73
2)
Apakah yang disebut dengan parameter wajib dan parameter
tambahan dalam konteks hasil pemeriksaan kualitas air
3)
Peratur
an apa yang digunakan sebagai acuan dalam melakukan
evaluasi hasil pemeriksaan kualitas air minum
e.
Bacaan lanjutan:
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum
Daftar Pustaka:
1.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 tahun 2001 Tentang
Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
2.
Peraturan Menteri Kesehatan nomor 492/ Menkes/Per/Per/IV/2010
Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum
3.
Peraturan Menteri Keehatan Nom
or 736/Menkes/Per/VI/2010 Tentang
Tata laksana Pengawasan Kualitas Air Minum

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
74
BAB 1
2
STANDAR KUALITAS
12.1. Latar belakang
Dalam menangani masalah penyediaan air perlu adanya pemahaman mengenai
standar
kualitas. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa air yang tidak
memenuhi syarat kesehatan dapat menimbulkan kerugian dalam bentuk
gangguan kesehatan, penyakit, gangguan teknis, maupun gangguan dalam segi
estetika. Dengan adanya standar kualitas orang dapat
mengukur kualitas air dari
berbagai macam air, setiap jenis air dapat diukur konsentrasi kandungan unsure
unsure didalamnya. Selanjutnya konsentrasi unsur
-
unsur tersebut dibandingkan
dengan konsentrasi unsur
-
unsur yang tercantum dalam standar kualitas.
De
ngan demikian dapat diketahui syarat kualitas atau standar kualitas dapat
digunakan sebagai tolok ukur dari kualitas air
12.2.
Pengertian standar kualitas
Untuk menjaga dan memelihara kualitas air perlu adanya standar kualitas.
Standar kualitas adalah ketentua
n
-
ketentuan yang biasanya dituangkan dalam
bentuk pernyataan atau angka yang menunjukkan persyaratan
-
persyaratan yang
harus dipenuhi agar air tersebut tidak menimbulkan gangguan kesehatan,
penyakit, gangguan teknis dan gangguan dalam segi estetika
.
12.3.
Penyim
pangan standar
a.
Faktor faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan
1). Secara alamiah sumber air yang digunakan mengandung bahan
bahan kimia dalam jumlah yang berlebihan.
2). Kesalahan dalam memilih teknologi pengolahan air sehingga
diperoleh hasil
yang menyimpang atau tidak memenuhi standar
kualitas.
3). Terbatasnya dana yang digunakan untuk pengolahan air, semakin
tinggi kualitas yang ingin dicapai semakin besar dana yang
dibutuhkan
4). Air yang telah memenuhi standar kualitas mendapat
pencemaran,
baik secara alamiah maupun sebagai akibat aktifitas manusia.
5). Kurangnya pengertian individu atau masyarakat dalam menggunakan
fasilitas air
Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mempelajari bab ini, mahasiswa mampu
1.
Menjelaskan pengertian standar kualitas air
2.
Menjelaskan penyimpangan standar terhadap parameter yang penting
3.
Menjelaskan peraturan
-
peraturan yang terkait dengan standar kualitas
air

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
75
b.
Penyimpangan standar terhadap parameter yang penting
1)
Suhu
Temperatur air dapat mempengaruhi ke
sukaan konsumen terhadap
air tersebut. Dalam persyaratan kualitas air bersih maupun air minum
kadar maksimum yang diperbolohkan adalah suhu udara ± 3
0
C.
Penyimpangan terhadap ketetapan tersebut akan mengakibatkan;

air tidak disukai oleh konsumen

meningkat
nya daya /tingkat toksisitas bahan kimia atau bahan
pencemar dalam air

meningkatnya pertumbuhan mikroba dalam air
2)
Warna
Kadar maksimum warna dalam aair bersih adalah 50 skala TCU,
untuk air minum 15 skala TCU. Penyimpangan dari kadar tersebut
dapat meng
ganggu estetika danmengakibatkan air tersebut tidak
diterima oleh konsumen,
3)
Bau
Air yang memenuhi standar kualitas baik air bersih maupun air
minum harus bebas dari bau (tidak berbau) Adanya bau dalam air
biasanya disebabkan oleh bahan
-
bahan organic yang
dapat
membusuk atau senyawa kimia lainnya seperti phenol.
4)
Rasa
Seperti halnya dengan bau, air yang memenuhi standar kualitas baik
air bersih maupun air minum harus bebas dari rasa (tidak berasa)
Rasa dalam air biasanya juga disebabkan oleh adanya dekom
posisi
bahan
-
bahan organik dalam air. Senyawa kimia tertentu juga dapat
menyebabkan rasa dalam air, seperti NaCl dapat menyebabkan air
menjadi asin.
5)
Kekeruhan
Kadar maksimum kekeruhan dalam air bersih adalah 25 skala NTU,
untuk air minum 5 skala NTU. Pe
nyimpangan dari kadar tersebut
dapat mengganggu estetika dan mengurangi efektifitas dari
desinfeksi air.
6)
Derajat keasaman (pH)
pH daapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba dalam air dan juga
dapat meeneeyebabkan perubahan kimiawi dalam air. Berdasarkan
st
andar kualitas pH untuk air bersih 6.5

