Вы находитесь на странице: 1из 36

SEMINAR TEKNOLOGI

Common Rail System


Mitsubishi

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI

BAB 1
LATAR BELAKANG COMMON RAIL SYSTEM

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


2

Page 1
SEJARAH COMMON RAIL SYSTEM

Common Rail System


merupakan suatu sistem penginjeksian bahan bakar untuk mesin diesel yang dikontrol
secara elektronik.

.: Sejarah
Prototype Sistem ini pertama dikembangkan oleh Robert Huber pada tahun 1960.
Pada pertengahan tahun 90’an oleh Dr. Shohei Itoh dan Masahiko Miyaki dari DENSO
Corporation telah sukses menerapkan sistem ini pada kendaraan berat yaitu HINO Ranger
Truck dan diproduksi masal pada tahun 1995 . pada Tahun 2007, Mitsubishi di Indonesia
(MMKSI “saat ini “) mulai memasarkan kendaraan yang menggunakan sistem common rail
yaitu pada “Mitsubishi Strada Triton”.

Lihat Animasi/Video “DENSO COMMON RAIL SYSTEM”

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


3

SEJARAH COMMON RAIL SYSTEM

Simbol Common Rail System


 Mitsubishi : DI-D
 Ford : TDCi
 Daimler Chrysler (Mercedes) : CDI
 Fiat Group (Fiat, Alfa Romeo and Lancia) : JTD
 Renault : DCi
 GM/Opel : CDTi
 Hyundai : CRDi
 PSA Peugeot Citroen : HDI
 Toyota : D-4D
 Chevrolet : VDCi

Produsen Sistem Common Rail


 Robert Bosch GmbH (Germany )
 Delphi Automotive Systems (USA)
 Denso (Japan)

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


4

Page 2
KARAKTER DIESEL ENGINE KONVENSIONAL

Emission Odor

Noisy

Difficult to Start

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


5

PERBANDINGAN ANTARA TEKNOLOGI CONVENTIONAL & CRS

Titik Lemah
Un-constant High Pressure

CONVENTIONAL PUMP

Pump Timer
Governor Nozzle

Feed
Fuel Filter Pump
In-line Fuel Tank

COMMON RAIL SYSTEM


Pressure Sensor
Fuel Filter Two Way
Valve

Constant High Injector


Pressure
Fuel Tank
Rotary
Titik baiknya

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


6

Page 3
PERBANDINGAN ANTARA TEKNOLOGI CONVENTIONAL & CRS

Cara Control

In-Line Type Common Rail System


Constant High Pressure
Un-Constant High Pressure Two Way
Valve

High Pressure
System Pipe
Rail
Timer
Governor
Nozzle
Supply Pump Injector
In-Line Pump
(HP3)

Injection Quantity Control Governor Engine ECU, Injector (Two Way Valve)
Injection Timing Control Timer Engine ECU, Injector (Two Way Valve)
Pressurization Pump Engine ECU, Supply Pump
Fuel Distribution Pump Engine ECU, Rail
Injection Pressure Control Depends on SPEED and INJECTION quantity. Engine ECU, Suction Control Valve

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


7

BAB 2
KONTROL UTAMA COMMON RAIL SYSTEM

KONTROL UTAMA

Injection Pressure Control Injection Timing Control Injection Rate Control

Optimization, High Pressurization Optimization Pilot Injection


Injection Rate

Main
Common Rail
Common Rail Injection
System
Injection Pressure

System
Crankshaft Angle
Injection Timing
Particulate

NOx

Injection Quantity Control


Cylinder Injection Volume
Conventional Conventional Correction
Pump Pump
Speed

Engine Speed Injection Engine Speed


Pressure 1 3 4 2

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


8

Page 4
KONTROL UTAMA

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


9

KONTROL UTAMA

Tujuan :
Berdasarkan signal masuk dari crank angle sensor dan jumlah injeksi bahan bakar, engine-
ECU menghitung tekanan penginjeksian bahan bakar yg optimal di setiap kondisi kendaraan.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


10

Page 5
KONTROL UTAMA

TUJUAN :
1. Berdasarkan sinyal masuk dari berbagai sensors, engine-ECU menghitung waktu/timing
penginjeksian bahan bakar yang tepat di setiap kondisi kendaraan.
2. Melakukan pengaturan awal penginjeksian (Pre Injection) bahan bakar utama, untuk tujuan
mengurangi suara pembakaran yang ditimbulkan dan emisi gas NOx
Target dasar waktu penginjeksian bahan bakar:
Dasar perhitungan dihitung dari singnal crank angle sensor untuk menentukan waktu injeksi
bahan bakar.
2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI
11

KONTROL UTAMA

TUJUAN :
ENGINE ECU menghitung jumlah injeksi fuel yang sesuai di setiap kondisi kendaraan.

Basic Injection Amount ( Jumlah Injeksi dasar)


Perhitungannya berdasarkan sinyal-sinyal yang diberikan dari APS/accelerator pedal position sensor
dan crank angle sensor.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


12

Page 6
BAB 3
KONTROL TAMBAHAN COMMON RAIL SYSTEM

KONTROL TAMBAHAN

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


13

KONTROL TAMBAHAN

IDLE SPEED CONTROL

Engine-ECU membandingkan target kecepatan idle dan aktual kecepatan idle. Jika ada
perbedaan diantara keduanya, engine-ECU akan mencocokkan kecepatan aktualnya ke target
kecepatan idle dengan mengkontrol jumlah injeksi bahan bakar

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


14

Page 7
KONTROL TAMBAHAN

THROTTLE VALVE CONTROL

Ketika Engine Berjalan


Throttle valve control servo kondisi normalnya adalah OFF, sehingga akan membuka throttle valve.

Ketika Engine Dimatikan


Ketika ignition switch berubah dari posisi ON ke OFF, throttle valve control servo akan menjadi ON selama 3
detik lalu menutup throttle valve. Setelah itu, throttle valve control servo berputar menjadi OFF dan
throttle valve terbuka.

Ketika Masalah Ditemukan


Jika Engine-ECU mendeteksi masalah yang serius, ia akan segera menutup throttle valve sepenuhnya untuk
menghentikan engine.
2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI
15

KONTROL TAMBAHAN

POWER SUPPLY CONTROL

ECU NEW
MODEL

1 4

2 3

101 102 118 103 104

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


16

Page 8
KONTROL TAMBAHAN

A/C RELAY COTROL

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


17

KONTROL TAMBAHAN

GLOW CONTROL

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


18

Page 9
KONTROL TAMBAHAN

EGR CONTROL

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


19

BASIC
Common Rail System
PRACTICAL

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI

Page 10
Daftar Praktek Kontrol Utama

 Pemasangan VCI (Vehicle Communication Interface)


 Penggunaan MUT 3 (DIAGNOSTIC TOOL)
 Diagnosa CAN BUS
 Pembacaan Data List (Kontrol Utama)

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


21

BAB 4
ACTUATOR

1. Supply pump

2. Suction Control Valve

3. Pressure Limiter (Optional)

4. Injector

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


22

Page 11
ACTUATOR

ACTUATOR

Rail

Supply Pump

Injectors

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


23

ACTUATOR

1. Supply Pump Model: HP3 Type

Rotational Ratio (Np:Ne): 1:1

Maximum Speed: 4,600 RPM


Supply Pump
(HP3) Direction of Rotation: Clockwise (drive shaft)

Feed Pump Trochoid Type

Rated volt 12 volt


Feed Operation Volt
Pump Assured Op 8 ~ 16 volt
Minimum Op 6 volt
Component Parts

SCV

Type Normally Open


Electric
2.1 Ω
Resistance
Drive
Between
Shaft Terminal and
Suction More than 100M Ω
Control valve
Aluminum /
Steel Hybrid Valve  8.5 mm  2
Plunger

DiameterNo.
Construction
Lift Amount 5.6 mm
Fuel Temp. Sen 110.8  25.4 K

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


24

Page 12
ACTUATOR

Diagram Konstruksi Supply Pump

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI Lihat Animasi/Video “Supply Pump HP3” 25

ACTUATOR

1. Supply Pump
Feed pump
Menghisap bahan bakar dari fuel tank, lalu dikirimkan ke supply pump

Regulator valve
Mengembalikan bahan bakar ke inlet port feed pump ketika tekanan bahan bakar antara feed pump dan
suction control valve menjadi lebih tinggi dari nilai penetapan awal.

Suction Control Valve


Mengatur jumlah bahan bakar yang dikirimkan ke common rail
Plunger
Bergerak pada langkah penuh secara tetap untuk menekan bahan bakar ke dalam high pressure chamber

Delivery valve
Menstop bahan bakar mengalir kembali ke sisi pengiriman ketika bahan bakar ditekan ke high-pressure
chamber.