9.0 sedangkan untuk air
minum adalah 6.5

8,5

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
76
7)
Zat padat terlarut /Total Disolved Solid (TDS)
Jumlah zat padat terlarut (TDS) dalam air berrsih kadar maksimum
yang diperbolehkan adaalah 1500b mg/liter, sedangka
n untuk air
minum adalah 500 mg/liter. Apabila melebihi 1500 mg/liter
menyebabkan air tidak enak rasanya dan dapat menyebabkan rasa
mual terutama apabila zat padat tersebut berasal dari senyawa
natrium sulfat dan magnesium sulfat.
8)
Zat Organik
Adanya zat
organic dalam air disebabkan karena air buangan dari
rumah tangga, industry, pertanian dan pertambangan. Zat organic di
dalam air dapat ditentukan dengan cara mengukur angka KMnO4
(permanganatnya). Kadar maksimum yang diperbolehkan untuk air
bersi maupun a
ir minum adaalah 10 mg/liter. Penyimpangan stadar
kualitas tersebut akan mengakibatkan timbulnya bau yang tidak
sedap dan dapat menyebabkan sakit perut
9)
Kesadahan
Kesadahan disebabkan karena air mengandung mineral dari kation
logam bervalensi 2 dalam jum
lah yang berlebihan. Biasanya yang
sering menimbulkan kesadahan adalah kation Ca++ dan Mg++.
Standar kesadahan baik untuk air bersih maupun air minum adalah
500 mg/liter. Bila kesadahan melebih standar yang telah ditetapkan
dapat mengakibatkan:

Sabun sulit
berbusa

Menimbulkan lapisan kerak pada alat pemanas air

Dapat menyumbat pipa pipa air
10)
B e s I (Fe)
Dalam jumlah kecil besi dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan
sel
-
sel darah merah. Kadar besi dalam air yang berlebihan dapat
menyuebabkan ;

Rasa tidak
enek didalam air

Menimbulkan noda
-
noda pada alat dan bahan
-
bahan yang
berwarna putih

Menimbulkan baud an warna dalam air
Kadar besi (Fe) maksimum yang diperbolehkan dalam air bersih
adaalah 1 mg/liter, pada air minum 0,3 mg/liter
11)
Mangan (Mn)
Tubuh manu
sia membutuhkan mangan yang dapat dipenuhi dari
makanan, tetapi mangan bersifat toksis terhadap alat pernapasan.
Kadar maksimum yang diperbolehkan untuk air bersih adalah 0,5
mg/liter dan untuk air minum 0,4 mg /liter. Penyimpangan standar
dapat mengakibat
kan hal hal sebagai berikut

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
77

Konsentrasi melebihi 0,5 mg/liter menimbulkan rasa aneh
terhadap minuman, meninggalkan noda coklat pada pakaian

Bau pada minuman
12)
Cadmium (Cd)
Cadmium merupakan salah satu bahan kimia yang bersifat toksis.
Dalam dosis yang
relative kecil dapat menimbulkan keracunan.
Kadar maksimum yang diperbolehkan untuk air berih adalah 0,005
mg/liter dan untuk air minum 0,003 mg/liter. Kadar yanag melebihi
standar cadmium dapat berakumulasi dalam jaringan tubuh sehingga
mengakibatkan peny
akit ginjal,
gangguan lambung, kerapuhan tulang,
mengurangi haemoglobin dalam darah dan pigmentasi gigi.
13)
Air Raksa (Hg)
Merupakan logam berbentuk cair dalam suhu kamar yang bersifat
toksis. Kadar maksimum yang diperbolehkan untuk air bersih dan air
minum
adalaah 0.001 mg/liter.Air raksa yang melebihi standar dapat
mengakibatkan:

Keracunan sel
-
sel tubuh

Kerusakan gin jal, hati dan syaraf

Keterbelakangan mental
14)
Timbal (Pb)
Timbal termasuk logam berat yang bersifat racun . dapat
menghambat reaksi
-
reaksi en
zim. Kadar maksimum timbale dalam
air bersih adalah 0,05 mg/liter sedangkan untuk air minum 0.01.
Kadar yang berlebihan dapat mengakibatkan keracunan karena
timbale cenderung untuk berakumulasi dalam tubuh.
15)
Tembaga (Cu)
Dalam jumlah kecil Cu sangat dibut
uhkan tubuh untuk pembentukan
sel
-
sel darah merah, sedangkan dalam jumlah yang besar dapat
menyebabkan rasa yang tidak enak di ligah disamping dap[at
menyebabkan kerusakan pada hati. Kadar maksimum yang
diperbolehkan untuk air bersih adalah 1 mg/liter seda
ngkan untuk air
minum 2 mg/liter.
16)
S e n g ( Zn )
Dalam jumlah kecil seng merupakan unsure yang penting untuk
metabolism. Kekurangan Zn dapat menimbulkan hambatan pada
pertumbuhan anak. Dalam kadar yang berlebihan akan menimbulkan
rasa pahit dan sepat
pada air minum. Kadar maksimum yan g
diperbolehkan untuk air bersih adaalah;’ 15 mg/liter, untuk air minum
3 mg/liter
17)
Chlorida (Cl)

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
78
Kadar maksimum dalam air bersih adalah 600 mg/liter, sedangkan
untuk air minum 250 mg/lier. Apabila berikatan dengan ion n
atrium
dapat menyebabkan rasa asin dan dapat merusak pipa pipa air.
18)
Sulfat (SO
4
)
Apabila jumlahnya besar dapat bereaksi dengan ion natrium atau
magnesium dalam air sehingga membentuk garam Natrium sulfat
atau magnesium sulfat yang dapat menimbulkan rasa
mual dan ingin
muntah. Kadar maksimum yang diperbolehkan dalam air bersih
adalah 400 mg/liter dan untuk air minum 250 mg/liter
19)
Sulfida (S atau H
2
S)
H
2
S sangat beracun dan berbau busuk oleh sebab itu zat ini tidak
boleh terdapat dalam air minum. Dalam
jumlah besar dapat
menimbulkan/memperbesar keasaman air sehingga menyebabkan
korosif pada pipa
-
pipa logam. Kadar maksimum dalam air bersih
adalah 0,05 mg/liter
20)
Fluorida (F)
Dalam jumlah kecil diperlukan untuk mencegah terjadinya caries gigi,
tetapi kalau
jumlahnya besar dapat menyebabkan fluorosis pada gigi
(terbentuknya noda coklat pada gigi yang susah untuk dihilangkan.
Kadar maksimum yang diperbolehkan untuk air bersih adalah 1,5
mg/liter.
21)
Ammonia (NH
3
)
Bahan ini sangan barbau yang menusuk hidung
sehingga tidak boleh
sama sekali dalam air bersih maupun air minum
22)
Nitrat ( NO
3
)
Jumlah nitrat (NO
3
-
)yang besar dalam usus cenderung untuk
berubah menjadi nitrat (NO
2
-
) yang dapat bereaksi langsung dengan
haemoglobin dalam darah dan membentuk methaemogl
obin yang
dapat menghalangi perjalanan oksigen di dalam tubuh. Kadar
maksimum dalam air bersih 10 mg/liter dan untuk nitrit 1 mg/literdan
dalam air minum nitrat sebagai nitrit (NO
2
-
) 3 mg/liter sebagai (NO
3
-
)
50 mg/liter
23)
Arsen (As)
Arsen merupakan
senyawa yang sangat beracun dan dapat
berakumulasi dalam tubuh, menyebabkan gangguan pada system
pencernakan dankemungkinan dapat menyebabkan kanker kulit, hati
dan saluran empedu.kadar maksimum dalam air bersih 0.05 mg/liter
dan pada air minum 0.01 mg/lit
er.
24)
Selenium (Se)

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
79
Selenium dalam jumlah besar dapat menyebabkan keracunan dan
dan diperkirakan penyebab kanker hati, ginjal dan limpa . Kadar
maksimum dalam air bersih dan aair minum 0,01 mg/liter
25)
Chromium (Cr)
Cromium bersifat racun dan dapat menyeb
abkan kanker pada kulit
dan alat pernapasan. Kadar maksimum yang diperbolehkan dalam air
bersih adalah 0.05 mg/liter
26)
Cyanida (Cn)
Kadar yang tinggi dapat menyebabkan gangguan metaabolisme
oksigen dan dapat meracuni hati. Kadar maksimum dalam air bersih
a
dalah 0.1 mg/liter dan untuk air minum 0,07 mg/liter.
27)
Sinar Alfa
Sinar ini merupakan sinar radiokaktif , apabila terdapat sinar ini
disekitar kita dapat menimbulkan kontaminasi radioaktif di lingkungan
yang dapat menyebabkan rusaknya sel
-
sel tubuh.
Kadar maksimum
dalam aair bersih dan air minum adalah 0,1 Bq (Bequerel) / liter
28)
Sinar beta
Sinar Beta mempunyai masa yang jauh lebih kecil dengan sinar alfa,
tetapi mempunyai daya tembus yan g lebih besar dari sinar alfa,
mampu menembus jaringan setebal
5 mm sampai 1 cm. Jika banyak
sinar beta diterima tubuh dapat menyebabkan luka bakar yang parah.
Sepedrti halnya pada sinar alfa sinar beta juga dapat menimbulkan
kerusakan pada jaringan tubuh jika unsure yang dapat memencarkan
sinar beta berada dalam tubu
h dalam waktu yang cukup lama. Kadar
maksimum gross beta activity dalam air bersih dan air minum adalah
1 Bq (Bequerel) / liter
29)
MPN Coliform.
Coliform bakteri digunakan sebagai indicator dalam menentukan air
telah tercemar oleh tinja atau air limbah. Di
dal;am standar ditentukan
untuk air bersih dalam 100 ml sampel air maksimum yang
diperbolehkan total koliform air bukan perpipaan 50 dan untuk air
perpipaan 10. Untuk air minum dalam setiap 100 ml sampel total
koliform harus 0 (nol)
12.4.
Peraturan
-
peraturan ya
ng mengatur tentang
standar kualitas air bersih dan air minum.
1)
Peraturan yang mengatur tentang standar kualitas air bersih
adalah Permenkes
Nomor 416/Menkes/PER/IX/1990
, tentang
Syarat
-
syarat dan pengawasan kualitas air. (terlampir)
Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair
-
A
80
2)
Peraturan yang menga
tur tentang standar kualitas air minum
adalah Permenkes
Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010
, tentang
Persyaratan Kualitas Air Minum. .
R
angkuman Bab 12
1.
Pengertian
Standar kualitas adalah ketentuan
-
ketentuan yang biasanya dituangkan
dalam bentuk pernyataan
atau angka yang menunjukkan persyaratan
-
persyaratan yang harus dipenuhi agar air tersebut tidak menimbulkan
gangguan kesehatan, penyakit, gangguan teknis dan gangguan daalam
segi estetika.
2.
Faktor faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan kualitas
1
). Secara alamiah sumber air yang digunakan mengandung bahan
bahan kimia dalam jumlah yang berlebihan.
2). Kesalahan dalam memilih teknologi pengolahan air sehingga
diperoleh hasil yang menyimpang atau tidak memenuhi standar
kualitas.
3). Terbatasnya dan
a yang digunakan untuk pengolahan air, semakin
tinggi kualitas yang ingin dicapai semakin besar dana yang
dibutuhkan
4). Air yang telah memenuhi standar kualitas mendapat pencemaran,
baik secara alamiah maupun sebagai akibat aktifitas manusia.
5). Kurang
nya pengertian individu atau masyarakat dalam menggunakan
fasilitas air
3.
Peraturan
-
peraturan yang mengatur tentang standar kualitas air
bersih dan air minum.
1). Peraturan yang mengatur tentang standar kualitas air bersih adalah
Permenkes
Nomor 416/Menke
s/PER/IX/1990
, tentang Syarat
-
syarat dan pengawasan kualitas air. (terlampir)
2). Peraturan yang mengatur tentang standar kualitas air minum adalah
Permenkes
Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010
, tentang
Persyaratan Kualitas Air Minum
Soal latihan
1.
Apakah
perbedaan air bersih dan air minum?
2.
Jelaskan faktor faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya
penyimpangan kualitas air dari standar yang telah ditentukan.
3.
Standar kualitas untu air bersih yang berlaku saat ini adalah?
4.
Standar kualitas air minum yang be
rlaku saat ini adalah.