Suction valve
Mencegah bahan bakar, yang telah ditekan di dalam high-pressure chamber, agar
tidak mengalir kembali ke sisi suction control valve.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


26

Page 13
ACTUATOR

ALIRAN FUEL DALAM SUPPLY PUMP

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


27

ACTUATOR

Supply pump Structure

Ring Cam Delivery valve


Suction valve

Plungers
Feed
pump

Fuel
temperature
SCV sensor
( Suction Control Valve )

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


28

Page 14
ACTUATOR

Overflow to Fuel Tank

Ring Cam

Plungers

Eccentric cam

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


29

ACTUATOR

SCV

Pump body Feed pump

Fuel temperature sensor


Ring cam

Regulating valve

Drive shaft
Filter

Plunger

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


30

Page 15
ACTUATOR

Fuel pump (DENSO type HP3)

eccentric cam menjadi satu pada camshaft. Dan eccentric cam


berhubungan dengan ring cam
camshaft

Plunger A

Ring cam

Eccentric Cam Ring cam

Feed pump

Plunger dan Suction Valve terpasang pada ring


cam.
Feed Pump berhubungan dengan bagian Plunger B
belakang dari camshaft

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


31

ACTUATOR

Operation

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI Lihat Animasi/Video “Supply Pump HP3” 32

Page 16
ACTUATOR

2. Suction Control Valve (SCV)


Solenoid valve yang digunakan adalah tipe linear. E.C.U. mengontrol DUTY RATIO (Lamanya arus
mengalir ke S.C.V.), untuk mengontrol jumlah fuel yang dikirim ke plunger.
Rear
Spesifikasi dasar:
View Operating Voltage
Rated Voltage: 12 V 8 ~ 16 V
Range:
Average Operating
Coil Resistance: 2.1  0.2 0~2A
Current Range:

Valve Lift Range: 0 ~ 2.1 mm Driving Frequency: 250  10Hz

HP3 Suction Control


Fully-Open Discharge
Valve Flow Rate:
> 547mm3/rev

Return SCV
Spring

X-Sectional
View of S.C.V.

Exterior View of S.C.V. Pump Body


Cylinder
2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI Lihat Animasi/Video “SCV Supply Pump” 33

ACTUATOR

1. Saat arus mengalir ke S.C.V. (Suction Control Valve), pulsa electromotive force (voltage) dibangkitkan sesuai
dengan duty ratio armature bergerak ke kiri. Armature menggerakan cylinder ke sisi kiri, Perubahan
pembukaan jalur fuel akan meregulasi jumlah fuel.
S.C.V.
Current
OFF ON tw Duty Ratio = (tw / T)100%
Time Time
(cm3/min.)

ON +B
Fuel Flow

OFF 0V T
Voltage at SCVHI Terminal
S.C.V. Current (A)
+B Semakin besar Duty
SCVHI Ratio semakin kecil
Cylinder Armature
Duty Control jumlah fuel yang
dikirim

ON-OFF Control
SCVLO
Current Detection
Circuit

X-Sectional View of S.C.V.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


34

Page 17
ACTUATOR

2. Dengan membuat S.C.V. ON/OFF, fuel yang dikirim jumlahnya mengikuti signal duty
ratio
Duty Ratio = (tw / T)100%

S.C.V.
Current
OFF ON Time
Time T (tw)
(cm3/min.)

ON +B
Fuel Flow

OFF 0V

S.C.V. Current (A)


+B
SCVHI Semakin kecil
Cylinder Armature
Duty ratio,
Duty Control
semakin besar
jumlah fuel yang
ON-OFF Control dikirim
SCVLO
Current Detection
Circuit

X-Sectional View of S.C.V.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


35

ACTUATOR

3. Ketika SCV OFF, return spring bekerja dan membuka saluran fuel dan memberikan
fuel ke plungers ( jumlah yang masuk dan keluar menjadi penuh ).

S.C.V.
Current
0A
(cm3/min.)