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
81
DAFTAR PUSTAKA
1.
Pedoman Bidang studi Penyediaan Air Bersih Akademi Penilik Kesehatan
Teknologi Sanitasi. 1984
2.
Permenkes
Nomor 416/Menkes/PER/IX/1990
3.
Permenkes
Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010
,
BAB 13
PENGOLAHAN BESI (Fe) DALAN AIR
13.1.
Latar belakang
Dalam menangani masalah penyimpangan dari kualitas air perlu adanya

pemahaman mengenai batas maksimal kadar dari suatu parameter yang


menyimpang dari standar dengan memba
ndingkan dengan peraturan yang
sesuai tentang standar kualitas.nya. Sebagai tindak lanjut dari
adanya
penyimpangan standar kualitas air perlu adanya pemahaman mengenai
tindakan intervensi atau rekayasa terhadap penyimpangan yang terjadi.
Air yang mempunyai
kadar Fe yang melebihi standar perlu dilakukan suatu
upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Materi pada Bab 13 ini
akan
membahas tentang berbagai macam cara untuk menangani air yang kadar
Fenya melebihi standar,
Selamat Belajar
13.2.
Kandungan besi dalam air
Besi (Fe) berada dalam tanah dan batuan sebagai
ferioksida
(Fe2O3)
dan
ferihidroksida
(Fe(OH)3). Dalam air besi berbentuk
feribikarbonat
(Fe(HCO3)2),
ferohidroksida
(Fe(OH)2),
ferosulfat
(FeSO4) dan besi organik
komplek.
Air tanah mengandung besi terlarut
berbentuk
Ferro
(Fe²+). Jika air tanah
dipompakan keluar dan kontak dengan udara (oksigen), maka besi (Fe²+) akan
teroksidasi menjadi
ferihidroksida
(Fe(OH)3). Air tanah yang mengandung CO2
tinggi dan O2 yang terlarut sedikit, dapat mempercepat pelarutan
besi
(daribentuk tidak terlarut menjadi terlarut) . Sedangkan air tanah
yang
alkalinitasnya tinggi, biasanya memiliki konsentrasi besi rendah. Besi teroksidasi
dan mengendap pada pH tinggi.
Besi (dalam bentuk ferro atau Fe²+) dan mangan (dalam bentuk manga
no atau
Mn²+) yang biasanya terdapat dalam air tanah dan tidak disukai keberadaannya,
aerasi memberikan oksigen terlarut (Fe²+ dan Mn²+) dan terikat menjadi ndapan
Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mempelajari bab ini, mahasiswa mampu
1.
Menjelaskan standar kualitas Fe dalam air bersih dan air minum
2.
Menjelaskan berbagai macam cara untuk menurunkan kadar Fe dalam air.
3.
Menghitung perkiraan kebutuhan bahan bahan
yang dapat dipergunakan
untuk menurunkan kadar Fe dalam air.

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
82
Fe (OH)3 dan Mn (OH)3 proses aerasi ini memerlukan waktu tinggal lebih lama
dan setelah aera
si untuk penyempurnaan oksidasi dan diikuti dengan filtrasi
untuk memastikan menghilangkan endapan besi dan mangan. Besi dan mangan
termasuk zat yang mudah teroksidasi. Oksidasi utama adalah molekul oksigen
dari udara , sedangkan kecepatan pengendapan dipe
ngaruhi oleh jenis dan
kadar oksidasi, pH, kesadahan dan kemungkinan ditambahkan katalisator.
Oksidasi terlarut mengubah Fe dan Mn ion menjadi komponen yang tidak larut

dengan reaksi :
2 Fe²
+
+ ½ O
2
+ 5 H2O 2 Fe(OH)
3
+ 4 H
+
Mn²
+
+ ½ O
2
+ H2O Mn O
2
+ 2 H
+
Reaksi kimia dalam penurunan besi terlarut dalam air :
Reaksi Oksidasinya
4 Fe²
+
4 Fe³
+
+ 4e
4e + 4 H
+
+ O
2
2H
2
O
Reaksi Prespitasi
4 Fe³
+
+ 12 OH 4 Fe (OH)
3 (P) coklat
Keseimbangan air
12 H
2
O 12 H
+
+ 12 OH
Setelah dikombinasi dan diseimbangkan diperoleh
4 Fe³
+
+ O
2
+12 H
2
O 4 Fe (OH)
3(P) coklat
+ 8 H
+
13.3.
Pengaruh besi dalam air bagi kehidupan manusia
a.
Pengaruh Besi dalam Air Bagi Kehidupan Manusia.
Pengaruh besi dalam air bagi kehidupan manusia menurut (Departemen
Kesehatan RI Direktoat Jendral PPM dan PPL : 2005) Keberadaan
kandungan
besi dalam air yang dikonsumsi untuk kebutuhan sehari
-
hari
secara relatif berpengaruh pada manusia. Keberatan adanya kandungan
besi dalam dosis berlebihan dalam air dikarena faktor ekonomis, teknis dan
derajat dapat diterimanya (
acceptability
) oleh
pemakainya
.
b.
Segi ekonomi
Air yang mengandung kadar besi ketika diambil, baik menggunakan pompa
tangan / listrik, begitu terexpose kontak dengan udara, berubah menjadi
coklat kemerahan akibat terbentuknya
Ferric Hydroxide
. Bercak coklat ini
merupakan end
apan (padatan) yang akan menempel pada pakaian yang
dicuci, porselin/keramik, lantai kamar mandi, dan sebagainya
.
c.
Segi teknis

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
83
Pembentukan kerak yang merupakan kumulatif endapan yang sangat lazim
berupa senyawa
ferrous carbonate
pada pipa dan ketel pemana
s, dapat
mendatangkan kerugian karena pada proses pemanasan berlangsung lama
dan kemungkinan bahaya meledak karena distribusi panas yang tidak
merata.
d.
Segi penerimaan oleh pemakainya.
Dari segi ini oleh pemakai air yang mengandung besi adalah berpengaruh
pada rasa bau, warna dan
koloid
pada air minum, sehingga dapat
mempengaruhi sifat penerimaan dari masyarakat.
13.4.
Menghilangkan
besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam
air dengan Oksidasi
Kadar
maksimum yang diperbolehkan untuk besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam
air bersih sesuai dengan standar kualitas air bersih adalah, Fe 1mg/liter
dan
mangan 0,5 mg/liter. Kadar maksimum Fe dalam air minum adalah adalah 0,3
mg/liter dan untuk mangan adalah 0,4 m
g/liter
Ada tiga macam cara untuk Oksidasi
1). Oksidasi dengan Oksigen
2). Oksidasi dengan khlorine
3). Oksidasi dengan kalium Permanganat
1).
Oksidasi dengan Oksigen
Kecepatan oksidasi tergantung dari Ph
-
Untuk Oksidasi Fe pH harus 7,5
atau lebih
-
Untuk Oksidasi mangan pH harus 9,5 atau lebih
Untuk mengoksidasi setiap 1mg/l zat besi dibutuhkan 0,14 mg/l oksigen
Untuk mengoksidasi setiap 1mg/l mangan dibutuhkan 0,29 mg/l oksigen
2). Oksidasi dengan khlorine
Khlorine, Cl
2
dan ion Hypokhlorite (OCl
-
)
adalah merupakan bahan uksidator yang kuat sehingga meskipun pada
kondisi pH rendah dan oksigen terlarut sedikit dapat mengoksidasi dengan
cepat
Untuk mengoksidasi 1mg/l zat besi dibutuhkan 0,64 mg/l khlorine
Untuk mengoksid
asi 1 mg/l mangan dibutuhkan 1,29 mg/l khlorine
3)
.
Oksidasi dengan Kalium Permanganat
1 mg/l Kalium permanganat dapat mengoksidasi besi 1,06 mg/l atau 0,52
mg/l mangan .
13.5.
Mengendalikan besi
(Fe)
dan mangan
(Mn)
dengan
Preventative treatment

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
84
Sodium hexamethaphosphate
Dengan dosis 2 mg/l sodium hexametaphosphate untuk setiap 1 mg/l zat besi
dan mangan
Prinsip bukan menghilangkan zat besi dan mangan tetapi menahanbesi dan
mangan dalam kondisi terlarut, sehingga tidak terjadi endapan
-
andapan
dalam
jaringanperpipaan
13.6.
Menghilangkan besi (Fe) dan mangan (Mn) dengan
Aerasi
-
Sedimentasi dan Filtrasi
Proses aerasi sedimentasi filtrasi biasanya terdiri dari aerator, bak
pengendap serta filter atau penyaring. Aerator adalah alat untuk mengontakkan
Oksigen dari udara dengan air agar zat besi yang berada di dalam air
baku
bereaksi dengan senyawa Oksigen dan membentuk senyawa Ferri (Fe valensi
3). Kecepatan oksidasi besi dipengaruhi oleh pH air. Umumnya makin tinggi pH
air, kecepatan oksidasinya makin
cepat.
Jika konsentrasi zat besi didalam air baku cukup tinggi maka perlu bak

pengendap yang dilengkapi dengan lumpur (sludge collection). Kelemahan yang


utama dari proses aerasi filtrasi ini adalah besarnya biaya awal
untuk
pembuatan unit peralatan.Didala
m proses penghilangan besi dengan cara
aerasi, adanya kandungan alkalinity (HCO3) yang cukup bear didalam air, akan
menyebabkan senyawa besi berada dalam senaywa Ferro bikarbonat

Fe(HCO3)2.Maka untuk mengoksidasi setiap 1mg/l zat besi dibutuhkan 0,14


mg/l
oksigen. Pada pH rendah, kecepatan reaksi oksidasi besi dengan oksigen
relatif lambat. Ada
Beberapa jenis peralatan Aerasi yang sering digunakan yaitu :
1.
Waterfall Aerator (aerator air terjun)
Multiple Tray Aerator
susunannya sangat sederhana dan tidak
mahal serta
memerlukan ruang yang kecil. Jenis aerator ini terdiri atas 4

8 tray dengan
dasar yang penuh lubang pada jarak 30

50 cm. Melalui pipa berlubang air
dibagi rata, dari sini percikan

percikan kecil turun kebawah dengan kecepatan
kira

kira
0,02 m³ / detik per m² permukaan tray . Tetesan yang kecil menyebar
dan dikumpulkan kembali pada setiap tray berikutnya . Untuk penyebaran
air
yang lebih halus,
tray

tray aerator
bisa diisi dengan kerikil

kerikil dasar kira

kira dengan ketebalannya 1
0 cm.
2 . Cascade Aerator
Pada dasarnya aerator ini terdiri atas 4

6 step / tangga, setiap step kira

kira
ketinggiannya 30 cm dengan kapasitas kira

kira 0,01 m³ / detik per m² . Untuk
menghilangkan gerakan putar (
turbulance)
guna menaikan effisien
si aerasi,
hambatan sering ditepi peralatan pada setiap step. Dibandingkan dengan
tray
aerator
, ruang / tempat yang diperlukan bagi
cascade aerator
agak lebih besar,
tetapi total kehilangan tekanan lebih rendah. Keuntungan lain adalah tidak

memerlukan peme
liharaan.