ON +B
Fuel Flow

OFF 0V

S.C.V. Current (A)


+B
Cylinder Armature SCVHI
Duty Control

ON-OFF Control
SCVLO
Current Detection
Circuit

X-Sectional View of S.C.V.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


36

Page 18
ACTUATOR

3. Rail
Rail Structure

System Pressure
180 MPa
(NORMAL):

Pressure
Limiter

Rail
Pressure Rail
Sensor Fuel
Inlet Fungsi Rail : Menyimpan fuel bertekanan
tinggi yang dikirim dari suppply pump
(HP3) dan didistribusikan ke setiap
injector. Rail pressure sensor dan pressure
limiter terletak pada rail.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


37

ACTUATOR

4. Pressure Limiter Fungsi dari pressure limiter adalah untuk


menghilangkan tekanan tinggi yang
ABNORMAL yang terjadi didalam rail.
Saat tekanan rail mencapai sekitar 221MPa,
maka valve pressure limiter akan terbuka .
Selama waktu ini pressure akan turun ke
50MPa. Saat telah tercapai tekanan normal
valve akan tertutup lagi.sehingga tekanan
didalam rail akan selalu dijaga sesuai
Rail kebutuhan yang sebenarnya

221 MPa
Valve Open

Operating Pressure: 221  9 MPa


Valve Close
50 MPa
Return Pressure: 50 MPa

Pressure (MPa)
2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI
38

Page 19
ACTUATOR

5. Injector
Engine Model: 4D56

Operating Voltage: 85V ~ 12V

Injection Frequency: 2 Times 85 V


Model: DLL-P
Nozzle

Opening Press: 2.950.5 MPa Driving Pulse


Spray Hole
 0.153mm6
DiameterNo. of
(880cc / min)
Holes:
Injector
(G2)
Dakar Spec
Dia. 0.150 x 7 (980cc / min)

Spray Hole ()

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


39

ACTUATOR

Solenoid
Magnification

Two Way
Valve

Pressurized
Fuel from Rail Integrated
Command Orifice
Piston
Control
Chamber

Nozzle
Spring

Nozzle
Needle

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


40

Page 20
ACTUATOR

Kerja Injector
Example: INJECTOR #1
TWV1
E.C.U. E.C.U. 85 V E.C.U.
COMMON1
Solenoid
Actuating Actuating
Actuating Current Current
Current
TWV

Outlet
Orifice

Fuel from RAIL RAIL RAIL


Rail
Inlet Control Control
Orifice Control
Chamber Pressure Chamber Chamber
Pressure Pressure

Command
Piston

Nozzle
Needle Injection
Injection Injection
Rate Rate Rate
Tidak Ada INJECTION! INJECTION! Akhir INJECTION!

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI Lihat Animasi/Video “Injector” 41

ACTUATOR

Kerja Injector

[Tidak ada INJECTION]


Saat tidak ada arus ke solenoid, gaya spring lebih kuat dari hydraulic pressure didalam control chamber.
Sehingga valve didorong kebawah, dan menutup outlet orifice. Karenanya hydraulic pressure yang
diberikan ke command piston menyebabkan nozzle spring tertekan. Hal ini menutup nozzle needle dan
fuel tidak dapat diinjeksikan.
[INJECTION]
Ketika solenoid diberi arus , gaya magnet dari solenoid menarik valve keatas. Sehingga membuka outlet
orifice dan fuel dapat mengalir ke control chamber. Setelah fuel mengalir keluar, pressure didalam control
chamber berkurang, membuat command piston bergerak keatas. Hal ini menyebabkan nozzle needle naik
dan fuel mulai diinjeksikan. Fuel yang mengalir melewati orifice, menuju ruangan dibawah command
piston. Fuel yang mengalir dibawah piston membuat piston needle naik keatas, yang membantu
meningkatkan membuka dan menutupnya valve menjadi responsip.
[Akhir INJECTION]
Saat arus terus diberikan kesolenoid, Nozzle bergerak naik sampai maximum , dimana injeksi fuel juga
menjadi maximum . Ketika arus ke solenoid di OFF, Valve turun kebawah menyebabkan needle menutup
dan injeksi fuel dihentikan dengan cepat.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


42

Page 21
ACTUATOR

Fungsi Injector :
Menginjeksikan fuel bertekanan tinggi yang teratomisasi

ID Code
QR Code
Fuel yang
dari Rail
kembali ke tank

4D56 = 0.153 mm x 6.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


43

ACTUATOR

Injection Rate

Rata-rata Y
kedipan mata
Injection 74 mm3
Main
Volume Injection
(mm3/stroke)
2 mm3
Pilot
Injection

X
Time
(msec)
300 - 400 msec.  1.1 msec.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