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
85
3 . Submerged Cascade Aerator
Submerged Cascade Aerator
ini menangkap udaranya terjadi pada saat air
terjun dari lempengan

lempengan trap yang membawanya masuk kedalan air
yang dikumpulkan ke lempengan dibawahnya. Oksigen kemudian dipindahkan
dari gelembung

gelembung udara ke dalam air. Total ketinggian jatuh kira

kira 1,5 m di bagi 3

5 step . kapasitasnya bervariasi antara 0,0005 dan 0,5 m³/
detik per m².
4.
Spray Aerator
Spray aerator terdiri atas nozel penyemprotan yang tidak bergerak,d
ihubungkan
dengan isi lempengan yang mana air disemprotkan ke udara disekeliling
pada
kecepatan 5

7 m / detik.
Spray aerator
sederhana, dengan pengeluaran air ke
arah bawah melalui batang

batang pendek dan pipa yang panjangnya 25 cm
dan diameter 15

3
0 mm .Piringan melingkar ditempatkan beberapa centimeter
di bawah setiap ujung pipa, sehingga bisa terbentuk selaput air tipis
melingkar
yang selanjutnya menyebar menjadi tetesan

tetesan air yang halus.
5.
Bubble Aerator
Jumlah udara yang diperlukan untu
k
bubble aerator
tidak banyak, tidak lebih
dari 0,3

0,5 m³ udara dan volume. Udara disemprotkan melalui dasar bak air
yang akan diaerasi.
Menghilangkan besi (Fe) dan mangan (Mn) dengan Aerasi
-
Chemical
Oksidasi
-
Sedimentasi dan Filtrasi
Prinsip sama den
gan diatas hanya dikombinasikan dengan bahan oksidator
khlorine dan atau kalium permanganate
13.7.
Menghilangkan besi (Fe) dan mangan (Mn) dengan
Mangan
-
Zeolit Proses
Manganeese zeolite dibuat dengan cara melapisi zeolite alam dengan oksida
mangan. Mangan dioksida membuang besi terlarut setelah melalui filter mangan
zeolit. Filter setelah jenuh dapat diaktifkan kembali dengan mencuci
dengan
kalium permanganate seperti
tersebut dalam reaksi dibawah ini
Z
-
MnO
2
+
Fe
2+
Z
-
Mn
2
O
3
+
Fe
3+
Mn2+
Mn3+
Mn4+
Z
-
Mn
2
O
3
+ KMnO
4
Z
-
MnO
2
13.8.
Menghilangkan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) dengan Lime
Soda Softening proses
Proses ini adalah merupakan gabungan antara proses pemberian zat
alkali untuk menaikkan pH dengan proses AERASI

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
86
Dengan menaikkan pH air baku sampai harga tertentu maka rea
ksi
oksidasi besi dan mangan dengan cara aerasi dapat berjalan lebih
cepat.
Zat alkali yang sering dipakai yaitu kapur (CaO) atau larutan kapur
[Ca(OH)2] dan soda api [Na(OH)] atau campuran antara keduanya
Rangkuman
1.
Menghilangkan Fe dan Mangan dalam air
dengan oksidasi
Ada tiga macam cara untuk Oksidasi
1). Oksidasi dengan Oksigen
2). Oksidasi dengan khlorine
3). Oksidasi dengan kalium Permanganat
2.
Mengendalikan besi dan mangan dengan Preventative treatment
Dengan dosis 2 mg/l sodium hexametapho
sphate untuk setiap 1 mg/l zat
besi dan mangan
3.
Menghilangkan besi (Fe) dan mangan (Mn) dengan Aerasi
Sedimentasi dan Filtrasi
Air yang mengandung besi terlarut dikontakkan dengan udara, kemudian
besi yang teroksidasi yg sudah tidak dalam kondisi terlar
ut diendapkan
dan disaring dengan filter
4.
Menghilangkan besi (Fe) dan mangan (Mn) dengan Aerasi Chemical
Oksidasi
-
Sedimentasi dan Filtrasi
Prinsip sama dengan diatas hanya dikombinasikan dengan bahan
oksidator khlorine dan kalium permanganate
5.
Menghilangkan besi (Fe) dan mangan (Mn) dengan Mangan
-
Zeolit
Proses
Manganeese zeolite dibuat dengan cara melapisi zeolite alam dengan
oksida mangan. Mangan dioksida membuang besi terlarut setelah
melalui filter mangan zeolit. Filter setelah jenuh dapat
diaktifkan kembali
dengan mencuci dengan kalium permanganate
6.
Menghilangkan besi (Fe) dan mangan (Mn) dengan Lime Soda
Softening proses
Proses ini adalah merupakan gabungan antaraproses pemberian zat
alkali untuk menaikkan pH dengan proses AERASI
Latihan
soal
Salah satu masalah kualitas air, yang sering terjadi adalah adanya kadar Fe
yang berlebihan dalam air, sehingga dapaat meninggalkan noda coklat pada bak
mandi, wastafel dan cucian menjadi nberwarna kecoklatan.
Pertanyaan;
1). Berapa kadar maksimal
Fe dan Mn dalam air minum

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
87
2). Setelah dilakukan pemeriksaan dilaboratorium kadar Fe adalah 4.5 mg/liter,
sedangkan Mn adalah 2,3 mg/liter,
a. Berapa mg/liter KmnO4 yang dibutuhkan untuk menghilangkan Fe
dan Mn tersebut
b.
Berapa mg/liter
sodiumhexametaphosphat yang dibutuhkan untuk
tindakan pencegahan munculnya endapan Fe dalam perpipaan
.
BAB 14
PENGOLAHAN AIR SADAH
14.1
Latar belakang
Dalam menangani masalah penyimpangan dari kualitas air perlu adanya

pemahaman mengenai batas maksimal kadar dari suatu parameter yang


menyimpang dari standar dengan membandingkan dengan peraturan yang
sesuai tentang standar kualitas.nya. Se
bagai tindak lanjut dari adanya
penyimpangan standar kualitas air perlu adanya pemahaman mengenai
tindakan intervensi atau rekayasa terhadap penyimpangan yang terjadi.
Air yang mempunyai kadar kesadahan yang melebihi standar perlu dilakukan
suatu upaya unt
uk mengatasi masalah tersebut. Materi pada Bab 13 ini akan
membahas tentang cara sederhana untuk mengolah air yang sadah dengan
kapur

soda ash proses.
Selamat Belajar
14.2.
Pengertian air sadah
Kesadahan disebabkan karena air mengandung mineral dari kation
logam
bervalensi 2 dalam jumlah yang berlebihan. Biasanya yang sering menimbulkan
kesadahan adalah kation Ca++ dan Mg++. Standar kesadahan baik untuk air
bersih maupun air minum adalah 500 mg/liter. Walaupun ion ion
besi,
mangan,strontium dan aluminium ju
ga menghasilkan kesadahan tetapi
keberadaannya dalam air alam tidak dalam kuantitas yang signifikan Air
yang
sadah disebabkan karena formasi geologi dari sumber air yang memang banyak
mengandung calcium dan magnesium
Toleransi masyarakat terhadap air sadah
berbeda antara masyarakat yang satu
dengan masyarakat yang lain.Kesadahan yang melebihi 300
-
500 mg/l CaCO
3
di
kategorikan berlebihan dalam air bersih dan mengakibatkatkan konsumsi sabun
sangat tinggi karena sabun sulit berbusa, demikian juga dengan timbul
nya kerak
pada tangki pemanas dan pipa pipa air.
Tanda
-
tanda air sadah

Kalau dipakai mencuci Sabun sulit berbusa

Timbul kerak pada tempat tempat pemanas air,
Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mempelajari bab ini, mahasiswa mampu
1.
Menjelaskan, pengertian, penyebab, dan,standar kesadahan dalam air
bersih dan air minum
2. menjelaskan : prinsip dasar mengolah air sadah dengan lime
-
soda ash
(kapur
-
soda abu) proses
3. menghitung : kebutuhan kapur dan soda abu

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
88

Untuk pemanas air skala besar, krn keraknya bertambah terus waktu
pemanasan bisa lebih lama, seh
ingga dari segi ekonomis biaya bisa lebih
tinggi.

Dapt menyumbat pipa
-
pipa air, terutama pipa penyalur air panas yang airnya
sadah
14.3.
P
engolahan air sadah denga k
a
pur
-
soda ash proses
Proses ini menggunakan Lime (Kapur), Ca(OH)
2,
dan soda ash, Na
2
CO
3
untuk
mengendapkan kesadahan dalam larutan.
CO
2
dan kesadahan carbonat dapat dihilangkan dengan kapur.,
Kesadahan noncarbonat disamping dengan kapur perlu ditambah dengan soda
ash untuk mengendapkan
Reaksi Kimia dalam Lime Soda Proses Reaksi Kimia dalam Li
me Soda Proses
CO
2
+ Ca(OH)
2
= CaCO
3
+ H
2
O ...................... (1)
Ca(HCO
3
)
2
+ Ca(OH)
2
= 2CaCO
3
+ 2H
2
O ............. (2)
Mg(HCO
3
)
2
+ Ca(OH)
2
= CaCO
3
+ MgCO
3
+ 2H
2
O .......... (3)
MgCO
3
+ Ca(OH)
2
= Mg(OH)
2
+ CaCO
3
................ (4)
MgSO
4
+ Ca(OH)
2
= Mg(OH)
2
+ CaSO
4
.................. (5)
CaSO
4
+ Na
2
CO
3
= CaCO
3
+ Na
2
SO
4
................ (6)
Persamaan tersebut diatas merupakan keseluruhan reaksi yang terjadi pada
pengolahan kesadah
an dalam air yang mempunyai kesadahan baik carbonat
maupun non carbonat
Pada persamaan (1) CO2 bukanlah penyebab kesadahan tetapi akan
mengkonsumsi kapur, maka perlu dipertimbangkan dalam menghitung
kebutuhan kapur.
Persamaan reaksi (2) s/d (4) menunjukkan pengolahan kesadahan
carbonat dengan kapur
Hanya satu molekul kapur yang dibutuhkan untuk setiap molekul
alkalinitas calcium, tetapi dibutuhkan 2 molekul kapur untuk alkalinitas
magnesium (Mg(HCO
3
)
Persamaan reaks
i (5) menunjukkan pengolahan kesadahan magnesium
noncarbonat dengan kapur
Persamaan reaksi (6) untuk menghilangkan calcium sulfat yang
terbentuk pada reaksi (5)
Contoh soal
Dari hasil analisis air sampel diperoleh data sbb;
CO
2
= 8.8 mg/l
Alk (HCO
3
) = 115 mg/l sbg CaCO
3