44

Page 22
ACTUATOR

Injector
Injeksi Pilot untuk Mengurangi Noise dan Nox setelah pembakaran

Main
Pilot
Injection Rate
Large First-stage
Combustion ( Nox and
Noise )

Heat Release Rate

TDC TDC
Normal Injection Pilot Injection

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


45

ACTUATOR

EDU ( Electronic Driver Unit )


Fungsi : Mengalirkan tegangan tinggi max 85 V ke Injector
EDU terletak di dalam Engine ECU

Engine ECU

Injector drive circuit


DC/DC
converter

Control circuit

Injector

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


46

Page 23
BAB 5
SENSOR

SENSOR

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


47

SENSOR

1. Air Flow Sensor (AFS) 13. EGR Valve Position Sensor


2. Crank Angle Sensor (CAS) 14. Rail Pressure Sensor (RPS)
3. Camshaft Position Sensor (CPS) 15. First Rail Switch
4. Engine Coolant Temp. Sensor (CTS) 16. Back Up Lamp Switch
5. Intake Air Temp Sensor 1 (IATS) 17. Fuel Filter Pressure Switch

6. Intake Air Temo Sensor 2 (IATS)


7. Manifold Absolute Pressure Sensor (MAP)
8. Fuel Temp Sensor
9. Throtle Position Sensor (TPS)
10. Accelerator Pedal Position Sensor (APS)
11. Vehicle Speed Sensor
12. Barometric Pressure Sensor (BPS)

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


48

Page 24
SENSOR

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


49

AIR FLOW SENSOR (AFS)

FUNGSI :
Mengukur udara yang masuk dengan menggunakan Heat Sensing Resistor

Cara Kerja :
Jumlah arus listrik meningkat sesuai dengan nilai aliran massa udara.

Kecepatan aliran udara meningkat  Jumlah transfer panas dari HSR ke udara meningkat 
Jumlah arus meningkat ke HSR

DATA LIST
SAAT IDLE : 530 – 935 mg/cyl

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


50

Page 25
CRANK ANGLE SENSOR (CAS)

FUNGSI :
Mendeteksi kecepatan putaran engine & posisi sudut Crankshaft

Cara Kerja :

Gambar A : Vane melewati  MRE tahanan meningkat


Gambar B : Vane tdk melewati  MRE tahanan menurun

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


51

GELOMBANG CAS & CPS

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


52

Page 26
CAMSHAFT POSITION SENSOR (CPS)

FUNGSI
Camshaft position sensor mendeteksi top dead center pada compression stroke Cylinder No. 1
dan menginput pulse signal ke engine-ECU.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


53

ENGINE COOLANT TEMPERATURE SENSOR (CTS)

FUNGSI
Menkonversi perubahan panas dari engine coolant ke signal tegangan dan mengimput signal
tersebut ke engine ECU . Sebagai respon dari signal tersebut, engine-ECU memperbaiki
jumlah fuel injection dan fast idle speed pada saat engine masih dingin.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


54

Page 27
INTAKE AIR TEMPERATURE SENSOR No 1 (IATS)

FUNGSI
IATS no.1 menkonversi suhu udara yg masuk menjadi tegangan dan menginput ke ECU.
Sebagai respon dari signal tersebut, engine-ECU memperbaiki jumlah fuel injection, dll.

IATS 1 pada -20°C : 13 – 18 K.ohm


IATS 1 pada 0°C : 4,8 - 7,0 K.ohm
IATS 1 pada 20°C : 2,1 – 2,8 K.ohm
IATS 1 pada 40°C : 0,9 - 1,5 K.ohm
IATS 1 pada 60°C : 0,47 - 0,69 K.ohm
IATS 1 pada 80°C : 0,27 - 0,39 K.ohm

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


55

INTAKE AIR TEMPERATURE SENSOR No 2 (IATS)

FUNGSI
IATS no.2 menkonversi suhu udara yg masuk menjadi tegangan dan menginput ke ECU.
Sebagai respon dari signal tersebut, engine-ECU memperbaiki jumlah fuel injection, dll.

IATS 2 pada -20°C : 13 – 18 K.ohm


IATS 2 pada 0°C : 5,1 - 6,9 K.ohm
IATS 2 pada 20°C : 2,0 – 3,0 K.ohm
IATS 2 pada 40°C : 0,9 - 1,5 K.ohm
IATS 2 pada 60°C : 0,40 - 0,78 K.ohm
IATS 2 pada 80°C : 0,23- 0,42 K.ohm

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


56

Page 28
MANIFOLD ABSOLUTE PRESSURE SENSOR (MAP)

FUNGSI
Manifold absolute pressure sensor menkonversi tekanan absolute manifold ke signal
tegangan dan memasukan signal tersebut ke engine-ECU. Sebagai respon dari signal tersebut,
engine-ECU memperbaiki jumlah fuel injection, dll.