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
89
Ca
2
-
= 70,0 mg/l
SO
4
2
-
= 96 mg/l
Mg
2+
= 9,7 mg/l
Cl
-
= 10,6 mg/l
Na+ = 6,9 mg/l
Hitung kebutuhan bahan kimia (kapur dan soda ash) yang digunakan untuk
menurunkan kesadaha
n dalam miligram per liter
Jawab.
1)
Konversikan berat molekul masing
-
masing komponen dengan berat
ekivalen
.
Komponen
Mg/l
Berat
Eqivalen
Meq/ltr
CO
2
Ca
2
-
Mg
2+
Na+
Alk (HCO)
3
SO
4
2
-
Cl
-
8,8
70
9,7
6,9
115
96
10,6
22,0
20,0
12,2
23,0
50,0
48,0
35,5
0,40
3,50
0,80
0,30
2,30
2,00
0,30
2)
Buat bar diagram sesuai hasil no 1
0 2,3 3,5
4,3 4.6
CO
2
Ca
2
-
(3,5)
Mg
2+
Na
+
HCO
3
(2,3)
SO
4
2
-
(2,0)
Cl
-
0,4
3)
Komponen
meq/liter
Kapur
Soda ash
CO
2
Ca(HCO3)
2
CaSO4
MgSO4
0,4
2,3
1,2
0,8
0,4
2,3
0
0,8
0
0
1,2
0,8
Kebutuhan kapur dan soda ash
3,5
2,0
Kebutuhan Kapur = jml perhitungan stoichiometric + excess lime
= (3,5 x 28) + (1,25 x 28) mg/ltr
= 133 mg/ltr CaO
Kebutuhan soda ash =
2,0 x 53 = 106 mg/ltr Na
2
CO
3

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
90
Untuk perhitungan kebutuhan kapur selalu ditambah sebanyak 1,25
meq/ltr (excess lime)
BAB 15
PENGOLAHAN BAU DALAM AIR
15.1.
Latar belakang
Dalam menangani masalah penyimpangan dari kualitas air perlu adanya

pemahaman mengena
i batas maksimal kadar dari suatu parameter yang
menyimpang dari standar dengan membandingkan dengan peraturan yang
sesuai tentang standar kualitas.nya. Sebagai tindak lanjut dari
adanya
penyimpangan standar kualitas air perlu adanya pemahaman mengenai
tin
dakan intervensi atau rekayasa terhadap penyimpangan yang terjadi.
Air yang mempunyai kadar bau berlebihan perlu dilakukan suatu upaya
untuk
mengatasi masalah tersebut. Materi pada Bab 15 ini akan membahas tentang
cara sederhana untuk mengolah air yang ba
u.
Selamat belajar
15.2.
Pengertian
Munculnya bau dalam air permukaan berhubungan dengan sisa
-
sasa bahan
organik, pertumbuhan biologis dalam air dan bahan
-
bahan kimia dari limbah
industry
Algae blooms dapat menghasilkan senyawa yang dapat menimbulkan bau
dalam air, actinomycetes dapat memproduksi bau dalam air
Air tanah mungkin gas terlarut dalam air seperti H2S, bahan
-
bahan
anorganik atau ion
-
ion metal yang menyebabkan bau dalam air
Dalam Water treatment Plant harus mempertimbangkan unit pengolahan
untuk mengatasi bau. Permasalahannya adalah bau dalam air baku mungkin
sangat bervariasi tergantung banyak faktor termasuk faktor musim.
Untuk air permukaan masalah bau pada umumnya dikendalikan dengan
break point chlorination dan aplikasi carbon active.
Sedangkan untuk
mengatasi bau dari air baku yang bersumber dari air tanah umumnya
dengan mengunakan sestem Aerasi.
Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mempelajari bab ini, mahasiswa mampu
1.
Menjelaskan, pengertian, penyebab, dan,standar kebauan dalam air
bersih dan air minum
2. menjelaskan : prinsip dasar mengolah bau dalam air

Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair


-
A
91
Upaya preventive dapat dilakukan pada tahap awal saat mempertimbangkan
pemilihan sumber air baku, dipilih dari sumber yang kualitas air ba
kunya
tidak ada masalah bau.
Upaya penegakan peraturan juga merupa kan upaya preventive untuk
mengurangi tingkat pencemaran dari air baku yang digunakan (PP No 82
tahun 2001 Sk Men LH No 51 th 1995, SK Gub DKI No 122 th 2005 dll
).
15.3.
Prinsip dasar metode
oksidasi
Bahan

bahan oksidan
-
Chlorine dioxide
-
Potasium Permanganant
-
Ozon
Bahan
-
bahan tersebut diatas merupakan oksidator kuat yang dapat
menghilangkan bau dari berbagai macam senyawa penghasil bau.
Chlorinasi yang tinggi adalah cukup baik a
sal dipertimbangkan dengan
munculnya senyawa trihalomethan.
Biasanya untuk mendapatkan hasil yang baik bisa dilakukan dengan kombinasi
dari bahan
-
bahan oksidan tersebut.
15.4.
Prinsip dasar metode Activated Carbon
Proses adsorption (adsorpsi) dengan karbon
aktif adalah merupakan proses
yang paling efektif dalam mengendalikan bau dalam air.
Proses adsorpsi pada dasarnya adalah substansi yang terserap pada
permukaan bahan adsorber. Semakin luas permukaan bahan adsorber semakin
banyak substansi yang bisa terse
rap.
Satu pound karbon aktif estimasi luas permukaan adalah 100 acres.
Disamping untuk mengendalikan bau dan rasa karbon aktif bentuk powder dapat
berfungsi untuk membantu proses stabilisasi lumpur, dapat
meningkatkan
terbentuknya flok dan dapat menurunka
n bahan organik bukan penyebab bau
lainnya.
Aplikasi karbon aktif dalam proses adsorpsi pada pengolahan air minum
dapat di terapkan pada tahap manapun sebelum proses filtrasi.
Minimal waktu kontak adalah 15 menit atau lebih sebelum sedimentasi dan
filtrasi.
Yang paling bagus adalah berdasarkan percobaan atau berdasarkan dari
pengalaman yang pernah dilakukan
Karbon aktif pada umumnya diaplikasikan pada saat atau selama proses
flokulasi sebelum filtrasi.
Karena karbon aktif juga menyerap chlorine mak
a jangan diaplikasikan
bersamaan atau berdekatan dengan proses chlorinasi.
15.5.
Prinsip dasar metode Aerasi
Aerasi adalah efektif untuk menghilangkan gas
-
gas terlarut dalam air dan
senyawa
-
senyawa penyebab bau yang mudah menguap.
More Information Less Information
Close