Data list SAAT IDLE : 101 Kpa ( 0 m)

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


57

FUEL TEMPERATURE SENSOR

FUNGSI
Fuel temperature sensor mengkonversi temperatur fuel menjadi tegangan dan menginput
Signal tegangan tersebut ke engine-ECU.Sebagai respon dari signal tersebut, engine-ECU
memperbaiki jumlah injection fuel, dll.

Fuel Temp Sensor

Fuel Temp Sensor pada 20°C : 2.0 – 3.0 K.ohm

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


58

Page 29
THROTTLE POSITION SENSOR (TPS)

FUNGSI
TPS mengkonversi throttle valve
position menjadi tegangan dan menginput tegangan
tersebut ke engine-ECU. Engine-ECU mengontrol throttle valve
position.

DATA LIST
SAAT IDLE
Main TPS : > 4000 mV

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


59

ACCELERATOR PEDAL SENSOR(APS)

FUNGSI
Menghasilkan tegangan tergantung dari penekanan accelerator pedal.
Engine-ECU melakukan perhitungan untuk menentukan dasar jumlah injeksi bahan bakar
sesuai dengan tegangan output dari sensor dan kecepatan mesin
DATA LIST SAAT IDLE
Main APS 700 – 1300 mV
Sub APS 200 – 800 mV

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


60

Page 30
ACCELERATOR PEDAL SENSOR(APS)

DATA LIST SAAT IDLE


Main APS 700 – 1300 mV
Sub APS 200 – 800 mV

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


61

BAROMETRIC PRESURE SENSOR (BPS)

FUNGSI
Barometric pressure sensor merubah tekanan barometric menjadi signal tegangan
dan memasukan signaltersebut ke engine-ECU.Sebagai respon dari signal tersebut, engine-
ECUmemperbaiki jumlah fuel yang
diinjeksi, dll.

BPS terletak di dalam Engine ECU

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


62

Page 31
EGR POSITION SENSOR

FUNGSI
EGR valve assembly mendeteksi posisi EGR valve dan mengirimkan signal ke engine-ECU.
Berdasarkan signal tersebut, engine-ECU melakukan feedback control dari EGR valve.
DATA LIST SAAT IDLE
EGR Position 50 - 100 %
Didalam EGR Valve Assembly terdapat dua
komponen ,yaitu EGR Position Sensor dan EGR DC
Motor (Actuator)

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


63

RAIL PRESSURE SENSOR (RPS)

FUNGSI
Mendeteksi tekanan bahan bakar dalam common rail dan mengirimkan sinyalnya ke ECU.
Engine-ECU menggunakan voltage yang dikeluarkan dari sensor ini untuk megatur
tekanan bahan bakar dalam common rail.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


64

Page 32
FIRST RAIL SWITCH & BACK UP LAMP SWITCH (M/T)

Fungsi
Engine-ECU memberikan sejumlah injeksi bahan bakar yang sesuai dengan posisi lever
menggunakan sinyal ON/OFF ini.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


65

FUEL FILTER PRESSURE SWITCH

FUNGSI
Fuel filter menggunakan kontak switch, fuel filter switch mendeteksi tekanan bahan bakar
antara fuel filter dan dan supply pump

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


66

Page 33
BAB 6
ENGINE CONTROL UNIT

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


67

ENGINE CONTROL UNIT

BLOK DIAGRAM ENGINE ECU

Sebagai tambahan, dia telah mengadopsi sebuah electrically erasable


programmable read only memory (EEP ROM) sehingga data pemantauan
perbaikan tidak akan dihapus walaupun battery dilepaskan.

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


68

Page 34
BASIC
Common Rail System
PRACTICAL

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI

Daftar Praktek Actuator , Sensor & Service Point

 Pembacaan Data List (Actuator & Sensor)


 Acuator Test
 Simulasi Sensor
 Service Point Pada Kendaraan ( Coding , Initialization & Learning )

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI


70

Page 35
BASIC
Common Rail System
SELESAI

2018 @ SMK NEGERI 1 SINGOSARI

Page 36